novel yang diangkat dari kisah nyata
Jumat, 11 Oktober 2013
Kuingin Selamanya Pln Bersih Dan Terpercaya
“Gimana sih PLN! www.pln.co.id, lagi enak-enak nyuci listrik mati. Kapan keringnya nih baju?” omel seorang ibu yang sedang menggunakan mesin cuci. Kekesalannya kian bertambah karena dia memiliki balita yang sering pipis sehingga butuh banyak celana yang kering.
“ Waduh, Air bak belum penuh diisi, listrik tiba-tiba padam. Mbok yah ada pemberitahuan dulu, biar kita siap-siap ngisi bak dan centong air,” gerutu warga yang menggunakan pompa air di rumahnya. Dan hal ini juga sering membuat saya kesal yang kebetulan juga menggunakan pompa air.
“Yah, mati lagi, mati lagi. Baru aja mau ngecarge Handphone yang low bat. Padahal mau nelepon ortu minta kirimin uang buat bayar kos,” umpat seorang Mahasiswa.
“Iya nih, komputer juga mendadak mati, padahal lagi ngetik tugas yang belum sempat disimpan, sial! Maki teman kos si Mahasiwa. Bla...bla...bla... sederet makian pun keluar dari mulut warga. Mulai dari pelajar sampai ibu-ibu. Bayangkan! betapa banyak sumpah serapah yang diucapkan pemakai/pelanggan PLN.www.pln.co.id Tapi mengapa PLN www.pln.co.idTak juga respek akan pentingnya listrik bagi penggunanya? Dengan seringnya mematikan listrik seenaknya. Yang lebih parahnya lagi tanpa pemberitahuan pula. Weleh...weleh...
Sebenarnya tak hanya resiko terganggunya kegiatan seputar rumah tangga saja yang ditimbulkannya. Misalnya kulkas yang mati akan membuat makanan seperti ikan, buah dan sayuran terancam bau dan tidak segar lagi. Apalagi bila matinya lebih dari 6 jam. Belum lagi alat pemasak nasi sejenis rice cooker dan magic com yang harus selalu nyala agar nasi tidak bau dan kering. Juga ikut matinya dispenser, blender dan televisi sebagai media hiburan dan imformasi yang dibutuhkan warga. Masih banyak resiko-resiko lainnya akibat matinya listrik diantaranya;
• Memicu terjadinya resiko kebakaran
Hati siapa yang tak miris mendengarnya termasuk saya kala mendengar berita di koran atau di televisi “satu keluarga mati akibat terbakar, yang selidik punya seldiik akibat nyala lilin dari rumah korban.” Tentu saja hal ini terjadi karena malamnya listrik mati hingga lilin terus hidup sampai pagi, tanpa penghuninya sadar api lilin merembet dan membakar barang yang ada disekitarnya. Salah siapakah ini semua? Mungkin kita bisa menyalahkan kelalaian korban karena kurang hati-hati dalam menyalakan lilin. Tapi semua itu ada pemicunya bukan? Apalagi kalo bukan gara-mati listrik mati. Semoga PLN lebih peka lagi dalam hal keselamatan jiwa pelanggannya. Sebab bukan tak mungkin suatu hari hal ini juga bisa menimpa saya dan keluarga Anda semua.
• Memancing reaksi pencuri untuk beraksi.
Hal ini pernah terjadi pada pengalaman saya sendiri. Kebetulan saya tinggal agak ke daerah yang jarak rumah satu sama lain masih jauh-jauh. Meskipun ada beberapa yang berdekatan. Karena masih banyaknya kebun-kebun maklumlah di kampung. Nah, begitu listrik mati di malam hari disaat saya dan anak-anak sedang tertidur pulas, tiba-tiba terdengarlah suara berisik dari luar kamar.
Terus terang sebagai seorang ibu dengan tiga orang anak, rasa takut pun menyerang saya. Apalagi suami selalu pulang larut malam. Dengan segera, saya pun mengunci kamar. Tak saya perdulikan lagi barang-barang diluar yang hilang dibawa maling. Yang penting saya dan ketiga anak saya selamat. Ternyata dugaan saya tidak meleset. Begitu suami pulang dan lampunya nyala, ketahuanlah barang-barang dirumah yang hilang seperti alat-alat elektronik dll. Dan yang lebih seramnya lagi, pisau tergeletak begitu saja di ruang tamu.
Mungkin si maling sengaja mengambil pisau dari dapur sebagai senjata bila yang punya rumah bangun atau mengadakan perlawanan. Benar-benar membuat saya trauma! Yah, maling benar-benar mencari kesempatan masuk ke rumah disaat gelap gulita, karena merasa lebih aman untuk beraksi. Masihkah PLN www.pln.co.idmenutup mata mendengar kisah ini? Yang suatu hari bisa saja terjadi pada pelanggan lainnya.
• Terhentinya proses produksi barang industri rumah tangga
Bagi sebuah UKM yang rata-rata menggunakan mesin sebagai alat memproduksi suatu barang, akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Karena tak terpenuhinya pesanan pembeli sesuai perjanjian yang disepakati. Bisa-bisa pembeli atau pemesan barang komplain dan meminta ganti rugi. Hal ini tak hanya berpengaruh bagi kelangsungan gaji para karyawan yang akan telat dibayar, tapi juga bisa menimbulkan ketidak percayaan komsumen pada pihak produsennya.
Ini hanya beberapa resiko yang saya ketahui, silahkan pembaca menambahkannya sendiri. Yang lebih miris lagi selain kurangnya simpati PLN www.pln.co.idterhadap pelanggannya, masih juga kita dengar adanya korupsi di tubuh PLNwww.pln.co.id sendiri . Kita pun patut bertanya dimana sebenarnya hati nurani? Disaat masyarakat mengeluh kurang memuaskannya pelayanan dan respon PLN, masih ada segelintir orang yang memanfaatkan keadaan dengan mencari keuntungan pribadi di balik derita anak negeri. Harapan saya PLN www.pln.co.idtak hanya mewajibkan pelanggannya untuk tak telat melakukan pembayaran listrik dengan ancaman listrik akan dicabut. Tapi juga mewajibkan diri mereka sendiri untuk tidak telat menanggapi kebutuhan dan keluhan pelanggannya.
Tak dapat dipungkiri, sebenarnya jasa pelayanan listrik sangat membantu warga dijaman yang serba canggih ini. Bayangkan saat dulu listrik belum ada seperti sekarang atau hanya segelintir orang saja yang bisa memakainya. Betapa repotnya kita terutama para pengusaha, pebisnis rumah tangga, pelajar dan ibu-ibu blogger seperti saya yang aktif menulis di blog. Semuanya membtuhkan aliran listrik untuk menopang masing-masing keperluan. Apalagi sekarang sudah ada pilihan listrik yang menggunakan pulsa selain listrik yang dibayarkan setiap bulan lewat jumlah meteran yang dipakai selama sebulan. Maka tak bisa tidak listrik sangat besar jasanya.
Meskipun mengaku puas dengan jasa pln yang semakin beragam, namun keluhan pasti ada. Ibarat sebuah produk, maka selalu ada kelemahan dan kekurangnnya bukan? Begitu juga dengan pln. Kekurangan pln menurut saya adalah selain seringnya mematikan listrik apalagi tanpa pemberitahuan seperti cerita saya diatas yaitu tak bisa memantau berapa pemakaian listrik setiap bulannya oleh konsumen secara pasti. Sebab saya pernah mendengar keluhan seorang teman bahwa rumahnya yang sudah kosong dan listrik gak pernha dihidupkan tapi tetap aja ada tagihan biaya listriknya bagaimana bisa? pikirnya.
Selain itu turun naiknya bayaran listrik setiap bulannya padahal pemakaian sama. Misalnya bulan ini melonjak naik drastis, eh bulan depan bisa menurun drastis. Ada juga yang merasa memakai listrik secara hemat tapi tetap aja bayarannya tinggi seperti orang yang boros menggunakan listrik. Hmmmm menurut saya mungkin kesalahannya terletak pada si pencatat/petugas meteran yang datang setiap bulannya. Mencatat meteran secara asal jadi alias sering tak sesuai tentu memberatkan dan membingungkan pelanggan. Untuk mencegah hal ini alangkah baiknya pihak PLN www.pln.co.idbertindak melalui cara bijak mencatat jumlah meteran ;listrik setiap bulannya.
Usul saya mengapa tidak menggunakan fasilitas secara onliene saja yang bisa diakses kapanpun oleh pelanggan dari rumah. Sehingga kesalahan pencatatan meteran/atau korupsi meteran tak terjadi lagi . Langkah yang bisa membuat kami tetap percaya dan menganggap PLN www.pln.co.id bersih selamanya.
Harapan saya tentu saja harapan semua pelanggan menginginkan selamanya PLN www.pln.co.idbersih dan bisa dipercaya . Semoga. tercapai...
Selasa, 08 Oktober 2013
Bahasa Cinta Dalam Membina Hubungan
Menurut penelitian, lebih dari 50% masalah dalam pernikahan disebabkan oleh komunikasi yang buruk. Padahal dalam sebuah hubungan mutlak diperlukannya sebuah komunikasi. Komunikasi yang bagaimana? Tentu saja komunikasi yang berkualitas dan berdasarkan bahasa qalbu. Bahasa yang lahir dari hati yang jernih dan penuh cinta untuk dapat memahami dan mengerti pasangan. Tanpa adanya kemarahan, tuduhan, kritik dan prasangka. Karena tujuan komunikasi itu sendiri adalah agar pasangan kita menangkap maksud atau pesan yang ingin kita sampaikan tanpa terjadinya salah paham.
Untuk itulah dibutuhkan skill dalam berkomunikasi yang bisa kita asah dan pelajari lewat buku-buku, seminar, pelatihan, pengalaman dsb. Apakah sama artinya orang yang memiliki skill itu orang yang pintar dan banyak omong? Tidak sepenuhnya benar karena orang yang suka berbicara belum tentu memiliki skill komunikasi yang baik. Sejatinya berbicara hanyalah salah satu bagian dari seni berkomunikasi.
dan bahasa cinta adalah salah satu bentuk komunikasi yang diinginkan banyak pasangan .
sebab bahasa cinta dan penuh kasih dalam sebuah hubungan akan memperat pernikahan.
Tapi tahukah anda bahwa setiap orang/pasangan mempunya bahasa kasih yang berbeda-beda, yang membuatnya merasa begitu disayang oleh kita . Tentu saja cara yang diinginkannya juga berbeda-beda. Sebagaimana Dr. Gary Chapman memaparkan dalam bukunya 5 bahasa kasih
Pertama Bahasa mendukung.
Pasangan kita akan merasa disayang bila kita memberinya kata-kata yang memberi semangat serta mendukungnya lewat kata kata serta pujian atas keberhasilannya. Ucapan betapa kita selalu mendukungnya dan betapa besar sayang kita padanya. Selalu mengukuhkannya bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang ia ragu untuk melakukannya. Tak ada salahnya juga kita puji kecantikan, kegantengan dan penampilannya.
Kedua Bahasa sentuhan fisik.
Tak selamanya sentuhan fisik harus berupa hubungan di tempat tidur. Ada juga pasangan yang merasa dicintai bila kita senang menyentuhnya lewat pegangan tangan saat berjalan berdua dengannya. Membelai rambut dan memeluk dirinya juga sangat ia senangi. Yah, sentuhan fisik sangat berarti baginya sebagai tanda bahwa kita mencintainya. Maka jangan menolak dan segan-segan untuk menyentuhnya dengan penuh cinta. Pssst…suami saya tipe yang senang disentuh fisiknya loh, makanya dia harus tidur berpelukan kalo tidak akan mimpi buruk ucapnya.
Ketiga Bahasa hadiah
Pasangan lainnya mungkin lebih merasa disayangi bila sering diberi hadiah. Pasti kita berpikir para seleb dan cewek matre rata-rata senang bahasa ini . Belum tentu loh, Bagi seseorang yang menyukai bahasa kasih ini tak mesti hadiah yang mahal-mahal. yang penting berkesan dan menyenangkannya adalah surprise dan kejutan dari kita setiap minggunya. Jadi, mulai sekarang seringlah memberinya hadiah atau kejutan kejutan manis meskipun kecil, tapi berarti besar baginya.
Keempat Bahasa saat-saat berkesan
Bagi pasangan yang menghendaki bahasa ini, maka hendaklah kita selalu hadir saat ia butuhkan dan saat bersamanya. Hadir disini tentu saja hadir secara fisik dan psikis berupa perhatian kita. Biasanya pasangan yang menyukai bahasa kasih ini sangat senang diajak dinner romantis atau mengajaknya melakukan perjalanan berdua saja. Yah, saat-saat berkesan adalah bahasa kasih yang ia ingin dapatkan dari pasangan untuk membuatnya yakin bahwa pasangannya benar-benar sayang padanya. Apakah anda termasuk pasangan yang menginginkan bahasa kasih seperti ini? Hmm…anda tidak sendiri karena saya juga termasuk orang yang menginginkannya he.he.he.. Untuk itulah saya paling senang merencanakan perjalanan berdua suami. Entah itu nonton, traveling ke luar kota atau sekedar makan berdua direstoran. Dan kami punya kota favorit yaitu Yogya, karena menyimpan kenangan sewaktu pertama kali bertemu dan pedekate dulu. Rasanya senang tak terkira dan merasa saat itu suami benar-benar sayang pada saya…
Kelima bahasa pelayanan
Tipe pasangan yang menginginkan bahasa kasih ini biasanya paling senang dibantu mengurus pekerjaan rumah atau mengasuh anak. Bahkan kesediaan kita mengantarkannya belanja dan membenarin laptop atau gadgetnya juga dapat membuatnya yakin bahwa kita mencintainya. Jangan pernah merasa dimanfaatin bila pasangan kita senang mendapatkan perhatian kita lewat pelayanan sederhana ini misalnya menyetrika bajunya, merapikan dan membersihkan rumah untuknya dan menyiapkan sarapan dan makan malam untuknya. Saya jadi ingat seorang teman yang memiliki suami yang tidak berlimpah secara materi tapi teman saya sangat bahagia dan mencintainya karena suaminya tersebut tipe suami yang ringan tangan membantu pekerjaan rumah dan suka membantunya mengasuh anak mereka disaat dia repot. salut yah…
Setelah mengetahui 5 bahasa kasih diatas, tugas anda segeralah cari tahu bahasa kasih yang mana yang pasangan kita inginkan. Usahakan jangan terlalu lama yah? Keburu hubungan pernikahan semakin kering dan hambar.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Senin, 16 September 2013
Mempersiapkan Calon Pemimpin Lewat Cerita Teladan
Mendidik anak menjadi seorang pemimpin sangatlah penting karena selain anak adalah asset yang sangat berharga bagi orangtua dan negaranya, anak juga merupakan calon pemimpin bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya kelak. Selain itu manusia pada dasarnya memang dilahirkan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Untuk itulah sebagai orang tua kita perlu sejak dini menanamkan karakter pemimpin pada anak diantaranya jujur, peka, berani, mandiri, adil, tangguh, kreatif, religius dan karakter pemimpin lainnya.
Sebagai seorang ibu dari tiga orang anak, saya punya cara tersendiri dalam menanamkan karakter pemimpin pada anak saya yaitu lewat media cerita. Tentunya dengan memilih cerita yang tepat Mengapa saya memilih media cerita? karena . pada dasarnya semua anak senang dibacakan buku cerita termasuk ke tiga anak saya. Bahkan putri bungsu saya yang sekarang berusia 5 tahun sejak usia 3 tahun paling senang bila dibacakan buku cerita apalagi menjelang tidur. Biasanya dia bisa minta dibacakan cerita yang sama sampai berulangkali dan sedikitpun tak pernah merasa bosan.
Bahkan kita juga bisa bercerita pada anak sesuai situasi yang sedang dibutuhkan misalnya bercerita tentang anak yang enggan minum obat, anak yang malas sikat gigi, anak yang susah disuruh mandi, anak yang ogah makan sayuran dsb.
Tapi kenyataannya masih banyak orang tua yang mengaku tidak punya waktu karena sibuk bekerja. Ini benar-benar memprihatinkan. Padahal dalam membacakan cerita bisa kapan saja misalnya ketika anak mau tidur, atau bisa juga meluangkan waktu sejenak bersama anak yang hanya beberapa menit ditengah-tengah kesibukan. Pertimbangkanlah selalu kepentingan anak diatas segalanya. Yang penting keleluasaan dan kenyamanan adalah hal yang harus menjadi prioritas.
Bagi saya betapa dahsyatnya kekuatan cerita selain melekatkan hubungan orang tua dan anak. Karena ketika saya membacakan cerita, otomatis saya dan anak-anak bisa menghabiskan waktu bersama secara pribadi. Untuk menjelajahi dunia yang ada dalam bacaan tersebut. tentunya bila ini rutin dilakukan oleh ibu yang lain, tentu akan menjauhkan jarak antara orang tua dan anak. Apalagi bagi orangtua yang selalu sibuk bekerja di luar rumah. Ditambah lagi ketika bercerita kita memeluk dan membelai anak dengan kasih sayang. Ini sebuah terapi yang sangat manjur bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Kedahsyatan lainnya menurut saya yaitu
.
- Memperluas kosa kata anak. Lewat kisah-kisah yang kita bacakan, anak mendapatkan kosa kata baru yang sebelumnya tidak dia kenal. Ini juga bisa melatih anak untuk memperkaya bahasanya. Untuk itu hendaklah dalam bercerita, usahakan selalu mengucapkan kata-kata dengan artikulasi yang jelas. Terbukti Putri tertua saya yang masih duduk dibangku sekolah dasar sudah bisa menulis cerita hingga 30 halaman. " Ini berkat buku-buku yang selalu kakak baca Ma, jawabnya bangga.
- Membangkitkan sikap kritis anak. Biasanya untuk menuntaskan rasa penasarannya anak akan bertanya sehabis mendengar cerita kita. Inilah kesempatan kita untuk menanyakan tentang isi cerita dan pendapat anak tentang perilaku si tokoh cerita. Tentu saja jenis pertanyaannya harus disesuaikan dengan usia anak.
- Meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Jelas sekali bila anak sering mendengarkan cerita, maka kemampuan berbicaranya kian terasah. Usahakan untuk tidak menggunakan bahasa yang dicadel-cadelkan karena anak akan menirunya. Tentu tidak bagus untuk perkembangan bahasanya. Jadi ucapkanlah dengan kalimat yang sempurna dan lengkap melalui artikulasi yang jelas pengucapannya.Alhamdulillah sejak balita anak saya tak pernah ngomong cadel. Bahkan selalu ada kosakata baru yang ia ucapkan akibat senang menyimak kata-kata yang saya ucapkan saat bercerita
-Menanamkan karakter yang positif. Cerita yang tokohnya berkarakter baik seperti suka menolong, baik hati, jujur dsb akan tertanam di otak anak. Dengan begitu kemungkinan besar dia akan mencontohnya karena anak ibarat spon yang mudah menyerap atau meniru apa saja yang ia dengar dan lihat. Ini saya praktekkan saat bercerita tentang kisah si kancil yang suka mencuri timun. Diakhir cerita sengaja saya jelaskan pada anak bahwa mengambil milik orang lain seperti yang dilakukan si kancil tidak baik karena itu namanya mencuri. Allah tidak suka dengan orang yang suka mencuri dan akan memberinya hukuman. Aha...! beberapa hari kemudian Alisha putri bungsu saya pun selalu bilang dulu saat meminjam barang temannya. Padahal sebelumnya dia selalu membawanya pulang begitu saja karena dia pikir mainan temannya miliknya juga hehehe.
-. Memupuk anak untuk senang membaca dan cinta pada buku. Karena lewat bukulah pertamakali anak mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan. Jadi begitu dia ingin mencari tahu akan sesuatu, bukulah pertama-tama yang ia cari sebagai narasumber. Dengan begitu lama kelamaan rasa cinta akan buku pun tumbuh dihatinya. Terbukti ketiga anak saya jadi senang membaca buku. Tak heran bila saya pergi maka mereka selalu minta dibelikan buku cerita dan sangat senang saat dibawa ke toko buku hingga antusias memilih-milih buku cerita yang mereka minati. Mungkin awalnya hanya senang pada buku cerita, tapi lama-lama anak juga akan terpancing untuk membaca buku pengetahuan dsb. Yang terpenting minat bacanya sedari kecil sudah tumbuh.
-. Mengasah kemampuan untuk mendengarkan. Ini jelas sebab disaat kita membacakan cerita, otomatis anak berusaha mendengarkan dengan baik hingga tuntas. Sebagai ibu saya selalu terkesan saat mata bulat Alisha dan wajah seriusnya menyimak cerita hmmmmm....Begitu juga saat guru Tk nya membacakan cerita tentang anak yang hobi marah-marah. "Ayo siapa yang ingin masuk surga? tanya gurunya sambil melihat wajah lugu anak-anak muridnya. "Saya...saya Bu Guru," jawab anak-anak termasuk Alisha. "Makanya mulai sekarang jangan suka marah-marah seperti Nisa yah anak-anak, " jawab Bu Leni tersenyum. Nisa adalah tooh dalam cerita yang dibacakan bu guru Leni .
-. Mengembangkan imaginasi dan kreativitas anak. Yups !Anak akan membayangkan bagaimana tokoh cerita dari gambar-gambar yang ia lihat sehingga memancing kreativitasnya. Contohnya Pernah suatu kali ketika membacakan Alisha 4 thn buku cerita, saya hampir tertidur karena mengantuk. Tiba-tiba dia mengambil buku dari tangan saya dan berkata, “Mama capek yah sekarang biar gantian Lisha yang cerita.” Saya pun tersentak dan tersenyum-senyum sendiri saat mendengar dia bercerita dengan gayanya yang polos. Surprisenya lagi, ceritanya dia tambah-tambah sendiri sesuai imaginasinya hohoho……Hanya saja kita perlu waspada dengan imaginasi yang menjurus pada kekerasan dan kejahatan. Imaginasi ini perlu kita luruskan sejak dini agar anak tak terlanjur menyimpannya di memori otak mereka. Sebaliknya imaginasi yang baik mampu menciptakan hal-hal yang baru misalnya karena imaginasilah yang telah membuat manusia menjadi pencipta atau penemu hal-hal yang hebat seperti menciptakan bola lampu, computer dan menciptakan gedung-gedung pencakar langit. Begitu luarbiasanya keajaiban dari sebuah imaginasi
- Belajar memecahkan masalah. Dalam cerita-cerita yang di dengar anak, tentu memiliki aneka pemecahan masalah. Insya Allah perlahan-lahan anak akan menerapkan dalam kesehariannya yang akan terbawa hingga dewasa kelak. Misalnya dalam contoh cerita yang mengajarkan untuk bersikap sabar.
- Mengasah rasa empati dan simpati. Dalam sebuah cerita yang ia dengar anak akan menemukan kalimat-kalimat ajaib lewat reaksi tokoh cerita misalnya empati, simpati , kekesalan, dan kegemasan misalnya “Mengapa kamu menangis? atau mengapa kamu marah wahai kancil? Apakah kamu membutuhkan pertolongan?” Dsb.
Bagi orang tua dan pendidik yang ingin memperaktekkan cara ini, saya punya tips dalam bercerita yaitu
• Memperhatikan anak dalam bercerita
• Gunakan ‘body language’
• Jangan terlalu cepat dan gunakanlah intonasi yang berbeda sesuai karakter dengan tekhnik fast, slow, dan pause saat membaca
• Beri anak dorongan untuk berinteraksi dan berpartisipasi misalnya dengan menanyakan pendapatnya tentang pesan moral yang terkandung. Beri juga anak pujian dan pelukan bila dapat menyebutkan pesan moral dan contoh perilaku yang sesuai.
• Bacakan dengan hati dan menggunakan variasi suara, ekspresi wajah, gerakan dan kata-kata yang berulang untuk melibatkan anak masuk dalam cerita
• Kalo bisa ulang cerita yang sama berulang kali karena anak anak akan membangun pemahaman mereka terhadap cerita tersebut. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Alisha 4 thn selalu minta dibacakan cerita yang sama berkali-kali. “Ma, bacain lagi ceritanya.” Jadi saya bisa 3-4 kali membacakan cerita yang sama untuk anak saya.
• Lakukan dramatisasi misalnya dengan menggunakan efek tertawa, merengek, menjerit, berbisik, sedih, meraung, dan meniru suara binatang sesuai karakter dalam cerita
• Selalu menstimulasi anak dengan pertanyaan cerdas seputar cerita dan pertanyaan pancingan tentang kelanjutan cerita menurut anak. Intinya biarkan mereka bertanya
• Beri kesempatan anak bercerita dengan bahasa mereka. Umumnya anak usia tiga tahun sudah mampu menceritakan kembali. Contohnya putri saya Alisha 4 tahun senang membacakan cerita menurut versinya setelah saya bacakan cerita untuknya. Tak perlu diinterupsi biarkan anak mengembangkan imaginasinya saat bercerita.
• Jadikanlah moment membaca cerita sebagai media komunikasi yang menyenangkan
Jadi, tak ada alasan lagi bagi saya untuk malas membacakan buku cerita pada anak ketika tengah capek dan mengantuk Melihat perannya yang begitu besar dalam pembentukan karakter si buah hatiku.. Tentunya dibarengi dengan teladan yang baik juga dari sikap kita sehari-hari karena tidak lucukan bila kita bercerita tentang jeleknya sikap seseorang yang tidak jujur sementara kita orang tuanya suka berbohong di depan anak. Hal ini akan membuat anak menjadi kurang percaya pada kebenaran yang kita utarakan sehingga tidak akan ditiru dan tidak meresap dihati anak karakter baik yang coba kita tanamkan lewat cerita. Contohnya tindakan korupsi yang banyak dilakukan para pemimpin negeri ini. Bukankah awalnya merupakan bibit dari ketidakjujuran dan suka mengambil hak milik orang lain tapi selalu dibiarkan begitu saja? Inilah cara saya menanamkan karakter pemimpin pada anak. Bagaimana dengan Anda?
Kamis, 12 September 2013
Menjadi Ibu Yang Mendidik Dengan Hati
Alhamdulillah akhirnya buku kedua saya terbit juga bulan September 2013 yaitu 'Sukses Mendidik Anak Dengan Qolbu' yang diterbitkan oleh BIP Gramedia
Tebal 180 an halaman
terbit sep 2013
harga 35 ribu
maaf belum lengkap infonya karena belum nerima bukti terbitnya tapi udah edar di toko2 buku kok :)
Seorang pengamat anak, Kak Seto Mulyadi dalam sebuah seminar pendidikan mengatakan bahwa mendidik anak tidak perlu dengan kekerasan dan kekasaran. Mendidik itu dilakukan dengan hati. Kalau anak diajari dengan kasar dan kekerasan, anak tidak akan tumbuh sebagai pembelajar sejati dalam hidupnya. Kak Seto berpendapat bahwa kunci sukses dalam mengajar adalah menciptakan suasana yang ramah. Para pendidik harus bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu para pendidik harus terus belajar dan berpikir secara kreatif dalam mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya secara menyenangkan. Jika hal ini terus menerus diasah, maka anak akan tumbuh menjadi seorang pembelajar yang sejati. Anak-anak akan memahami betul apa makna belajar, yaitu berusaha memahami, merasakan dan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Sebagai orang tua sekaligus pendidik, kita dituntut untuk bisa mendidik anak dengan hati agar anak bisa merasa nyaman untuk mengoptimalkan potensi dirinya..Saya contohkan kisah seorang ibu yang mendidik anaknya dengan hati. Ia seorang single parents asal korea yang memiliki anak cacat bernama Hee Ah Lee. Bayangkan, anaknya hanya memiliki panjang kaki sebatas lutut dengan jari-jari tangan yang hanya berjumlah empat jari. (dua dikiri dan dua dikanan) yang lebih malangnya lagi anaknya juga mengalamai keterbelakangan mental. Bila menilik secara logika, sulit membayangkan anaknya bisa sukses. Tapi berkat ibunya yang penuh cinta kasih dalam mendidiknya juga berkat gurunya yang perduli pada Hee Ah Lee, akhirnya anak tersebut berhasil menjadi seorang pemain piano yang terkenal di Asia bahkan didunia.
Timbul pertanyaan dibenak kita mengapa anak–anak yang cacat fisik dan keterbelakangan mental seperti Hee Ah Lee bisa memiliki prestasi yang mengagumkan? dan memiliki pribadi yang mulia dan bermanfaat bagi sesamanya. Hal ini tak lain karena ibu dan gurunya melihat peserta didiknya dengan
1. Kacamata hati sehingga dia memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus
2. Ibu dan gurunya fokus pada solusi dari persoalan yang dihadapi anaknya, dengan demikian ia bisa menemukan mutiara terpendam dari bakat Hee Ah Lee anaknya
3. Ibu dan gurunya sadar bahwa anak adalah titipan Allah, oleh karenanya ia jaga dengan penuh kearifan
4. Sadar sebagai ibu dan guru yang memang telah dipilih oleh Sang Pencipta, sebab tak semua pendidik sanggup memikul beban seberat itu.
Timbullah kesadaran untuk mencurahkan perhatian pada anaknya. Jadi jangan pernah merasa Tuhan tidak adil bila anak kita memiliki kekurangan atau berbeda dengan anak yang lain karena Allah tahu bahwa sebagai pendidik kita sanggup mengatasinya. Selain itu masalah yang timbul pada anak bisa menjadi ladang amal buat kita bila sabar dalam mendidiknya.
Pentingnya mendidik dengan hati karena hati adalah dasar dari pemikiran. Bila baik hatinya maka baiklah pikirannya. Jadi salah besar bila kita lebih menjejali otak anak dengan nilai-nilai akademik yang tinggi semata sementara hatinya tetap kita biarkan kering dan gersang. Padahal ilmu pengetahuan sendiri berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung (hati) 5000 kali lebih kuat daripada otak. Lantas, mengapa kita hanya berpikir untuk memaksimalkan potensi otaknya saja yang jauh lebih sedikit kualitasnya dari potensi/kekuatan hati?
Kehebatan hati sendiri telah Rasulullah sebutkan dalam hadistnya
“Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, seluruh tubuh akan menjadi baik. Tetapi bila ia rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuh. Segumpal daging itu bernama Qolbu. (HR Bukhari dan Muslim) Rasulullah juga mengatakan “Mintalah Fatwa Keapda Hatimu..” Bahkan Dolly Adler mengatakan “ Seringkali hatimu mengetahui sesuatu jauh sebelum pikiran.” Jadi berusahalah untuk selalu mendengarkan kata hati yang benar.Lalu, bagaimana untuk menjadi pendidik yang mendidik
dengan hati? rahasianya ada dalam buku ini
Tebal 180 an halaman
terbit sep 2013
harga 35 ribu
maaf belum lengkap infonya karena belum nerima bukti terbitnya tapi udah edar di toko2 buku kok :)
Seorang pengamat anak, Kak Seto Mulyadi dalam sebuah seminar pendidikan mengatakan bahwa mendidik anak tidak perlu dengan kekerasan dan kekasaran. Mendidik itu dilakukan dengan hati. Kalau anak diajari dengan kasar dan kekerasan, anak tidak akan tumbuh sebagai pembelajar sejati dalam hidupnya. Kak Seto berpendapat bahwa kunci sukses dalam mengajar adalah menciptakan suasana yang ramah. Para pendidik harus bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu para pendidik harus terus belajar dan berpikir secara kreatif dalam mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya secara menyenangkan. Jika hal ini terus menerus diasah, maka anak akan tumbuh menjadi seorang pembelajar yang sejati. Anak-anak akan memahami betul apa makna belajar, yaitu berusaha memahami, merasakan dan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Sebagai orang tua sekaligus pendidik, kita dituntut untuk bisa mendidik anak dengan hati agar anak bisa merasa nyaman untuk mengoptimalkan potensi dirinya..Saya contohkan kisah seorang ibu yang mendidik anaknya dengan hati. Ia seorang single parents asal korea yang memiliki anak cacat bernama Hee Ah Lee. Bayangkan, anaknya hanya memiliki panjang kaki sebatas lutut dengan jari-jari tangan yang hanya berjumlah empat jari. (dua dikiri dan dua dikanan) yang lebih malangnya lagi anaknya juga mengalamai keterbelakangan mental. Bila menilik secara logika, sulit membayangkan anaknya bisa sukses. Tapi berkat ibunya yang penuh cinta kasih dalam mendidiknya juga berkat gurunya yang perduli pada Hee Ah Lee, akhirnya anak tersebut berhasil menjadi seorang pemain piano yang terkenal di Asia bahkan didunia.
Timbul pertanyaan dibenak kita mengapa anak–anak yang cacat fisik dan keterbelakangan mental seperti Hee Ah Lee bisa memiliki prestasi yang mengagumkan? dan memiliki pribadi yang mulia dan bermanfaat bagi sesamanya. Hal ini tak lain karena ibu dan gurunya melihat peserta didiknya dengan
1. Kacamata hati sehingga dia memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus
2. Ibu dan gurunya fokus pada solusi dari persoalan yang dihadapi anaknya, dengan demikian ia bisa menemukan mutiara terpendam dari bakat Hee Ah Lee anaknya
3. Ibu dan gurunya sadar bahwa anak adalah titipan Allah, oleh karenanya ia jaga dengan penuh kearifan
4. Sadar sebagai ibu dan guru yang memang telah dipilih oleh Sang Pencipta, sebab tak semua pendidik sanggup memikul beban seberat itu.
Timbullah kesadaran untuk mencurahkan perhatian pada anaknya. Jadi jangan pernah merasa Tuhan tidak adil bila anak kita memiliki kekurangan atau berbeda dengan anak yang lain karena Allah tahu bahwa sebagai pendidik kita sanggup mengatasinya. Selain itu masalah yang timbul pada anak bisa menjadi ladang amal buat kita bila sabar dalam mendidiknya.
Pentingnya mendidik dengan hati karena hati adalah dasar dari pemikiran. Bila baik hatinya maka baiklah pikirannya. Jadi salah besar bila kita lebih menjejali otak anak dengan nilai-nilai akademik yang tinggi semata sementara hatinya tetap kita biarkan kering dan gersang. Padahal ilmu pengetahuan sendiri berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung (hati) 5000 kali lebih kuat daripada otak. Lantas, mengapa kita hanya berpikir untuk memaksimalkan potensi otaknya saja yang jauh lebih sedikit kualitasnya dari potensi/kekuatan hati?
Kehebatan hati sendiri telah Rasulullah sebutkan dalam hadistnya
“Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, seluruh tubuh akan menjadi baik. Tetapi bila ia rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuh. Segumpal daging itu bernama Qolbu. (HR Bukhari dan Muslim) Rasulullah juga mengatakan “Mintalah Fatwa Keapda Hatimu..” Bahkan Dolly Adler mengatakan “ Seringkali hatimu mengetahui sesuatu jauh sebelum pikiran.” Jadi berusahalah untuk selalu mendengarkan kata hati yang benar.Lalu, bagaimana untuk menjadi pendidik yang mendidik
dengan hati? rahasianya ada dalam buku ini
Rabu, 11 September 2013
Mencintai Pasangan Dengan Hati
didijunaedihz.wordpress.com
Saya sering menerima berbagai keluhan dari teman-teman seputar permasalahan rumah tangga mereka. Mulai dari curhat tentang suami yang anak mami hingga lebih memihak ibunya daripada istrinya. Suami yang penghasilannya sangat minim hingga tak mampu memenuhi keuangan keluarga. Sementara kebutuhan hidup terus meningkat sehingga si istri sering mengeluh dan menyesali diri mengapa dulu mau menerima lamaran pria yang kini menjadi suaminya. Astaghfirullah….
Yang lebih serunya lagi ketika seorang teman mengadu sambil berurai air mata karena jenuh menghadapi suaminya yang super cuek. Bayangkan setelah 13 tahun menikah, tak pernah sekalipun suaminya mengingat apalagi sampai merayakan ulang tahun pernikahan mereka. Bahkan mengingat ulang tahun si istri pun sering lupa. Apalagi untuk memberikan surprise atau hadiah seperti harapan si istri. Rasanya pengen garuk aspal, geram si istri. Ckckck…saya pun tersenyum geli sekaligus prihatin mendengar penuturannya. Mungkin bagi suaminya hal ini hanya masalah sepele, tapi tidak bagi si istri.
Terus terang saya sendiri pun tak pernah berharap banyak suami mau merayakan ulang tahun pernikahan bersama. Saya sendirilah yang sering mengingatkan “ Bang bulan depan tak terasa usia pernikahan kita sudah mencapai 10 tahun yah. Apakah abang punya rencana di hari special kita,?” Begitulah cara saya membujuk suami hingga dia pun kreatif mengeluarkan ide untuk merayakannya dengan nonton berdua karena kebetulan kami berdua hobi nonton. Setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama. Rasanya sangat romantis meski tak ditemani lilin yang remang-remang hehehee. Namun kebersamaan yang terjalin itulah yang membawa kesan. Apalagi dibarengi dengan saling sharing isi hati. Rasanya semua beban dan persoalan diantara kami menjadi lebih mudah untuk dipecahkan dan dibicarakan.
Yups! Pasangan suami istri adakalanya butuh waktu berdua saja tanpa anak-anak untuk menjalin keintiman. Sehingga rumah tangga menjadi lebih harmonis. Bila perlu, rencanakan juga bulan madu kedua. Mengapa tidak?
Prihatin juga mendengar banyaknya keluhan para istri yang tidak bahagia menjalani pernikahannya. Maka tak heran angka perceraian yang terjadi tiap tahun kian panjang daftarnya di pengadilan agama. Salah satu penyebabnya menurut saya karena masing-masing pasangan tak pernah mau mengutarakan dan mengerti harapan pasangannya sendiri. Terbersitlah ide dikepala saya untuk membantu mengirimkan harapan para istri pada suaminya baik di dunia maya maupun nyata dengan menuliskan harapan mereka dan mengirimkannya lewat pos pada suami masing-masing.
Respon para suami ternyata bermacam-macam menurut pengakuan istri-istri mereka. Ada yang merasa malu dan senyum-senyum sendiri membaca harapan istrinya karena ingin dia bersikap lebih romantis dan mau bilang I love u lagi seperti awal menikah. Ada yang berubah setelah tahu harapan istrinya dan ada juga yang datar-datar aja sambil berkata “Jangan aneh-aneh deh,” gerutu suaminya. Meskipun tak selalu berhasil, tapi saya merasa puas bisa menuliskan dan menyampaikan harapan para istri buat suaminya. Bahkan tak sedikit para istri yang menuliskan harapannya agar suaminya bisa menjadi imam yang baik bagi dirinya dan anak-anaknya. Sungguh sebuah harapan yang mulia dari seorang istri.
Yah, maraknya perceraian dan kasus kegagalan dalam rumah tangga belakangan ini membuat kita jadi merenung mengapa bisa terjadi? Padahal waktu memutuskan untuk menikah masing-masing pihak mengaku sama-sama saling mencintai. Lantas mengapa dua orang yang awalnya membangun rumah tangga berdasarkan cinta akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan alasan tak cocok lagi dan sudah tak mencintai pasangannya lagi. Secepat itukah rasa cinta pergi dari hati mereka? Pastilah ada yang salah dalam hal ini.
Patutlah kita pertanyakan apakah selama ini para pasutri sudah mampu mencintai pasangan dengan hati bukan dengan akal/logika semata? sebagaimana lirik lagu vina vanduwinata cinta itu tak sama dengan logika. Yah, tepatnya cinta perlu disentuh oleh hati yang peka dalam mencintai. Karena bila hanya mengandalkan akal/logika saja maka sesungguhnya akal akan terus mencari kesempurnaan. Sedangkan bila mencintai dengan hati, maka seseorang akan berusaha untuk selalu mendengar suara hati pasangannya. Memberikan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih karena lahir dari lubuk hati yang paling murni. Serta mampu berempati terhadap kebutuhan dan harapan pasangannya.
Intinya dengan hanya mengandalkan cinta secara logika saja tidaklah cukup tanpa diselaraskan dengan hati. Misalnya aku mencintainya karena ketampanannya, kemapanannya dan ketenarannya. Begitu hal-hal yang disebutkan hilang, maka hilanglah rasa cinta. Berbeda bila seseorang yang mencintai dengan hati, ia akan menerima pasangannya apa adanya karena dia tahu pasangannya membutuhkan dirinya sebagaimana dirinya juga membutuhkan pasangannya. Sehingga terciptalah Take And Give dan saling menghebatkan satu sama lain ditengah kekurangan sebagaimana mestinya.
Saya sering menerima berbagai keluhan dari teman-teman seputar permasalahan rumah tangga mereka. Mulai dari curhat tentang suami yang anak mami hingga lebih memihak ibunya daripada istrinya. Suami yang penghasilannya sangat minim hingga tak mampu memenuhi keuangan keluarga. Sementara kebutuhan hidup terus meningkat sehingga si istri sering mengeluh dan menyesali diri mengapa dulu mau menerima lamaran pria yang kini menjadi suaminya. Astaghfirullah….
Yang lebih serunya lagi ketika seorang teman mengadu sambil berurai air mata karena jenuh menghadapi suaminya yang super cuek. Bayangkan setelah 13 tahun menikah, tak pernah sekalipun suaminya mengingat apalagi sampai merayakan ulang tahun pernikahan mereka. Bahkan mengingat ulang tahun si istri pun sering lupa. Apalagi untuk memberikan surprise atau hadiah seperti harapan si istri. Rasanya pengen garuk aspal, geram si istri. Ckckck…saya pun tersenyum geli sekaligus prihatin mendengar penuturannya. Mungkin bagi suaminya hal ini hanya masalah sepele, tapi tidak bagi si istri.
Terus terang saya sendiri pun tak pernah berharap banyak suami mau merayakan ulang tahun pernikahan bersama. Saya sendirilah yang sering mengingatkan “ Bang bulan depan tak terasa usia pernikahan kita sudah mencapai 10 tahun yah. Apakah abang punya rencana di hari special kita,?” Begitulah cara saya membujuk suami hingga dia pun kreatif mengeluarkan ide untuk merayakannya dengan nonton berdua karena kebetulan kami berdua hobi nonton. Setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama. Rasanya sangat romantis meski tak ditemani lilin yang remang-remang hehehee. Namun kebersamaan yang terjalin itulah yang membawa kesan. Apalagi dibarengi dengan saling sharing isi hati. Rasanya semua beban dan persoalan diantara kami menjadi lebih mudah untuk dipecahkan dan dibicarakan.
Yups! Pasangan suami istri adakalanya butuh waktu berdua saja tanpa anak-anak untuk menjalin keintiman. Sehingga rumah tangga menjadi lebih harmonis. Bila perlu, rencanakan juga bulan madu kedua. Mengapa tidak?
Prihatin juga mendengar banyaknya keluhan para istri yang tidak bahagia menjalani pernikahannya. Maka tak heran angka perceraian yang terjadi tiap tahun kian panjang daftarnya di pengadilan agama. Salah satu penyebabnya menurut saya karena masing-masing pasangan tak pernah mau mengutarakan dan mengerti harapan pasangannya sendiri. Terbersitlah ide dikepala saya untuk membantu mengirimkan harapan para istri pada suaminya baik di dunia maya maupun nyata dengan menuliskan harapan mereka dan mengirimkannya lewat pos pada suami masing-masing.
Respon para suami ternyata bermacam-macam menurut pengakuan istri-istri mereka. Ada yang merasa malu dan senyum-senyum sendiri membaca harapan istrinya karena ingin dia bersikap lebih romantis dan mau bilang I love u lagi seperti awal menikah. Ada yang berubah setelah tahu harapan istrinya dan ada juga yang datar-datar aja sambil berkata “Jangan aneh-aneh deh,” gerutu suaminya. Meskipun tak selalu berhasil, tapi saya merasa puas bisa menuliskan dan menyampaikan harapan para istri buat suaminya. Bahkan tak sedikit para istri yang menuliskan harapannya agar suaminya bisa menjadi imam yang baik bagi dirinya dan anak-anaknya. Sungguh sebuah harapan yang mulia dari seorang istri.
Yah, maraknya perceraian dan kasus kegagalan dalam rumah tangga belakangan ini membuat kita jadi merenung mengapa bisa terjadi? Padahal waktu memutuskan untuk menikah masing-masing pihak mengaku sama-sama saling mencintai. Lantas mengapa dua orang yang awalnya membangun rumah tangga berdasarkan cinta akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan alasan tak cocok lagi dan sudah tak mencintai pasangannya lagi. Secepat itukah rasa cinta pergi dari hati mereka? Pastilah ada yang salah dalam hal ini.
Patutlah kita pertanyakan apakah selama ini para pasutri sudah mampu mencintai pasangan dengan hati bukan dengan akal/logika semata? sebagaimana lirik lagu vina vanduwinata cinta itu tak sama dengan logika. Yah, tepatnya cinta perlu disentuh oleh hati yang peka dalam mencintai. Karena bila hanya mengandalkan akal/logika saja maka sesungguhnya akal akan terus mencari kesempurnaan. Sedangkan bila mencintai dengan hati, maka seseorang akan berusaha untuk selalu mendengar suara hati pasangannya. Memberikan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih karena lahir dari lubuk hati yang paling murni. Serta mampu berempati terhadap kebutuhan dan harapan pasangannya.
Intinya dengan hanya mengandalkan cinta secara logika saja tidaklah cukup tanpa diselaraskan dengan hati. Misalnya aku mencintainya karena ketampanannya, kemapanannya dan ketenarannya. Begitu hal-hal yang disebutkan hilang, maka hilanglah rasa cinta. Berbeda bila seseorang yang mencintai dengan hati, ia akan menerima pasangannya apa adanya karena dia tahu pasangannya membutuhkan dirinya sebagaimana dirinya juga membutuhkan pasangannya. Sehingga terciptalah Take And Give dan saling menghebatkan satu sama lain ditengah kekurangan sebagaimana mestinya.
Rabu, 04 September 2013
Pohon Cinta Pernikahan
bagindaery.blogspot.com
Saya mengibaratkan sebuah pernikahan itu umpama pohon cinta, yang akan terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang manis melewati sebuah proses. Semakin kuat akarnya, maka semakin kuatlah pohon itu tegak berdiri. Dalam pernikahan akar diibaratkan sebuah komitmen yang ada pada suami maupun istri. Komitmen untuk saling setia mengarungi bahtera rumah tangga baik dalam suka maupun duka. Jadi bukan hanya setia pada saat senang saja. Semakin kuat komitmen yang ada, maka semakin kuatlah biduk rumah tangga tersebut.
Proses yang dilewati untuk bisa menghasilkan buah yang manis dalam pernikahan, pastilah membutuhkan waktu, kesabaran dan penyesuaian. Ibarat pohon yang menyesuaikan dengan musim tertentu untuk bisa memproses makanan di daun. Misalnya dimusim yang banyak sinar mataharinya sebagai salah satu factor yang diperlukan dalam fotosintesis selain air dan udara. Sehingga kita kenal musim-musim buah pada bulan tertentu. Begitu juga pernikahan, dibutuhkan adaptasi tiada henti untuk bisa mengecap manisnya buah kehidupan berumah tangga. Juga kesabaran dalam melewati proses yang penuh gelombang yang selalu siap menghantam.
khezo.com
Adapun sinar matahari adalah gambaran dari paparan cahaya cinta yang terus menerus harus ada menerangi kehidupan suami istri. Sedangkan air ibarat hubungan yang selalu disirami dan disuburkan dengan komunikasi yang sehat. Udara sendiri saya ibaratkan adalah ilmu yang harus terus diserap oleh pikiran pasutri dalam membangun pernikahan yang agung. Dimana bangunan itu haruslah dikerjakan dengan ilmu yang mumpuni dalam mendesain bangunan itu agar terlihat indah dan dapat berdiri kokoh.
panda-holicious.deviantart.com
Tak cukup sampai disitu, sebuah pohon agar terus bertumbuh tentulah harus terus diberi pupuk. Nah, dalam pernikahan pupuk itu bernama keimanan. Bila terus disirami setiap hari tanpa henti, maka tumbuhnya akan lebih sempurna dan memuaskan. Tak inginkah Anda memiliki sebuah rumah tangga yang megah bak istana? Yang dirancang dengan begitu indah dan mewah juga kokoh. Untuk itu diperlukan seorang arsitek yang cerdas dan berpengalaman. Semoga Anda dan pasangan mampu menjadi arsitek ulung untuk rumah tangganya hingga menjadi istana cinta nan abadi
Saya mengibaratkan sebuah pernikahan itu umpama pohon cinta, yang akan terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang manis melewati sebuah proses. Semakin kuat akarnya, maka semakin kuatlah pohon itu tegak berdiri. Dalam pernikahan akar diibaratkan sebuah komitmen yang ada pada suami maupun istri. Komitmen untuk saling setia mengarungi bahtera rumah tangga baik dalam suka maupun duka. Jadi bukan hanya setia pada saat senang saja. Semakin kuat komitmen yang ada, maka semakin kuatlah biduk rumah tangga tersebut.
Proses yang dilewati untuk bisa menghasilkan buah yang manis dalam pernikahan, pastilah membutuhkan waktu, kesabaran dan penyesuaian. Ibarat pohon yang menyesuaikan dengan musim tertentu untuk bisa memproses makanan di daun. Misalnya dimusim yang banyak sinar mataharinya sebagai salah satu factor yang diperlukan dalam fotosintesis selain air dan udara. Sehingga kita kenal musim-musim buah pada bulan tertentu. Begitu juga pernikahan, dibutuhkan adaptasi tiada henti untuk bisa mengecap manisnya buah kehidupan berumah tangga. Juga kesabaran dalam melewati proses yang penuh gelombang yang selalu siap menghantam.
khezo.com
Adapun sinar matahari adalah gambaran dari paparan cahaya cinta yang terus menerus harus ada menerangi kehidupan suami istri. Sedangkan air ibarat hubungan yang selalu disirami dan disuburkan dengan komunikasi yang sehat. Udara sendiri saya ibaratkan adalah ilmu yang harus terus diserap oleh pikiran pasutri dalam membangun pernikahan yang agung. Dimana bangunan itu haruslah dikerjakan dengan ilmu yang mumpuni dalam mendesain bangunan itu agar terlihat indah dan dapat berdiri kokoh.
panda-holicious.deviantart.com
Tak cukup sampai disitu, sebuah pohon agar terus bertumbuh tentulah harus terus diberi pupuk. Nah, dalam pernikahan pupuk itu bernama keimanan. Bila terus disirami setiap hari tanpa henti, maka tumbuhnya akan lebih sempurna dan memuaskan. Tak inginkah Anda memiliki sebuah rumah tangga yang megah bak istana? Yang dirancang dengan begitu indah dan mewah juga kokoh. Untuk itu diperlukan seorang arsitek yang cerdas dan berpengalaman. Semoga Anda dan pasangan mampu menjadi arsitek ulung untuk rumah tangganya hingga menjadi istana cinta nan abadi
Langganan:
Postingan (Atom)
translasi
meninjau polling pengunjung
!-- Start of StatCounter Code -->














