novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Jumat, 04 Juli 2014

Ngabuburit Pintar

Bila ramadhan tiba, ingatan saya pun kembali bernostalgia ke beberapa tahun silam saat sekolah di muallimat muhammadyah yogya.  Pada saat ngabuburit saya memang lebih senang pergi bersama teman-teman seasrama ke pasar tiban ramadhan di sepanjang Kauman. Daripada pergi cuci mata dan menghabiskan waktu di Mall Mallioborro. Menurut saya, ngabuburit dengan cuci mata ke mall rentan membuat kita menjadi berbelanja yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terbayang keseruan dan nikmatnya berburu makanan berbuka puasa, meskipun harus berdesak desakan di gang sempit Kauman bersama pembeli lainnya. Namun saya dan teman-teman satu asrama setiap sore menjelang berbuka tetap semangat membeli bukaan disana.Apalagi beraneka ragam makanan khas bulan puasa dijajakan disana seperti kolak dan kicak, serta puluhan sayur dan lauk pauk semacam brongos dan nasi pecel, bacem, sambal goreng pedas serta gudeg. Bahkan kudapan favorit Sultan Hamengkubuwono IX ‘prawan kenes’ juga ada. Kudapan yang terbuat dari pisang dan santan kental yang diolah dengan cara dipanggang. Mungkin dulu Gusdur, Amin Rais dan Andi Malarangeng juga pernah merasakan serunya berdesak-desakan beli bukaan di pasar tiban ramadhan karena tokoh-tokoh ini dulu kos di Kauman juga. Hmmmm…



                                          .Pasar Tiban ramadhan digelar disepanjang jalan ini

Tapi kini sejak menjadi ibu dari tiga orang anak dan tinggal di kampung yang jauh dari pusat kota, hingga saya malas keluar dan pergi kemana-mana.. Saya pun sering tak sempat mencari makanan berbuka. Padahal hal ini yang saya sukai dari dulu saat ngabuburit.. Sebagai gantinya saya pun berinisiatif memasak sendiri menu berbuka puasa. Selain lebih hemat dan seru karena setiap hari berburu resep berbuka baik dari majalah dan internet. Menu buka puasa yang saya buat pun bisa dibagikan pada tetangga-sekitar.  Saya memang sengaja memasaknya dengan porsi lebih. Hitung-hitung sekalian sedekah ramadhan..  Setelah selesai menyiapkan hidangan berbuka dan membagi-bagikannya ke tetangga, saya pun menyempatkan diri nulis baik untuk naskah buku maupun diblog. Atau bermain dan menonton acara dan menyetel dvd musik ramadhan seperti lagu nasyid raihan dan maher zein. bersama anak sambil menunggu buka puasa. Anak-anak yang mulai lemas dan loyo pun semangatnya bangkit lagi. hehehehehe

Intinya ketika berburu makanan berbuka, usahakan untuk tak terlalu bernafsu membeli banyak bukaan karena biasanya kita mudah tergoda dan lapar mata saat menjelang berbuka puasa. Selain mubazir bila tidak dihabiskan juga boros pengeluaran. Yah, kita dituntut selama bulan puasa untuk tak hanya puasa menahan lapar dan haus serta amarah. Tapi juga puasa berbelanja alias imsak belanja.Terutama saat ngabuburit bersama teman dan keluarga Salah satu caranya dengan mengurangi banyak belanja dan gantikan dengan memperbanyak kegiatan bermanfaat dan ibadah seperti nulis di blog misalnya.. . Inilah cara saya ngabuburit secara pintar dari dulu hingga sejak menjadi ibu. Selamat ngabuburit yah 

1 komentar:

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut