novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Sabtu, 24 Mei 2014

Tanamkan Karakter Hidup Sehat Dari Rumah

Menanamkan karakter hidup sehat pada anak sebenarnya tidaklah sulit, asalkan dilakukan dengan penuh cinta. Selain lewat teladan orangtua yang lebih dulu melakukannya. Jadi tak hanya memerintah saja, karena anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Tentu semuanya dimulai dari rumah. Sebagai orang tua saya menerapkan karater hidup sehat lewat 3 langkah yaitu dengan menanamkan


1. Pola Makan Sehat yang dimulai dari kebiasaan

* Sarapan pagi yang cerdas. 




Menurut saya sarapan yang cerdas itu

1.    Mengandung Zat Gizi Yang Lengkap Seperti Karbohidrat, Protein Dan Mineral. Bila anak tidak mau makan nasi tetap berikan sarapan selain nasi yang sarat gizi yang mengandung karbohidrat, protein dan mineral seperti roti yang berisi potongan daging atau irisan telur. Lebih bagus lagi ditambah sayur seperti irisan selada atau tomat. Kita juga bisa memberi gandum yang dimasak dengan susu. Bila anak tetap tidak suka alternatif lainnya bisa diberi cereal. Yang terpenting bukan apa sarapannya dan hanya mengenyangkannya saja, tapi anak suka dan dapat memenuhi gizi hariannya.

2.    Tidak Berlebihan Kandungan Gulanya
Pada umumnya anak suka makanan yang manis seperti halnya anak juga suka makan permen. Yups dalam tubuh manusia memang ada reseptor rasa manis, bahkan gen khusus untuk rasa manis. Tak heran anak-anak akrab dengan camilan yang manis-manis. Boleh-boleh saja selama masih dalam batas normal yaitu tidak lebih dari 30 gram (6 sendok teh) dalam satu hari. Bila berlebih akan merusak gigi anak dan memicu timbulnya obesitas.
Sebenarnya kita bisa memberikan alternatif sumber rasa manis yang lain misalnya dari buah-buahan. Jadi gak melulu permen, coklat dan teman-temannya. Kalo anak sudah makan makanan yang manis, hindari untuk memberinya minuman yang manis juga seperti soft drink tapi lebih baik beri air mineral.

3. Variatif
Saya sendiri harus memutar otak kreatif saya agar bisa menyajikan menu sarapan yang yang berganti-ganti agar anak tidak mudah bosan. Terkadang agar lebih praktis saya menyiapkan satu menu dengan gizi yang lengkap seperti spaghetti yang dicampur dengan irisan daging ayam, wortel dan parutan keju yang hampir disukai oleh semua anak termasuk anak saya. Jadi dalam satu masakan gizinya terpenuhi semua. Dilain hari saya siapkan nasi goreng plus ayam cincang dan irisan timun dan wortel.

4. Siapkan Dengan Sepenuh Cinta
Tak jarang saya mengajak anak untuk membantu menyiapkan sarapan pagi.



Lalu mengajak semua anggota keluarga untuk makan bersama. Ternyata hal ini selain mempererat ikatan keluarga juga bisa membuat anak–anak merasa senang melakukan sarapan setiap harinya, karena merasakan adanya kebersamaan dan keharmonisan. Sebagai contoh anak saya tidak mau bila sarapannya yang masak asisten rumah tangga bukan saya meskipun menu yang dimasak sama. Biasanya mereka akan cemberut dan tidak lahap menyantap sarapannya. Hal ini terjadi ketika suatu saat saya sakit dan memilih beristirahat daripada terjun kedapur.

5. Memberi Bekal Sehat
Alternatif lainnya yang saya lakukan bila anak sesekali tidak sempat makan pagi. Tentunya bekal yang sehat adalah yang kaya serat, mengandung karbohidrat dan mineral. Kandungan ini dapat menjadi bahan bakar otak bagi anak.

Yah, sebagai orang tua kita harus menyiapkan sarapan untuk si buah hati.meskipun anak kerap mengeluh saat disuruh. Namun lama-lama mereka akan menyadari bahwa kebiasaan untuk selalu sarapan pagi itu menyehatkan, menyenangkan dan dapat menunjang konsetrasi berpikir mereka dalam menyerap pelajaran. Selain menghindarkan mereka dari keinginan untuk jajan di sekolah, karena bila sudah kenyang sarapan dan dibekali dari rumah, anak tak lagi jajan. Apalagi banyak jajanan yang belum tentu bersih serta mengandung pengawet dan pewarna buatan yang berbahaya bagi tubuh. Untuk itulah anak-anak saya tak pernah protes diberi jajan hanya Rp 2000 . Yang ada uang jajan mereka tetap utuh dan ditabung karena tidak ada yang dibelanjakan


- Tips Memilih Kotak Makanan/Minuman Untuk Anak

Desainnya sesuai dengan usia anak yaitu yang bentuknya ramping sehingga bisa digenggam jari-jarinya yang masih mungil, bersudut tumpul sehingga tidak menusuk dan mudah dibuka-buka.

Pilihlah ukuran kecil  Biasanya makanan yang dibawa anak juga tidak banyak seperti setangkup roti, biscuit dan sepoting sandwich. Selain itu lebih ringan dan mudah dimasukkan ke dalam tas.

Bahannya terjamin Melihat apakah ada tulisan food grad. Bila iya berarti bahan yang digunakan aman untuk menyimpan makanan/minuman si kecil. Pastikan juga bila kotak makanan terbuat dari plastik apakah baunya menyengat seperti bau ember plastik.

Mudah dibuka dan ditutup. Kemampuan anak untuk membuka dan menutup kotak makan/minumnya merupakan stimulasi bagi motorik halusnya. Jadi jangan pilih bukaan yang terlalu rumit.
Pastikan tidak mudah tumpah Anak usia ini masih suka berlari kesana kemari sehingga makannya bisa tumpah mengenai baju dan tasnyap. Pilihlah kotak makanan yang kedap udara yang menjamin makanan/minumnya tidak mudah tumpah.Tupperware merupakan bahan yang aman untuk tempat bekal anak-anak saya dari segi bahannya yang sehat dan kemasannya yang ringan serta kedap udara dan tidak mudah tumpah.

   * Menjaga Berat Badan Seimbang

Kita sering beranggapan bahwa anak gemuk itu sehat dan lucu. Ada anggapan juga bahwa bila anaknya gemuk berarti kita telah berhasil sebagai orang tua. Benarkah? Obesitas sendiri didefinisikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Perlu diketahui meskipun lemak dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan energi, penyekat panas, dan penyerap guncangan tetapi bila berlebihan tentu dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit serangan jantung, stroke dan penyakit serius lainnya yang akan meningkat di usia sekitar 30-40 tahun. Maka sebaiknya obesitas ditanggulangi sejak dini.
Begitu memprihatinkannya masalah obesitas di berbagai negara ini, sampai-sampai WHO pada tahun 1998 menyatakan ‘obesitas sudah dalam tingkat epidemik’ yang kalau dibiarkan akan menjadi obesitas global. Secara kasat mata obesitas memiliki ciri yaitu wajah membulat, pipi tembam, dagu bertumpuk dan leher relatif pendek, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat. Timbangan badannya juga jauh diatas ideal. Untuk itulah menjaga berat badan anak sebaiknya sudah dimulai sejak dini. Dan bila pembentukan jaringan lemaknya terjadi sebelum usia 5-7 tahun, anak memiliki kecenderungan obesitas saat dewasa.

                                
                                                                 life.viva.co.id

 Penyebab Obesitas Sendiri umumnya karena

Faktor Genetik
Anak yang berasal dari keluarga yang rata-rata memiliki berat badan berlebih, akan cenderung menurun pada anaknya.

Faktor Psikologis
Saat anak stres atau bosan melampiaskannya dengan makan terlalu banyak. Biasanya anak seperti ini berasal dari keluarga yang memiliki kecenderungan serupa. . bahkan tak jarang anak sekarang makan bukan hanya untuk mengatasi rasa laparnya tapi memenuhi kepuasan terhadap makanan kegemarannya

Faktor Sosial
Perubahan gaya hidup yang lebih memilih makanan siap saji seperti junkfood, gula-gula dan penganan gurih yang biasanya memang enak. Orangtuanyalah yang harus membatasi dan mengendalikan anak terhadap makanan instan yang kaya lemak dan karbohidrat ini tetapi rendah serat seperti burger, pizza, kentang goreng, es krim, coklat dan berbagai merek ayam goreng.

Mengkomsumsi Makanan Berkalori Tinggi Diantaranya:
- Makanan cepat saji
- Jajanan gorengan
- Minuman brsoda
- Daging olahan

Resiko Obesitas
-Secara fisik anak bisa terkena diabetes, penyakit jantung, perlemakan hati, aktivitas terhambat, gangguan sendi dan tulang, gangguan tidur dan ruam kulit
- Secara psikis anak akan menjadi kurang percaya diri karena sering diolok-olokan teman-temannya.


2. Pola Hidup Sehat

- Membiasakan anak mandi dua kali sehari agar tubuhnya bersih dari kuman



- Membiasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan agar terhindar dari penyakit diare dan beritahu anak-anak langkah-langkah mencuci tangan yang tepat sbb:

    Pertama. Basahi dulu kedua telapak tangan dengan menggunakan air yang mengalir. Lalu ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan adik-adik secara lembut.
    Kedua. Setelah itu usap dan gosok kedua punggung tanganmu secara bergantian.
    Ketiga. Teruskan dengan menggosok jari-jari tanganmu hingga ke sela-sela jari sampai bersih.
    Keempat. Lanjutkan dengan menggosok ujung jari, ibu jari secara bergantian
    Kelima. Bersihkan juga kedua pergelangan tanganmu secara bergantian dengan air mengalir. Setelah itu lap tanganmu dengan handuk agar kering.

- Membiasakan anak anak minum air putih karena lebih sehat dan banyak manfaatnya untuk tubuh 




Biasanya pagi hari sebelum sarapan dan makan, anak anak saya beri air putih dulu untuk menetralkan asam lambung yang meningkat di malam hari. Selain untuk memperlancar buang air besar pada anak-anak. Juga menanamkan kebiasaan lebih banyak minum air putih dibandingkan minum lainnya seperti teh manis, kopi, dan minuman ringan.
 

3.Pola Lingkungan Sehat


Ajak anak anak untuk ikut menjaga lingkungan dengan mengajaknya


- Membuang sampah pada tempatnya. Sejak dini anak-anak saya sediakan tong sampah tak hanya dirumah, tapi juga dikamarnya. Akhirnya kebiasaan membuang sampah di tempatnya ini menjadi kebiasaan anak anak.

- Mencintai tanaman dengan tidak memetiknya sembarangan dan mengajaknya menanam di halaman rumah. Anak saya paling suka bunga dan selalu ingin memetiknya dan membawanya pulang. Saya pun menjelaskan pada anak bahwa bunga juga makhluk hidup, kalau dipetik bisa mati dan layu. Padahal bunga dan tanaman dapat membuat udara menjadi lebih sehat dan segar karena mengandung oksigen. Akhirnya anak-anak tak lagi tega memetik bunga.




- Menjaga kebersihan kamarnya dan rumah.
 Saya biasakan sejak dini anak anak membersihkan kamarnya sendiri dan menjelaskan pada mereka bahwa kamar yang kotor tidak sehat dan tidak nyaman untuk ditempati..Untuk itulah kamar perlu dibersihkan setiap hari.

- Kalau perlu ajak anak seminggu sekali kerja bakti . Selain menambak keakraban antara keluarga, anak pun tumbuh kesadarannya bahwa kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya perlu dijaga.

Dengan menanamkan 3 pola diatas, diharapkan anak kita tumbuh sehat, mandiri dan ceria 

https://www.facebook.com/TupperwareID?ref=ts&fref=ts

1 komentar:

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut