novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Senin, 01 Februari 2010

Cinta = Menerima pasangan apa adanya





Apakah kita mencintai pasanganku kita? Sudah pasti kita akan segera menjawab “Tentu saja! kalau tidak, mana mungkin saya mau menikah dengannya.” Bila pertanyaan tersebut ditujukan pada saya, jawabnya juga tak jauh berbeda. Saya mau menikah dengan suami saya karena adanya cinta pada dirinya. Tapi, sudahkah selama ini saya bisa menerima semua kekurangan suami? Terus terang saya tak akan menjawab dengan segera, alias bertanya dulu pada hati kecil saya dengan jujur. Karena saya tak mau munafik untuk mengatakan “iya.” Padahal tidak seratus persen benar.

Sebagai manusia saya juga tak sempurna. Karena kesempurnaan itu mutlak milik Allah. Karena ketidak sempurnaan sayalah hingga saya menyadari kekurangan saya yang sering merasa kurang puas diri. Meski sebagai manusia kita juga dituntut untuk menjadi manusia yang sempurna menurut agama. Terutama dalam hal perilaku kita.

Saya tak bisa memungkiri kalau selama ini saya sering mengeluh, mengapa suami saya tak sekaya suami si anu. Atau, mengapa suami saya tak seperti suami yang lain yang kerjanya selalu pulang tepat waktu. Sementara suami saya selalu pulang larut malam, itu masih dalam hal pekerjaan. Belum lagi dalam hal yang lainnya. Mungkin saya perlu bercermin dari kisah dua orang teman saya yang begitu mencintai suaminya, karena sudah terbukti bisa menerima suaminya apa adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut