novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Selasa, 27 Mei 2014

Ini Bukti Cintaku Untukmu Mande (Ibu)

Dia masih menggengam sebuah buku dengan rona bahagia. Euforia singgah dihatinya saat ini. Kala menatap buku ditangannya akhirnya diterbitkan juga di sebuah penerbit besar dan ternama. Elexmedia…..Rasanya tak percaya membayangkan impiannya bisa terwujud.  Untuk menerbitkan sebuah novel dengan bertuliskan namanya di sampul depan buku . Apalagi saat ia menatap bukunya terpajang di rak toko buku besar di Jakarta. Rasa bangga menyelinap begitu saja. Namun ditengah-tengah rasa bahagia, bangga dan euforianya, tiba-tiba wajahnya menciut takut mengingat kalau-kalau monster itu juga akan merenggutnya. Monster yang telah merenggut tiga orang yang ia sayangi, Monster yang tak punya hati karena dengan begitu saja mengambil nyawa kedua kakak dan Mandenya (ibu) dengan cara yang menyakitkan dan mengenaskan. Bukan tak mungkin monster itu juga suatu hari akan merenggut nya juga.




Kakak sulungnya merupakan anak kebanggaan keluarga termasuk bagi Mande. Anak yang begitu istimewa menurut Mande karena sedari kecil selalu mengukir prestasi hingga akhirnya bisa mendapatkan bea siswa keluar negeri. Namun disaat hidup Uda yang ia banggakan mencapai puncak kejayaannya, monster itu seenaknya merenggut Udanya . Setelah sebelumnya dia juga merenggut Uda (abang) keduanya yang dikenal sangat dermawan dan ramah semasa hidupnya. Hingga begitu banyak orang yang menangis menatap jasadnya. Bahkan ketika hendak dimakamkan, berduyun-duyun orang mengerubunginya. Begitu juga orang-orang yang hendak menshalatinya di mesjid, berebut tempat hingga penuh sampai keluar halaman. Seolah-olah mereka tak ingin melewatkan hari terakhir bersama sebelum Udanya itu dimakamkan. Dan korban berikutnya Mande yang sangat ia sayangi dan kagumi karena ketabahannya selama merawat sebelas orang anaknya di tengah kesulitan ekonomi.



Akh Mande ….Sebenarnya disaat menggoreskan pena ini, rasanya aku tak sanggup menahan kristal bening yang mendesak keluar dari kedua pelupuk mataku. Motivasi darimulah yang membuatku ingin selalu berbagi tulisan yang inspiratif dan penuh manfaat buat dunia. Aku ingat saat pertama kali memulai karirku di dunia tulis menulis. Kaulah orang pertama yang selalu memompa semangatku dengan ucapan yang meneguhkanku.
“Nak, teruslah berjuang mengukir dunia dengan tulisanmu yang penuh manfaat bagi semua orang. Sebab menulis adalah sebuah perjuangan yang akan kau kecap imbalannya di akhirat kelak,” ucapmu berkali-kali disaat semangatku melemah kala tak satupun cerpenku dimuat di media. Caramu mendukungku sangat indah dan mengharukanku. Hingga terus membekas dihati anak perempuanya yang paling kecil ini yaitu aku.

Masih kuingat waktu bersejarah itu. Penuh euphoria,  kuberitahu padamu tentang cerpenku yang akhirnya dimuat dengan judul ‘Rumah Mande’ di annida-online dan alhamdulillah menjadi cerpen pilihan pembaca nop 2009 hingga dibuatkan video testimoninya. Dengan antusias Mande memintaku untuk membacakan cerpenku itu untuknya. Berhubung mata Mande sudah kabur dan tak bisa lagi melihat, maka dengan senang hati aku membacakannya untuk Mande. Dengan tekun Mande menyimak sampai ceritanya selesai kubaca. Begitulah, setiap ceritaku dimuat di media, Mandelah orang pertama yang ingin tahu tentang isi cerpenku. Membuatku semakin termotivasi untuk terus menulis hingga kini. Lagi…dan lagi meski tak selalu tulisanku dimuat. Tapi aku belajar darimu untuk tak pantang berputus asa.





Kerap kusesali, mengapa Tuhan tak pernah mencegah disaat monster itu datang mengunjungi satu persatu anggota keluarganya? Lalu membawa mereka pergi dengan cara yang tak ingin ia ingat seumur hidupnya karena begitu menyakitkan. Monster yang telah meninggalkan bekas trauma dihatinya, hingga kecemasan dan ketakutan selalu menggelayutinya. Yah monster yang sedikitpun tak mengenal rasa cinta saat sudah berhadapan dengan korbannya.

Mengapa oh mengapa? Sang Pemilik hidup tak mengulurkan pertolongan dan keajaibannya untuk keluarganya. Disaat Monster itu telah semena-mena menyakiti dan mengambil paksa orang-orang terbaik dikeluarganya. Tanya mengapa itu terus mengganggu pikirannya. Namun tiba-tiba dia tersentak kala kembali menatap novel ditangannya. Sebuah bisikan malaikat menenangkannya. “Kamu harus ikhlas karena mereka sudah tenang di alam sana. Surga telah menanti mereka karena kesakitan yang mereka alami telah menggugurkan dosa-dosa mereka.”




Allahu Akbar... dia tersadar bahwa selama ini rasa tidak ikhlasnya lah yang telah membuatnya terpuruk dalam kubangan duka. Harusnya dia menyadari bahwa Yang Kuasa berhak mengambil nyawa siapapun termasuk ketiga orang keluarganya itu karena Dialah Pemilik Hidup hambanya yang sejatinya telah tertulis di Lauh Mahfuz jauh sebelum ia dan keluarganya dilahirkan. Kini rasa haru itu menyelimutinya karena banyak hikmah luar biasa yang ia dapatkan lewat Monster yang bernama kanker itu. Yah, kini dia menjadi lebih menghargai hidup. Lewat monster itu juga dia mendapakan sebuah ilmu bernama ‘ikhlas’ Ilmu yang tidak dipelajari disekolah manapun. Tapi hanya di dapat lewat sekolah kehidupan yang penuh kepahitan dan kesedihan. Akibat kehilangan orang-orang yang dicintai.

Mande…Kehangatan cinta ini tetap untukmu. Meski sorot matamu kini tak lagi bernyawa. Tak lagi sehangat dekapan dan belaianmu. Yang kini hanya tinggal cerita

Mande…Binar cintaku ini tetap milikmu Meski binar bahagia dimatamu yang keriput redup ditelan usia. Tak lagi memiliki arti seperti dulu. Karena kini kau tergeletak lemah tanpa daya

Mande…Kurindu sinar kecemasan itu dimatamu. Saat mendapati diriku bermuram durja. Biarlah kini kecemasan itu menjadi milikku. Yang kian hari dipenuhi rasa putus asa

Mande…Tak akan mungkin kulupa. Kedua pelupuk matamu yang menganak sungai oleh air mata. Disaat bermunajat disepertiga malam demi keberhasilan ananda

Tapi kini kedua pelupuk mata tuamu selalu basah oleh air mata derita. Karena maut yang kelam mulai menggerogoti tubuhmu nan renta. Oleh penyakit yang tak mengenal hati dan cinta.
Oh Mande…Waktu telah menjawab segala. Betapa cintamu selalu mengalir untukku. Bagaikan ricik air cinta yang tak pernah kering dihatimu

Ya Robbi! Perkenankanlah pintaku Pinta yang kujalin dengan sepenuh cinta untuk Mande. Dari tasbih, zikir dan doa, agar kulihat lagi cinta dimatanya. Cinta yang tulus dan abadi hingga akhir masa.
    
. Selamat jalan Mande…Kaulah motivator sejatiku….Untuk Mengobati rasa rinduku dan juga sebagai bukti cintaku, aku hanya bisa mengabadikan kisah hidupmu dan keluarga kita dalam buku ‘Rumah Mande’ yang aku tulis ini. Semoga kisahmu bisa membawa inspirasi bagi banyak anak di dunia ini agar lebih mencintai ibu mereka selagi masih bisa mereka dekap penuh cinta.




Sabtu, 24 Mei 2014

Tanamkan Karakter Hidup Sehat Dari Rumah

Menanamkan karakter hidup sehat pada anak sebenarnya tidaklah sulit, asalkan dilakukan dengan penuh cinta. Selain lewat teladan orangtua yang lebih dulu melakukannya. Jadi tak hanya memerintah saja, karena anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Tentu semuanya dimulai dari rumah. Sebagai orang tua saya menerapkan karater hidup sehat lewat 3 langkah yaitu dengan menanamkan


1. Pola Makan Sehat yang dimulai dari kebiasaan

* Sarapan pagi yang cerdas. 




Menurut saya sarapan yang cerdas itu

1.    Mengandung Zat Gizi Yang Lengkap Seperti Karbohidrat, Protein Dan Mineral. Bila anak tidak mau makan nasi tetap berikan sarapan selain nasi yang sarat gizi yang mengandung karbohidrat, protein dan mineral seperti roti yang berisi potongan daging atau irisan telur. Lebih bagus lagi ditambah sayur seperti irisan selada atau tomat. Kita juga bisa memberi gandum yang dimasak dengan susu. Bila anak tetap tidak suka alternatif lainnya bisa diberi cereal. Yang terpenting bukan apa sarapannya dan hanya mengenyangkannya saja, tapi anak suka dan dapat memenuhi gizi hariannya.

2.    Tidak Berlebihan Kandungan Gulanya
Pada umumnya anak suka makanan yang manis seperti halnya anak juga suka makan permen. Yups dalam tubuh manusia memang ada reseptor rasa manis, bahkan gen khusus untuk rasa manis. Tak heran anak-anak akrab dengan camilan yang manis-manis. Boleh-boleh saja selama masih dalam batas normal yaitu tidak lebih dari 30 gram (6 sendok teh) dalam satu hari. Bila berlebih akan merusak gigi anak dan memicu timbulnya obesitas.
Sebenarnya kita bisa memberikan alternatif sumber rasa manis yang lain misalnya dari buah-buahan. Jadi gak melulu permen, coklat dan teman-temannya. Kalo anak sudah makan makanan yang manis, hindari untuk memberinya minuman yang manis juga seperti soft drink tapi lebih baik beri air mineral.

3. Variatif
Saya sendiri harus memutar otak kreatif saya agar bisa menyajikan menu sarapan yang yang berganti-ganti agar anak tidak mudah bosan. Terkadang agar lebih praktis saya menyiapkan satu menu dengan gizi yang lengkap seperti spaghetti yang dicampur dengan irisan daging ayam, wortel dan parutan keju yang hampir disukai oleh semua anak termasuk anak saya. Jadi dalam satu masakan gizinya terpenuhi semua. Dilain hari saya siapkan nasi goreng plus ayam cincang dan irisan timun dan wortel.

4. Siapkan Dengan Sepenuh Cinta
Tak jarang saya mengajak anak untuk membantu menyiapkan sarapan pagi.



Lalu mengajak semua anggota keluarga untuk makan bersama. Ternyata hal ini selain mempererat ikatan keluarga juga bisa membuat anak–anak merasa senang melakukan sarapan setiap harinya, karena merasakan adanya kebersamaan dan keharmonisan. Sebagai contoh anak saya tidak mau bila sarapannya yang masak asisten rumah tangga bukan saya meskipun menu yang dimasak sama. Biasanya mereka akan cemberut dan tidak lahap menyantap sarapannya. Hal ini terjadi ketika suatu saat saya sakit dan memilih beristirahat daripada terjun kedapur.

5. Memberi Bekal Sehat
Alternatif lainnya yang saya lakukan bila anak sesekali tidak sempat makan pagi. Tentunya bekal yang sehat adalah yang kaya serat, mengandung karbohidrat dan mineral. Kandungan ini dapat menjadi bahan bakar otak bagi anak.

Yah, sebagai orang tua kita harus menyiapkan sarapan untuk si buah hati.meskipun anak kerap mengeluh saat disuruh. Namun lama-lama mereka akan menyadari bahwa kebiasaan untuk selalu sarapan pagi itu menyehatkan, menyenangkan dan dapat menunjang konsetrasi berpikir mereka dalam menyerap pelajaran. Selain menghindarkan mereka dari keinginan untuk jajan di sekolah, karena bila sudah kenyang sarapan dan dibekali dari rumah, anak tak lagi jajan. Apalagi banyak jajanan yang belum tentu bersih serta mengandung pengawet dan pewarna buatan yang berbahaya bagi tubuh. Untuk itulah anak-anak saya tak pernah protes diberi jajan hanya Rp 2000 . Yang ada uang jajan mereka tetap utuh dan ditabung karena tidak ada yang dibelanjakan


- Tips Memilih Kotak Makanan/Minuman Untuk Anak

Desainnya sesuai dengan usia anak yaitu yang bentuknya ramping sehingga bisa digenggam jari-jarinya yang masih mungil, bersudut tumpul sehingga tidak menusuk dan mudah dibuka-buka.

Pilihlah ukuran kecil  Biasanya makanan yang dibawa anak juga tidak banyak seperti setangkup roti, biscuit dan sepoting sandwich. Selain itu lebih ringan dan mudah dimasukkan ke dalam tas.

Bahannya terjamin Melihat apakah ada tulisan food grad. Bila iya berarti bahan yang digunakan aman untuk menyimpan makanan/minuman si kecil. Pastikan juga bila kotak makanan terbuat dari plastik apakah baunya menyengat seperti bau ember plastik.

Mudah dibuka dan ditutup. Kemampuan anak untuk membuka dan menutup kotak makan/minumnya merupakan stimulasi bagi motorik halusnya. Jadi jangan pilih bukaan yang terlalu rumit.
Pastikan tidak mudah tumpah Anak usia ini masih suka berlari kesana kemari sehingga makannya bisa tumpah mengenai baju dan tasnyap. Pilihlah kotak makanan yang kedap udara yang menjamin makanan/minumnya tidak mudah tumpah.Tupperware merupakan bahan yang aman untuk tempat bekal anak-anak saya dari segi bahannya yang sehat dan kemasannya yang ringan serta kedap udara dan tidak mudah tumpah.

   * Menjaga Berat Badan Seimbang

Kita sering beranggapan bahwa anak gemuk itu sehat dan lucu. Ada anggapan juga bahwa bila anaknya gemuk berarti kita telah berhasil sebagai orang tua. Benarkah? Obesitas sendiri didefinisikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Perlu diketahui meskipun lemak dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan energi, penyekat panas, dan penyerap guncangan tetapi bila berlebihan tentu dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit serangan jantung, stroke dan penyakit serius lainnya yang akan meningkat di usia sekitar 30-40 tahun. Maka sebaiknya obesitas ditanggulangi sejak dini.
Begitu memprihatinkannya masalah obesitas di berbagai negara ini, sampai-sampai WHO pada tahun 1998 menyatakan ‘obesitas sudah dalam tingkat epidemik’ yang kalau dibiarkan akan menjadi obesitas global. Secara kasat mata obesitas memiliki ciri yaitu wajah membulat, pipi tembam, dagu bertumpuk dan leher relatif pendek, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat. Timbangan badannya juga jauh diatas ideal. Untuk itulah menjaga berat badan anak sebaiknya sudah dimulai sejak dini. Dan bila pembentukan jaringan lemaknya terjadi sebelum usia 5-7 tahun, anak memiliki kecenderungan obesitas saat dewasa.

                                
                                                                 life.viva.co.id

 Penyebab Obesitas Sendiri umumnya karena

Faktor Genetik
Anak yang berasal dari keluarga yang rata-rata memiliki berat badan berlebih, akan cenderung menurun pada anaknya.

Faktor Psikologis
Saat anak stres atau bosan melampiaskannya dengan makan terlalu banyak. Biasanya anak seperti ini berasal dari keluarga yang memiliki kecenderungan serupa. . bahkan tak jarang anak sekarang makan bukan hanya untuk mengatasi rasa laparnya tapi memenuhi kepuasan terhadap makanan kegemarannya

Faktor Sosial
Perubahan gaya hidup yang lebih memilih makanan siap saji seperti junkfood, gula-gula dan penganan gurih yang biasanya memang enak. Orangtuanyalah yang harus membatasi dan mengendalikan anak terhadap makanan instan yang kaya lemak dan karbohidrat ini tetapi rendah serat seperti burger, pizza, kentang goreng, es krim, coklat dan berbagai merek ayam goreng.

Mengkomsumsi Makanan Berkalori Tinggi Diantaranya:
- Makanan cepat saji
- Jajanan gorengan
- Minuman brsoda
- Daging olahan

Resiko Obesitas
-Secara fisik anak bisa terkena diabetes, penyakit jantung, perlemakan hati, aktivitas terhambat, gangguan sendi dan tulang, gangguan tidur dan ruam kulit
- Secara psikis anak akan menjadi kurang percaya diri karena sering diolok-olokan teman-temannya.


2. Pola Hidup Sehat

- Membiasakan anak mandi dua kali sehari agar tubuhnya bersih dari kuman



- Membiasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan agar terhindar dari penyakit diare dan beritahu anak-anak langkah-langkah mencuci tangan yang tepat sbb:

    Pertama. Basahi dulu kedua telapak tangan dengan menggunakan air yang mengalir. Lalu ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan adik-adik secara lembut.
    Kedua. Setelah itu usap dan gosok kedua punggung tanganmu secara bergantian.
    Ketiga. Teruskan dengan menggosok jari-jari tanganmu hingga ke sela-sela jari sampai bersih.
    Keempat. Lanjutkan dengan menggosok ujung jari, ibu jari secara bergantian
    Kelima. Bersihkan juga kedua pergelangan tanganmu secara bergantian dengan air mengalir. Setelah itu lap tanganmu dengan handuk agar kering.

- Membiasakan anak anak minum air putih karena lebih sehat dan banyak manfaatnya untuk tubuh 




Biasanya pagi hari sebelum sarapan dan makan, anak anak saya beri air putih dulu untuk menetralkan asam lambung yang meningkat di malam hari. Selain untuk memperlancar buang air besar pada anak-anak. Juga menanamkan kebiasaan lebih banyak minum air putih dibandingkan minum lainnya seperti teh manis, kopi, dan minuman ringan.
 

3.Pola Lingkungan Sehat


Ajak anak anak untuk ikut menjaga lingkungan dengan mengajaknya


- Membuang sampah pada tempatnya. Sejak dini anak-anak saya sediakan tong sampah tak hanya dirumah, tapi juga dikamarnya. Akhirnya kebiasaan membuang sampah di tempatnya ini menjadi kebiasaan anak anak.

- Mencintai tanaman dengan tidak memetiknya sembarangan dan mengajaknya menanam di halaman rumah. Anak saya paling suka bunga dan selalu ingin memetiknya dan membawanya pulang. Saya pun menjelaskan pada anak bahwa bunga juga makhluk hidup, kalau dipetik bisa mati dan layu. Padahal bunga dan tanaman dapat membuat udara menjadi lebih sehat dan segar karena mengandung oksigen. Akhirnya anak-anak tak lagi tega memetik bunga.




- Menjaga kebersihan kamarnya dan rumah.
 Saya biasakan sejak dini anak anak membersihkan kamarnya sendiri dan menjelaskan pada mereka bahwa kamar yang kotor tidak sehat dan tidak nyaman untuk ditempati..Untuk itulah kamar perlu dibersihkan setiap hari.

- Kalau perlu ajak anak seminggu sekali kerja bakti . Selain menambak keakraban antara keluarga, anak pun tumbuh kesadarannya bahwa kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya perlu dijaga.

Dengan menanamkan 3 pola diatas, diharapkan anak kita tumbuh sehat, mandiri dan ceria 

https://www.facebook.com/TupperwareID?ref=ts&fref=ts

Sabtu, 12 April 2014

Cinta Rasa Kiwi - Cerpen

" TEETT…Teeettt…..!"
Bis berwarna kuning kemerahan segera berhenti tepat di depan sebuah halte ketika mendengar suara bel dari kursi salah satu penumpangnya. Seorang wanita berbalut mantel berbulu bergegas turun dengan langkah gesit. Melihat ke kiri dan kanan dengan wajah lelah sebelum menyebarang jalan untuk menuju ke apartemen mungilnya.. Kehangatan mulai menyergap tubuhnya begitu memasuki apartemen. Setelah beberapa menit tubuh langsingnya bergelut dengan udara dingin di sepanjang jalan kota Auckland. Tapi tidak dengan hatinya sejak ditinggal Eki suaminya, yang memilih pindah apartemen.

Hal pertama yang dilakukannya adalah menuju dapur sambil membawa sekantung buah yang baru saja ia beli di supermarket Two Double Seven. Salah satu supermarket terbesar di kota Auckland. Sebelum ia menuju kamarnya yang lengang tanpa suara dan sambutan hangat Eki seperti biasanya. Memilih dan mengupas buah yang kulit dan rupanya mirip sawo itu dengan sepenuh cinta untuk ia buat jus yang menyegarkan.

Gold kiwi lebih ia sukai daripada Green kiwi. Selaian rasanya yang lebih nikmat, ada bonus tambahan yaitu vitamin E yang lebih tinggi untuk kecantikan kulitnya. Sebagaimana dirinya yang selalu mengejar bonus tambahan jam kerja agar dolarnya juga bertambah. I love it! Di tengah aroma kiwi yang unik, terngiang-ngiang kembali perkataan Eki sebulan yang lalu.

"Kapan tabungan kita bisa penuh, kalo terus kamu kirimkan ke Bandung? Aku kecewa padamu dalam hal mengatur keuangan rumah tangga kita. Tak mungkin kan, seumur hidup kita bekerja keras terus di negeri asing?" protes Eki di tiga tahun usia pernikahan mereka.

Deg! Serasa beribu-ribu benda tajam menusuk ulu hatinya di tengah kebimbangan akut. Siapa yang harus ia pilih? Keluarganya atau suaminya? Akh, terlalu sulit sebab keduanya bukanlah untuk dipilih.

Tapi untuk diajak bekerja sama agar bisa mengerti dirinya. Mamanya dan adik-adiknya yang selalu menuntut uang untuk biaya hidup karena terbiasa hidup enak ataukah Eki suaminya yang gajinya tak setinggi dirinya.

Sehingga dia harus lebih bekerja ekstra demi kelangsungan keuangan rumah tangga mereka dan keuangan keluarganya.

Dulu selama ayahnya baru menjabat sebagai pengacara, fasilitas hidup mereka terasa membuai. Rumah besar, mobil kantor dan gaji ayah yang lumayan. Namun semua fasilitas dan kemewahan hidup melayang sejak ayahnya tak pernah mau menerima uang sogokan. Yah, sebagai pengacara ayahnya kelewat lurus.

Bagi ayahnya bekerja adalah sebuah kecintaan dan pengabdian, bukan semata-mata karena uang. Sepeninggal ayahnya, prinsip itu terus ia pegang dengan mencari uang secara halal meski harus membanting tulang.

Dia kembali asyik dengan kiwi di tangannya. Meskipun bayang-bayang kepahitan hidup terus mengganggunya. Pertama kali mengenal dan merasakan khasiat buah kiwi yang dahsyat, dia mulai jatuh cinta karena merasakan adanya kecocokan dengan buah unik ini.

Kandungan antioksidannya yang tinggi dan vitamin C nya yang dua kali lipat lebih banyak dari buah yang lainnya memang sangat dibutuhkan untuk stamina tubuhnya yang sering bekerja di luar batas.

Sayangnya mengapa tak secocok dirinya dengan Eki? Terutama dalam hal keuangan. Lelaki yang telah mampu membuatnya jatuh cinta dibanding lelaki-lelaki yang selama ini pernah mengejarnya. Eki memang beda, karena berani meluluhkan hati seorang wanita yang kelewat mandiri dan tangguh seperti dirinya. Akibat terus ditempa oleh hidup yang tidak ringan.

Sementara lelaki lain memilih mundur teratur karena menganggap dirinya adalah wanita yang tak membutuhkan pendamping. Wanita yang tak umum di mata pria yang hanya beranggapan bahwa wanita adalah makhluk lemah yang harus selalu dilindungi dan dijaga bak porselen. Sementara dirinya terbiasa memecahkan semua persoalan hidupnya sendirian.

Tapi benarkah demikian? Sejatinya dia juga seorang wanita yang butuh penguatan dari seorang pria sejati.

Tapi untuk detik ini dia tak butuh Eki ataupun mesin penghangat apa pun untuk kembali membuat hatinya yang dingin menjadi panas kembali oleh semangat yang membara. Yang dia butuhkan hanyalah segelas jus kiwi yang segar dan menggoda. Meskipun tak ia pungkiri kehadiran Eki dalam hidupnya semakin membakar geloranya, terutama dalam bekerja.

Namun Eki sendiri juga yang berusaha melumerkan kehangatan itu lewat sikapnya yang lebih dingin dari salju negara manapun di musim dingin yang menggigit. Hingga kengiluan yang teramat perih mengalir di sekujur tubuh ringkihnya.

Dia benar-benar butuh pertahanan lebih untuk raganya yang mulai membeku kedinginan dan terkepung keletihan yang amat sangat akibat bekerja lembur beberapa hari ini.

Jangan sampai fisiknya ambruk karena kurangnya suplemen penting penopang hari-harinya selama di negeri orang. Pilihannya jatuh pada suplemen alami yaitu buah yang bertekstur halus dengan rasanya yang unik. Buah dengan perpaduan rasa manis dan asam yang sempurna. Seunik asam manisnya cinta yang ia alami. Yah, Buah Kiwi! Buah yang namanya diambil dari nama burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru. Yang menjadi simbol nasional negara persemakmuran ini.

Cerita hidupnya sendiri dimulai ketika ia memutuskan untuk pergi ke Auckland karena desakan ekonomi. Setelah puas mengadu nasib sebelumnya di negeri Jiran Malaysia dan Hongkong sebagai Babu.

Tapi sesampainya di negeri Kiwi tak mudah untuk segera mendapatkan pekerjaan. Tak seperti di Malaysia atau Hongkong yang banyak membutuhkan tenaga rumah tangga. Di Auckland pekerjaan seperti itu jarang ada lowongan. Paling banyak diterima sebagai tukang cuci piring atau chef. di restoran-restoran. Pernah hampir 3 hari ia berkeliling berjalan kaki mencari pekerjaan.

Sampai akhirnya di sebuah cafe Turki di daerah ponsonby ia diberi kesempatan untuk dipekerjakan sebagai tukang cuci piring. Ia ingat, malam itu malam Sabtu, weekend, restoran lumayan ramai.

Perihnya ia yang tidak punya pengalaman sama sekali hingga jadi bulan-bulanan. Diperintah dengan nada yang tinggi, dibentak, dimaki-maki karena tidak tau cara mengoperasikan dish washer. Ia juga disuruh bekerja lebih cepat, lebih cepat lagi. Padahal sudah setengah mati ia berusaha untuk bekerja secepat yang ia sanggup.

Setelah semua pekerjaan selesai-- piring-piring dan semua perkakas bersih-- sampah-sampah sudah dibungkus rapi dan diletakkan di tempat sampah--seluruh lantai yang lumayan luas sampai dengan toilet sudah mengkilat ia pel, dengan entengnya mereka mengatakan padanya bahwa ia tidak dapat bekerja lagi di tempat itu. Ternyata mereka hanya memanfaatkan tenaganya saja! karena tukang cuci piring mereka yang juga orang Turki tidak datang malam itu.

Tragisnya lagi ia sama sekali tak diberi upah atas kerja kerasnya malam itu. Akhirnya dengan keadaan keuangan yang masih tak menentu, ia hanya bisa tinggal di lantai atas sebuah toko milik seorang imigran dari Afghanistan yang berada di daerah Queen Street. Tempatnya lusuh dan tidak terawat, hanya saja lapang dan dapat ditiduri banyak orang. Jadi ia bisa menghemat pengeluaran untuk tempat tinggal karena cara membayar sewanya secara keroyokan tiap minggunya.

Sampai akhirnya keberuntungan berpihak padanya. Seorang teman yang berasal dari Jakarta, menawarinya pekerjaan untuk menggantikannya sebagai Kitchen Hand. Meski sedikit senang karena akhirnya mendapatkan pekerjaan, ia bertekad untuk memperbaiki nasib! Bukan hanya karena tangannya sering bengkak akibat mencuci piring seharian-- sebab ukuran piringnya yang jauh lebih besar dari piring di negerinya.

Alasan lainnya tak mungkin selamanya ia menjadi tukang cuci piring di negeri orang. Harus terjadi perubahan agar penghasilannya meningkat. Untuk itulah di tengah mengurusi piring-piring yang kotor, ia sempatkan untuk belajar memasak pada Paul, chef senior restaurant.

Akhirnya kesempatan itu datang juga padanya. Ternyata buatannya dipuji oleh head chef. Sejak itu ia dipercayakan untuk mengolah aneka dessert dan muffin untuk breakfast. Sampai akhirnya ia bisa membuat bermacam-macam aneka dessert, muffin dan cake. Dia pun terus mengolah keahliannya sebagai chef baru.

Disamping ilmunya ia dapatkan dari para chef, ia juga rajin browsing resep lewat internet dan mencobanya di kitchen berdasarkan kreatifitasnya sendiri. Dan hasilnya benar-benar tidak mengecewakan.

Otomatis setelah menjadi chef, penghasilannya meningkat jauh lebih tinggi dari penghasilannya selama menjadi kitchen hand alias tukang cuci piring. Akhirnya ia dapat mencicil hutang-hutangnya, mengirimkan sebagian gajinya ke Bandung dan mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit untuk ditabung. Di tengah dia mengiris - iris Gold kiwi tiba-tiba "beb …beb…bebbbbb", Hp nya berbunyi. Setengah malas ia mengangkatnya.

"Oh Mama. Ada apa Ma?." Kira-kira apalagi nih, batinnya lesu.
"Dira, adikmu Tedi masuk penjara.karena kasus narkoba. Kita harus segera menebusnya Dira. Mama takut sekali bila dia harus lama mendekam di sana," isak suara Mamanya nun jauh di sana.

"Iya Ma segera," jawabnya malas.
Niatnya untuk membuat jus kiwi murni, akhirnya berubah haluan. Di tengah gemuruh nafasnya yang memburu karena rasa marah, dia segera mengeluarkan aneka sayuran dan buah lainnya sebagai campuran.

Sebelum di jus, terlebih dulu sayuran mentah seperti wortel, sawi daging, dan buah beetroot untuk menurunkan tekanan darahnya yang mulai meninggi ia rendam dalam air dingin yang diberi sedikit garam dan perasan jeruk nipis selama 5 menit. Harapannya, dengan banyaknya campuran, rasa asam pada kiwi akan semakin tersamarkan. Bagaimanapun, dia harus bisa meminimalkan asam pahitnya kehidupan yang kini ia jalani.

Sekali lagi ia dapatkan bonus tambahan karena Raw Juice juga berguna untuk mencegah berkembangnya radikal bebas dalam tubuh.

Minuman yang tak boleh ia sia-siakan! Alhasil, dia berhasil menyaksikan irisan-irisan buah dan sayur hancur dibantai oleh blender kapasitas tinggi dengan rasa puas. Sebagaimana hidupnya yang terus dibantai oleh masalah. Sudah ia duga akan begini jadinya. Jauh sebelum diperingatkan, Tedi adiknya tak pernah menuruti perintah keluarga termasuk dirinya, agar jangan main-main dengan obat haram tersebut. Tapi bukan Tedi namanya kalo belum kena batunya dia tak akan pernah berhenti.

"Sekarang tanggunglah sendiri akibatnya," umpatnya kesal. Dia tak mau mengeluarkan uang sepeser pun demi kebebasan Tedi. Masalah Mama adalah urusan belakangan. Sekaranglah saatnya keluarganya harus tahu bahwa uang yang ia peroleh selama ini adalah hasil kerja keras, bukan untuk dihambur-hamburkan. Biar Tedi juga bisa merasakan sulitnya mencari uang dari hasil keringat sendiri.

Selama ini dia mengira dengan selalu menuruti kemauan keluarganya untuk mengirimkan sejumlah uang yang jumlahnya kian meningkat seiring pendapatannya yang terus melambung adalah salah satu cara untuk bisa berbuat adil. Nyatanya? Dia tak pernah adil pada dirinya sendiri. Sudah saatnya dia memperhitungkan kebahagiaan hidupnya sendiri.Yah, hidupnya tak harus selalu merasakan asamnya saja, tapi butuh yang manis juga.

Dan kebahagiaan hidup bersama Eki adalah sesuatu yang sangat manis untuk diperjuangkan. Tanpa menunggu lagi, dia segera mengambil jaket bulunya dan bergegas ke luar apartemen dan menyebrang jalan menuju halte yang bisa mengantarkannya ke Onehunga, apartemen Eki.

"Tunggu aku my sweetheart. Akan kita selesaikan masalah rumah tangga kita yang kelewat asam menjadi indah dan manis seperti coklat."(Oleh: Irhayati Harun)

Dimuat Di MedanBisnisDaily 30 maret 2014

Rabu, 05 Februari 2014

“Surat untuk Stiletto Book”

                                                  Rindu Yang Tak Pernah Diam Padamu



Pertama kali melihat dan membaca nama stiletto www.StilettoBook.com, saya terbius dengan slogannya dan gambarnya berupa sebuah sepatu tinggi ditambah lagi cover buku buku terbitannya yang manis dan lembut. So sweet pokoknya perempuan banget deh. Femininya benar benar kerasa sampai ke hati. Untuk itulah sebagai penulis pemula waktu itu saya langsung jatuh cinta sehingga timbullah rindu untuk bisa menerbitkan naskah saya di Stiletto www.StilettoBook.com. Saya sudah membayangkan cover buku saya yang feminim mejeng di toko buku dengan foto profil saya yang feminim juga karena asli saya feminim banget menurut orang orang terdekat saya loh hehehe. Sehingga saya merasa sejiwa dengan Stiletto dari karakter dan kesukaan juga tema tema tulisan saya yang seputar perempuan juga. Seperti tema pernikahan, mendidik anak dan novel tentang wanita.. Lembut, manis, feminim deh pokoknya. Itu saya semuaaa hukhukhuk jangan ditimpuk yah karena ngeliat keg e-er an saya dengan Stiletto.

    Maka, mulailah saya mengejar Stiletto www.StilettoBook.com dengan karya karya saya. Bagaikan seseorang yang sedang kasmaran dan dilanda rindu. Dengan penuh keyakinan dan usaha keras, saya pun mencoba mendekati Stiletto lewat kiriman email naskah saya. Jawabannya sungguh sesuai dengan harapan yaitu naskah saya di acc! Senang dan lonjak lonjak karena euphoria. Tapi, olalala karena tak ada kesamaan visi dan konsep akhirnya dengan berat hati saya tarik kembali naskah pertama saya meskipun dengan hati yang sangat berat. Katanya cinta dan rindu ingin segera bersama Stilettto tapi mengapa begitu ada peluang saya malah mundur? nyesal juga sih hanya gara gara perbedaan diantara kami yang tidak bisa terelakkan.

    Tak putus asa, di lain waktu saya mencoba  mendekati Stiletto lagi lewat audisi antologi cup of tea nya. Siapa tahu kali ini ada kesamaan diantara kami hingga naskah saya diterima untuk dibukukan meskipun secara keroyakan. Tak mengapa yang penting bisa bersama Stiletto dalam satu buku pikir saya lagi. Saya pun sudah membayangkan bisa memegang buku tersebut dengan covernya yang feminim dan cantik saat terbit nanti. Tapi ternyata takdir belum mau mempertemukan kami kembali karena naskah saya tidak lolos audisi! Sedih sudah pasti. Tapi tetap aja rindu ini tak bisa diam untuk terus menyambangi Stiletto lewat karya karya saya. Tapi saya tetap sportif dengan tidak pergi ke dukun loh hehehe. Istilahnya cinta ditolak dukun bertindak.Hohohoho..





    Akhirnya saya pantengin terus Stiletto www.StilettoBook.com sampai akhirnya keluar juga  woro woro lamaran menulis dari Stiletto  yang mana kita disuruh membuat outline sesuai tema yang diminta. Bila outline kita lolos seleksi maka kemungkinan naskah kita diterbitkan akan terbuka lebar di depan mata. Yuhuuuu, tak mau ketinggalan saya pun ikut mencoba kembali mendekati Stiletto lewat kiriman outline outline saya. Je derrr! lagi lagi tak sesuai dengan yang diminta oleh Stiletto www.StilettoBook.com. Saya pun mulai putus asa mungkin kami tidak berjodoh kali yah, bathin saya. Huhuhuhu menangislah saya di dalam hati. Tapi rindu ini tetap tak bisa diam untuk terus mencoba menjajaki Stilettto. Akhirnya lagi dan lagi saya mencoba mengirimkan naskah juga outline-outline saya. Kalau memang berjodoh, suatu hari nanti pasti naskah saya bisa diterbitin oleh Penerbit Stiletto www.StilettoBook.comyang smart dan Sexy. Yang penting kudu berusaha terus tak kenal lelah. karena menurut saya mental baja mutlak dan kudu! di miliki oleh para penulis. Pesan saya jangan pernah kapok saya gencar dan dekati terus yah Stiletto:) sampai tercapai keinginan saya untuk bisa berfoto bersama buku terbitanmu yang sweet abisss…Meskipun sudah banyak buku saya yang diterbitin di penerbit yang lainnya. Tapi rindu ini tetap padamu...



     Harapan saya sebagai penggemar dan pecinta dirimu, tetaplah sexy dan feminim dalam berkarya dan menerbitkan buku buku yang mencerahkan. Oh ya kapan dong dibuka buku khusus lini islami? Satu hal yang saya suka dari Stiletto www.StilettoBook.com meskipun pernah sebel belum juga diterima yaitu penolakanmu yang halus pada kami saat naskah ditolak dengan kata kata salam yang saya suka yaitu 'Salam untuk teman teman perempuan Anda'.:)  Serta selalu merespon dengan cepat naskah yang masuk. Pokoknya Sukses buat Stiletto dan teman teman penulis semua ganbatte!

Irhayati Harun
Email Irhayatiharun@yahoo.co.id

Sabtu, 18 Januari 2014

Makan Dong Sayang

 Bunda tentu sering kewalahan menghadapi aksi tutup mulut si kecil. Bahkan sampai harus kejar-kejaran dengannya. Yups! bunda tak sendirian sebab hampir semua bunda pernah mengalaminya termasuk saya. Perasaan panik, cemas, dan takut kalo si kecil kurang gizi terus menjadi pikiran.

Perlu bunda ketahui bahwa setiap anak itu unik, begitu juga dalam menyikapi makanan. Misalnya ada anak yang memilih-milih makanan dan sukanya makan nugget saja. Sementara anak yang lain menolak makanan tertentu karena kurang suka dengan bau atau teksturnya yang kasar atau yang terlalu lembek. Disinilah kesabaran dan kreatifitas bunda diuji.

Pada dasarnya setiap anak terlahir unik, begitu pula dalam perilaku makannya. Ada yang memilih-milih makanan, ada yang sukanya makanan itu-itu saja seperti nugget dan ada yang menolak makan nasi sama sekali. Jadi senangnya hanya minum susu susu saja.






Sebagai orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh secara sempurna, tentu akan merasa panik bila anaknya mengalami gangguan makan seperti memilih-milih makanan, menolak makanan, atau hanya mau minum susu saja tanpa mau makan makanan padat. Bahkan ada juga anak yang tidak mau sama sekali makan nasi! Tentulah orang tua merasa panik dan pusing tujuh keliling. Padahal bila kita tahu cara mengatasi dan menghadapinya, rasa stress dan cemas tak lagi menghinggapi. Sebagai orang tua, kita perlu memiliki kesabaran dan cinta yang segudang untuk menghadapi perilaku anak  terkait pemberian makan secara sehat dan tepat gizi.

Buku ini mengupas tentang perilaku makan pada anak secara komplit. Ada juga tentang pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh anak yang sukanya mengemut, menyembur makanan, menolak makan, memuntahkan makannya sampai yang hanya mau minum susu saja di bab 1. 


Di bab 2 mengupas tentang proses belajar makan pada anak, mengajarkan anak makan dimeja, melatih kemandirian anak dengan menyuruhnya memilih makan sendiri sampai bagaimana mengajarkan etika makan pada anak sejak dini.


Bab 3 mengupas masalah makan pada anak dan cara menyikapinya. Sedangkan di bab 4 mengupas betapa pentingnya bekal sehat pada anak dan tips memilih tempat bekal yang aman disertai dengan resep-bekal yang disukai anak. 


Sedangkan di bab 5 mengupas tentang apa itu makan cerdas atau ‘smart eating’ dan apa saja kiat-kiat membentuk makan cerdas pada anak.


 Bab 6 mengupas bagaimana harus menyikapi anak yang vegetarian dan terlanjur mengalami obesitas serta menerapkan diet yang benar untuk anak. Ada juga menu dan makanan terbaik apa saja untuk kecerdasan anak. Terakhir mengupas perlukah suplemen pada anak dan makanan tepat apa yang bisa diberikan untuk anak yang sakit. 



Selamat berkreasi yah bunda demi buah hati kita:)



Sabtu, 28 Desember 2013

Ikatan Surga Abadi





Siapa yang bisa menyangkal bahwa ikatan cinta antara ibu dan anak takkan pernah padam sampai kapanpun. Meskipun masih saja sering kita dengar adanya kasus ibu yang durhaka karena telah tega membuang, menyiksa bahkan membunuh anaknya. Bahkan sebaliknya, masih ada anak yang durhaka pada ibunya bahkan dengan tega menyakiti dan membunuh ibu yang telah mengandung dan melahirkannya.  Ibunya yang telah berjuang mengurusnya sedari kecil. Sehingga kita mengenal malin kundang si anak durhaka. Tapi itu hanyalah segelintir dari kisah ibu dan anak yang kehilangan cinta kodrati yang harusnya mereka miliki. Masih banyak ibu yang sangat menyayangi dan mencintai anaknya. Demikian juga sebaliknya. Masih banyak anak yang berbakti selalu pada ibunya.


Judul buku :  3 Anak  Badung
 Penulis       : Boim Lebon
ISBN            : 978-602-8277-82-2
Cetakan      : I, Maret 2013
Penerbit      : Indiva
Tebal           : 192 hal
Ukuran        :  19 cm
Harga          : Rp 22.500,00

 

Buku ini mengisahkan tiga orang anak badung yaitu Mola ( 7th ), Rama ( 6th ), dan Reh ( 4th) yang dibuang oleh emak mereka Bunga Cinta Lebay karena sudah tidak sanggup lagi mengurus ketiga anaknya tanpa suaminya. Suami yang tega meninggalkannya begitu saja tanpa memberinya nafkah lahir dan bathin, dengan 3 anak yang badung pula . Mulanya mereka bertiga menyangka kalau emaknya hanya ingin menyuruh mereka mengamen di kereta sambil mencari bapak mereka yang tidak pulang pulang tiga kali lebaran. Untuk itulah mereka mau saja disuruh naik kereta ekonomi jurusan Yogya.

    Tapi begitu sampai di Yogya, sang emak tidak juga kelihatan menyusul. Akhirnya Rama, Mola dan Reh memilih mengamen di Mallioborro setelah bolak-balik dari stasiun Lempuyangan ke stasiun Tugu mencari emaknya yang tak kunjung datang. Tapi mereka malah dikejar-kejar sama anak buah Mas Gundul. Anak-anak jalanan yang merasa menguasai wilayah Mallioborro tempat mereka mengamen. Akhirnya ketiga anak badung ini pun memutuskan untuk balik lagi ke Jakarta karena tidak tahan dikejar-kejar terus oleh Gundul dan anak buahnya. Menumpang truk yang bermuatan kambing jawa, akhirnya mereka sampai kembali di tanah Abang. Tapi begitu sampai di Jakarta mereka malah terpisah-pisah. Untungnya Mola dan Rama bertemu dengan Bang Sofwan sopir truk yang taat ibadah, dan mau mengajari mereka sholat. Sementara si bungsu Reh harus berurusan dengan preman dan Bandar narkoba.

    Meskipun begitu, mereka tetap terus mencari keberadaan emak mereka Bunga Cinta Lebay yang biasa dipanggil Mpok Bung. Sepuluh tahun sudah mereka tak bertemu, dimanakah emak berada? Mola, Rama dan Reh hanya bisa pasrah sambil terus berusaha. Mereka yakin, emak masih merindukan dan menyayangi mereka. Ternyata Mpok Bung alias Bunga Cinta Lebay emak mereka juga merasakan hal yang sama dengan selalu merindukan dan juga terus mencari Mola, Rama dan Reh anaknya. Meskipun mereka bertiga anak badung yang dulu suka menyusahkannya. Mpok Bung benar benar merasa menyesal telah membuang mereka. Berhasilkah akhirnya ibu dan anak ini bertemu kembali?

Memang buku ini merupakan cerita humor. Terlihat dari covernya yang lucu yaitu gambar Mola dengan giginya yang besar dan jarang-jarang. Sementara Rama memegang gitar kecil yang menggambarkan dirinya pintar mengamen. Untuk si bungsu Reh digambarkan rambutnya jabrik dengan bandul gembok  kunci di kalungnya.


Selain itu hal yang membuat kita tersenyum geli adalah lagu krisdayanti makin aku cinta yang diplesetkan menjadi makin aku sebel oleh Bunga Cinta Lebay, tokoh emak dalam buku ini karena saking sebelnya ama suaminya. Bahkan judul-judul yang tertera di novel ini  terbilang kocak diantaranya , cause everything gonna be okay, 4 L , Lari Lagi Lari lagi, Berani karena Tul betul Tak Ye ! dan  Imposible is Nothing.

Tapi hebatnya Boim Lebon berhasil menyajikan cerita ini dengan sangat mengharukan. Pokoknya kita akan menangis dan tertawa bersamaan dalam membaca novel yang bisa dinikmati oleh semua umur ini. Selain ceritanya yang seru, lucu dan mengharukan, kita juga akan menemukan kalimat-kalimat yang sarat hikmah didalamnya. Misalnya,

 “Kalau kita ingin jadi orang baik, yang Maha Kuasa akan ngejagain kita” (hal108), “ Berdzikir dan berdoa adalah salah satu cara ampuh mengatasi setiap masalah” (hal 86)

 Boim Lebon sendiri  memiliki nama asli H Sudiyanto bin H Pandi bin Karyokromo. Dia telah menulis beberapa serial Lupus Kecil, Lupus Abg, dan novel humor lainnya . Selain pernah bekerja sebagai script writer drama di Indosiar bareng Hilman dan sekarang bekerja di RCTI sebagai Head Writer Drama, Sehingga kepiawaiannya menulis cerita terutama komedi tak diragukan lagi.


Hikmah dalam buku ini sangat menarik bahwa anak adalah harta berharga bagi orangtua sehingga para ibu bisa mengambil ibrohnya untuk tak menyia-nyiakan harta berharga miliknya begitu saja yaitu anak. Sementara hikmah bagi seorang anak yaitu bagaimanapun kesalahan yang pernah diperbuat ibu kita, beliau tetaplah seorang ibu yang akan selalu mencintai anaknya. Seorang ibu mungkin punya alasan mengapa mereka tega melakukannya seperti yang dikisahkan dalam buku ini. Juga yang dipaparkan dalam prolog buku ini seputar berita berita yang tersiar dikoran tentang ibu yang akhirnya berlaku durhaka pada anaknya. Tugas kitalah untuk selalu berbakti padanya dan terus menyayanginya apapun kesalahan yang pernah ibu kita lakukan. Sebagaimana kalimat yang tertulis dalam buku ini yaitu: Kita nggak boleh menyerah untuk menemukan kasih sayang seorang emak, karena perhatian dan kasih sayang seorang emak merupakan salah satu jalan untuk meraih kesuksesan...”(halaman 169)

Bagaimanapun ikatan cinta antara ibu dan anak adalah ikatan abadi berbuah surga. Bila keduanya saling menjaga ikatan cinta abadi yang ada dengan tidak saling mendurhakai. Niscaya Allah akan memberikan ganjaran berupa surga nan abadi bagi keduanya yaitu pada si ibu dan anaknya
.

Jumat, 20 Desember 2013

Merasa Smart Saat Menjadi Seorang Ibu


Mendengar kata Smart www.smartfren.com dulu yang terbayang di pikiran saya adalah bila seorang wanita itu sekolah tinggi hingga perguruan tinggi. Sehingga saya beranggapan ibu saya yang hanya sekolah sampai bangku SD saja bukanlah ibu yang Smart www.smartfren.com. Duh, apakah gue anak durhaka yah. Tapi itu dulu loh… Saya pun menganggap bahwa ibu ibu lulusan universitas pastilah ibu yang Smart www.smartfren.com. Sehingga sewaktu kecil dulu saya pernah protes pada ibu saya “ Mak, kok gak KB aja sih, kan anak Mamak udah banyak 11 orang,” tanya saya selalu. Eh dengan santainya Mamak (ibu dalam bahasa Medan) saya menjawab

“Kalau Mamak KB gak lahirlah kau!” hehehehe Mamakku ada ada aja yah. Ya iyalah masak ya iya dong Mak. Padahal saya sempat kesel karena tidak mendapatkan jawaban yang saya inginkan. waktu itu. Ditambah lagi rasa ketidak percayaan saya pada Emak yang hanya lulusan SD. Namun semua persepsi itu sirna begitu saya menjadi ibu.




Hohoho…ternyata tidak mudah menjadi ibu meskipun saya lulusan sarjana. Saya pun terkenang bagaimana dulu emak bisa menjalani perannya menjadi ibu yang berhasil mengurus kesebelas anaknya hingga kami semua bisa bersekolah tinggi sampai S1. Bahkan abang tertua saya bisa lulus kuliah S2 dengan beasiswa. Hebat Euy Emak saya hanya lulusan SD tapi anak anaknya semua lulus sarjana.
Sikap merendahkan Emak pun berganti rasa kagum. Saya sendiri mengurus anak tiga saja udah kelimpungan. Meski akhirnya saya bisa juga menjalani peran sebagai ibu dnegan terus belajar.



Bagi saya seorang ibu mau dia lulusan SD saja kek, atau lulusan luar negeri sekalipun maka dia bisa dibilang Smart www.smartfren.com bila bisa menjalani berbagai peran sejak menjadi ibu. Hanya ibu yang mampu berperan multitaskinglah yang bisa dikatakan Smart!www.smartfren.com Bayangkan saat anak sakit, seorang ibu harus bisa berperan menjadi dokter bagi anaknya sendiri. Ketika anak susah makan maka mendadak sang ibu menjadi koki handal yang harus menciptakan menu enak dan sehat untuk anak anaknya yang bosan bila menunya itu itu aja. Begitu juga saat anak mengalami stress atau masalah, sang ibu pun harus bisa menjadi psikolog bagi anaknya sendiri. Ibu yang bisa menjadi tempat curhatan anak anaknya sekaligus memberikan solusi yang dibutuhkan anak. Bahkan ibu juga harus bisa menjadi motivator handal bagi anaknya ketika anak butuh dorongan orang tua saat ragu tampil dan ikut pertandingan misalnya.



Peran hebat lainnya yang dijalani seorang ibu adalah menjadi menteri yaitu menteri keuangan! hebatkan? Menteri gituloh…..karena sang ibu harus bisa memutar otak bagaimana mengirit dan mengatur keuangan keluarga agar bisa cukup sampai awal bulan ketika suami kembali gajian. Kalau tidak, maka dapur tak kan bisa mengepul setiap hari. Anak anak tak akan dapat uang saku sampai tanggal muda. Bandingkan bila ibu seorang yang konsumtif dan boros….Keuangan keluarga bisa terancam booo…Selain itu ibu juga bisa menjadi guru ngaji bagi anak anaknya saat mengajarkan anaknya membaca Al quran dan shalat. Tak hanya itu, seorang ibu juga sewaktu waktu bisa berperan menjadi artis multitalenta yang bisa bernyanyi saat menidurkan anak dan menari untuk menghibur anaknya. Disamping menjadi pendongeng yang baik saat membacakan anak buku cerita. Apalagi bila si ibu juga bisa betulin genteng, kran yang bocor, dsb..Sungguh luarrrr biasa:)

Kesimpulannya mereka para ibu sebenarnya sudah memiliki 3 kecerdasan sekaligus dengan perannya yang multitasking tersebut yaitu

1.    Cerdas secara Intelegensi dengan kepintarannya memasak, mengurus rumah, mengobati anak sakit dsb
2.    Cerdas secara Emotional karena mampu berperan sebagai psikolog bagi anak anaknya dan tetap bisa bersosialisasi di masyarakat dan lingkungannya ditengah keterbatasan waktunya mengurus anak dan suami.
3.    Cerdas secara Spirituil karena seorang ibu tak pernah menginginkan sebuah ganjaran ataupun hadiah dari siapapun karena mereka yakin ganjaran pahala dari Allahlah yang akan mereka dapatkan di akhirat kelak dalam menjalani beratnya peran sebagai ibu. Jadi menyadari dengan cerdas bahwa tujuan hidup tak hanya di dunia tapi juga di alam akhirat.

Ckckckc. Seorang ibu benar-benar memiliki kecerdasan multitasking…Belum lagi bila sang ibu juga harus bekerja membantu suami di luar rumah sebagai wanita karir. Maka tak mudah menjalani peran keduanya sekaligus. Butuh kecerdasan lebih karena kedua peran itu sama sama menyita waktu dan pikiran…Bahkan saat sang ibu harus menjalani peran sebagai single parent. Maka dia tak hanya berperan sebagai ibu dan pencari nafkah bagi anak anaknya. Tapi dia juga harus berperan sebagai ayah juga. Jadi Smart www.smartfren.com menurut saya adalah saat seorang wanita mampu berperan menjadi ibu yang multitasking . Begitulah yang saya rasakan juga saat menjadi seorang ibu hingga tak pernah putus ide di kepala untuk menuliskan buku tema seputar parenting hingga bisa terbit dan dinikmati oleh ibu ibu juga. Meskipun dikepung kesibukan karena harus menjalani peran multitasking seperti yang saya sebutkan diatas. Saya menjadi merasa bertambah Smart! Untuk itulah saya ingin mengatakan bahwa  semua emak emak adalah sosok yang hebat tak terkecuali ibu saya gitu loh….

Hiks jadi kangen Mak! Moga dirimu bahagia di alam sana. Percayalah, aku anakmu akan meneruskan perjuangan mu sebagai ibu. Meski awalnya tak semudah membalikkan telapak tangan Tapi aku harus bisa meneruskan perjuangan mu melahirkan anak anak yang bisa bermanfaat buat dirinya dan orang lain. Sehingga terciptalah generasi yang mumpuni yaitu cerdas secara intelegensi, emosional dan spiritual. Sebab anak adalah calon pemimpin baik bagi dirinya, keluarganya dan negaranya.yang sejatinya harus menjalani tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. Hidup para Emak!


                              (http://emakgaoel.blogspot.com/)



"Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel"   http://emakgaoel.blogspot.com/2013/11/lomba-blog-3-challenges-to-win-gadgets.html#more

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut