novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Kamis, 15 September 2011

tak ada yang abadi




“Gimana Cinta? Kamu relakan aku menikahinya?” Aku tak bergeming. Bagiku, ini sebuah permintaan yang sangat mengejutkan dan menyakitkan sepanjang hidupku.


“Please Cinta! Suamimu ini melakukannya karena kasihan. Kamu tahu kan betapa besar cintaku padamu? Sekali lagi aku hanya ingin menolongnya, tak lebih!” Lagi-lagi mulutku terkunci rapat. Seolah kata-kata tak sanggup untuk keluar dari mulutku. Meski suamiku sudah bosan menunggu kata iya dariku. Akh, andaikan kata tersebut terlontar dari bibir tipisku ini, pastilah karena terpaksa.

Dengan hati yang bergemuruh karena marah, aku pun kembali mengunci diri di kamar. Meratapi nasib rumah tanggaku yang kini dihantam gelombang yang amat besar dan dahsyat. Hingga mampu menenggelamkan bahtera yang tengah kami arungi bersama. Dan semua itu karena wanita lain yang kini mencoba menggoyang biduk yang telah kami arungi selama sepuluh tahun ini. Sebagai kompensasinya, berhari-berhari suamiku tak kuajak bicara. Aku ngambek-sengambeknya.



Karena tak tahan mendengar rengekan suami terus- menerus, akhirnya keluarlah sebuah jawaban “Baiklah Bang, aku akan menjawabnya. Tapi beri aku waktu sampai bulan depan.”

“Akhirnya kamu mau membuka suara Cinta. Apapun keputusanmu, Abang akan tetap menunggunya. “ Deg! Hatiku kembali teriris pedih. Membayangkan jawaban yang akan kuberikan setelah aku berkonsultasi pada Yang Diatas. Yah, aku serahkan semua pada-Nya.

Ini malam ke 29 aku memohon pada-Nya. Bermunajat agar hati ini kuat dan ikhlas memberikan jawaban yang terbaik buat semuanya. Buat suamiku, janda miskin beranak tiga tersebut juga buat diriku. Setelah puas menumpahkan isi hati diatas sajadah merah, aku pun kembali ke peraduan dengan hati yang lebih lapang dari sebelumnya. Sebelum kurebahkan diri disamping Abang, kutatap wajahnya yang putih bersih. Kenangan demi kenangan manis pun berkelebat. Saat pertama kali bertemu dengan Abang hingga akhirnya sampai ke pelaminan. Butir-butir bening kembali menetes dari kedua mataku. Membayangkan Abang harus tidur bersama wanita lain

Sungguh! tak pernah terlintas dibenak istri manapun termasuk diriku. Bagiku, pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang menyatukan dua hati untuk hidup selama-lamanya. Ever after….Tapi, takdir hidup siapa yang tahu? Bila Sang Pemilik cinta sendiri yaitu Allah azza wazala menghadirkan rasa cinta kembali dihati hambanya yaitu suamiku-aku bisa berbuat apa? Meski terkesan pasrah, tapi itulah takdir. Aku pikir pertemuan suamiku dengan seorang janda beranak tiga bukanlah sebuah kebetulan. Ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Akh, Allah begitu cemburu padaku hingga mengingatkanku dengan cara seperti ini. Dia ingin menunjukkan padaku bahwa di dunia ini tak ada yang abadi, termasuk rasa cinta itu sendiri. Sejatinya, hanya cintaNyalah yang abadi. Aku harus siap dipoligami….

alhamdulillah keluar sebagai pemenang pertama

Berikut adalah nama para pemenang:

1.Nama: Irhayati Harun

Email: irhayatiharun@yahoo.co.id

Telp: 0813114xxxxx

Kalimat:

"Berkat Parent Indonesia pasanganku semakin cinta padaku. Loh kok bisa? Ya iyalah...! Sebab Parent Indonesia banyak berisi tulisan bermanfaat seputar tumbuh kembang balita. Sehingga aku semakin pintar mengurus si buah hati. Pasanganku pun menjadi senang ketika melihat bayiku bisa tumbuh sehat karena aku. Terima kasih Parent Indonesia. Berkat dirimu, pasanganku semakin sayang padaku."



2.Nama: Anggiea Pracasti Adiningrum

Email: an99iea@yahoo.com

Telp: 08169xxxxx

Kalimat:

"Dengan Parents Indonesia, mencintai anak tidak hanya sekedar pemanis di bibir tak hanya belajar mengungkapkannya tapi juga membuktikan rasa sayang dan wujud syukur bahagia bersama pasangan karena saling bahu-membahu menjadi tim terbaik dalam periode emas tumbuh kembang dalam tiap tahapan pentingnya, sejak bayi yang dalam waktu sekejab telah berubah menjadi batita untuk semakin besar, sehat dan cerdas di usia balitanya."



Pemenang akan dihubungi oleh Promosi Parents Indonesia.

Untuk pemenang yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, hadiah dapat diambil ke kantor Parents Indonesia di Jl Ciranjang no.30 pada hari kerja (senin-jumat) pukul 09.00 - 17.00. Sedangkan pemenang diluar wilayah Jabodetabek, hadiah akan dikirimkan dengan ongkos kirim ditanggung oleh pemenang.



MERANGKAI KALIMAT

Susunlah sebuah kalimat dengan menggunakan kata-kata yang tersedia dibawah ini.
Untuk melengkapi atau menyempurnakan kalimat yang disusun, boleh menambahkan kata-kata sendiri.
Jumlah minimal kata yang harus terdapat dalam kalimat, menggunakan kata-kata yang disediakan: 4 kata

Contoh kalimat:Parents Indonesia membantuku dan pasangan dalam membesarkan batitaku tercinta untuk dapat tumbuh kembang secara sehat optimal

PILIHAN KATA:
- Parents Indonesia
- Cinta
- Sayang
- Bahagia
- Batita
- Sehat
- Pasangan
- Balita
- Bayi
- Tumbuh Kembang

Kirimkan kalimat Anda ke alamat email: promosi@parentsindonesia.com, subject: "Merangkai Kalimat" paling lambat tanggal 22 Agustus 2011.

Format e-mail:
Kalimat:........................................
Nama:..........................................
Tempat & tanggal lahir:.................
Alamat:........................................
Pekerjaan:....................................
Telp rumah:..................................
Handphone:.................................
No kartu Parents Club (jika member):........................................

Untuk 2 kalimat yang paling menarik dan unik, tersedia 2 voucher menginap di Lido Lakes Resort & Conference, masing-masing senilai Rp 929.800,- untuk 2 orang pemenang.
Pemenang akan diumumkan di www.parentsindonesia.com tanggal 24 Agustus 2011.

Minggu, 12 Juni 2011

"Ibuku Di Dunia Maya"



Setiap membuka Facebook, hatiku selalu mengharu biru kala membaca tulisan yang ku posting di notes facebook ku sendiri. Tak pelak, kedua mataku dipenuhi oleh titik-titik air mata yang mendesak keluar. Tak dapat kubendung rasa sedih dan kehilanganku bila mengingat semua kenangan manis bersama Ibuku. Yah, semua kenangan itu terekam abadi di dunia maya.

Saat itu tanggal 30 September 2009

Sore yang indah bersama Mamak di tempat tinggalku dibojonggede bogor. Kami baru saja selesai menonton acara berita yang mengabarkan peristiwa gempa berkekuatan 7,6 SR di Padang Pariaman. Mamak terlihat begitu cemas dan terus menelepon Udaku yang tinggal di Pariaman. Wajah Mamak yang tadinya keruh, akhirnya berubah ceria setelah tahu Udaku baik-baik saja meskipun rumah mereka sebagian hancur akibat gempa. Kami pun bisa kembali bercerita dengan tenang. Tiba-tiba terbersit ide dikepalaku dan seketika itu juga kuutarakan pada Mamak.

“Ati (nama kecilku) mau bikin cerita tentang gempa ah, Mak. Ceritanya rumah Mamak kena gempa tapi Mamak selamat,” ucapku antusias.

“Nanti rumah Mamak benar-benar kena gempa, Ti,” ucapnya sambil tertawa tergelak-gelak.

“Gak mungkinlah Mak. Ini kan cuma sebuah cerita,” jawabku ikut tertawa. Kami pun tertawa bersama-sama setelah itu. Baru kali ini kulihat Mamak bisa tertawa begitu senangnya. Setelah sekian lama hatinya dilanda duka.

Akhirnya dengan sedikit kerja keras, selesailah sebuah cerpenku yang kuberi judul “Rumah Mande”. Lagi-lagi terbersit ide dikepalaku untuk tak mengirimkannya ke media cetak, tapi ke annida online. Aku tertarik sebab setiap bulan annida-online akan memilih salah satu cerpen terbaik berdasarkan banyaknya polling pembaca annida. Besar harapanku cerpenku ini bisa terpilih. Subhanallah…harapanku terkabul juga. Akhirnya cerpen “Rumah Mande” terpilih sebagai cerpen terbaik bulan Nopember. Meskipun hanya para pembaca di dunia maya yang memilihnya. Segera kusampaikan berita gembira ini pada Mamak. Begitu mendengar kabar cerpenku dimuat dan terpilih, Mamak begitu senang dan terharu mendengarnya.

Namun satu tahun setelah itu, Mamak sering mengeluh sakit dipunggungnya. Memang sebelum pulang ke Medan, Mamak pernah menunjukkan sebuah benjolan kecil dipunggungnya. Saat kutanya “Sakit gak Mak?” “Ah, enggak Ti. Kadang-kadang aja terasa berdenyut,”jawab Mamak sambil tersenyum. Aku pun tak berpkir terlalu jauh tentang benjolan Mamak itu.

Namun setelah Mamak mengeluh bahwa benjolannya semakin terasa sakit dan mulai membesar, aku pun khawatir dan segera menyuruh Mamak berobat ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Astagfirullah! Begitu diperiksa hasil diagnosa dokter mengatakan bahwa Mamak terkena kanker getah bening. Hatiku dan kakak-kakakku yang lain begitu hancur mendengarnya. Belum lagi stroke yang dialami Mamak. Lengkap sudah penderitaan Mamak karena harus mengalami sakit yang bisa mematikan itu sembari melawan stroke yang semakin parah hingga membuatnya sulit untuk berbicara.
Dengan perasan sedih dan cemas tak terkira, kami pun bergantian merawat Mamak. Rasanya hati ini ingin menangis sekeras-kerasnya saat menatap wajah Mamak yang mengerang kesakitan. Matanya semakin layu menatap kami dari hari-kehari. Aku gak kuat! Sungguh benar-benar gak siap menghadapi kenyataan pahit ini. Hanya lewat tulisanlah beban hati ini bisa kutuangkan. Hingga terciptalah puisi ini untuk Mamak yang kutulis sambil berurai air mata. Lalu kubagikan puisiku di dunia maya. Tanpa bermaksud meminta simpati siapapun. Niat dihati hanyalah ingin berbagi cerita duka.

Bunda…
Kehangatan cinta ini tetap untukmu
Meski sorot matamu kini tak lagi bernyawa
Tak lagi sehangat dekapan dan belaianmu
Yang kini hanya tinggal cerita

Bunda…
Binar cintaku ini tetap milikmu
Meski binar bahagia dimatamu yang keriput redup ditelan usia
Tak lagi memiliki arti seperti dulu
Karena kini kau tergeletak lemah tanpa daya

Bunda…
Kurindu sinar kecemasan itu dimatamu
Saat mendapati diriku bermuram durja
Biarlah kini kecemasan itu menjadi milikku
Yang kian hari dipenuhi rasa putus asa

Bunda…
Tak akan mungkin kulupa
Kedua pelupuk matamu yang menganak sungai oleh air mata
Disaat bermunajat disepertiga malam demi keberhasilan ananda
Tapi kini kedua pelupuk mata tuamu selalu basah oleh air mata derita
Karena maut yang kelam mulai menggerogoti tubuhmu nan renta
Oleh penyakit yang tak mengenal hati dan cinta

Oh Bunda…
Waktu telah menjawab segala
Betapa cintamu selalu mengalir untukku
Bagaikan ricik air cinta yang tak pernah kering dihatimu

Ya Robbi! Perkenankanlah pintaku
Pinta yang kujalin dengan sepenuh cinta untuk Bunda
Dari tasbih, zikir dan doa
Agar kulihat lagi cinta dimatanya
Cinta yang tulus dan abadi hingga akhir masa

Tak lama setelah kuposting di Facebook, banyak komentar yang datang padaku. Komentar yang berisi simpati dan dukungan agar aku tabah dan kuat. Akh, tak sia-sia rasanya karena setelah itu aku mendapatkan dukungan moril yang semakin membuatku tegar dan tabah menjalani hari-hariku selama menemani Mamak. Namun Allah terlalu sayang pada Mamak melebih rasa sayang kami padanya. Akhirnya setelah hampir satu tahun menjalani pengobatan, Mamak berpulang untuk selama-lamanya. Sia-sia rasanya usaha yang kami lakukan untuk penyembuhan Mamak.

Kehilangan Mamak sungguh membuatku terpukul selama berhari-hari. Dan kembali kutuangkan curahan kesedihanku lewat facebook. Dan kembali teman-teman facebook memberi dukungan moril padaku dengan berbagai macam nasehat yang menyejukkan hati. Sampai suatu hari kudengar salah seorang facebooker Agnes Davonar mengadakan lomba kisah nyata tentang Ibu yang disponsori oleh ungu dan chocolates. Aku pun tertarik untuk mengikutkan kisah ibuku dalam lomba itu.

Tak ada niat untuk bisa menang dalam lomba. Hanya saja aku berniat bila terpilih dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, maka uang tersebut akan kusedekahkan sebagai amalan untuk Mamak disana. Ternyata Allah mendengar doaku. Cerita ibuku yang berjudul “Rumah Baru Untuk Ibuku” terpilih sebagai nominasi 20 pemenang diantara 30 ribu peserta. Aku bersujud sukur dan segera melaksanakan nazarku untuk memberikan uang hadiah lomba kepada anak yatim sebagai tambahan pahala untuk Ibuku di rumah barunya. Ucapan selamat yang berdatangan cukup menghibur hatiku yang sedang berduka.Meski kini Ibuku tak lagi bisa kutemui di dunia nyata. Namun kenangan indah bersama Ibuku tetap hidup bersamaku di dunia maya.

Selasa, 29 Maret 2011

jantung untuk profesor


Geo, Robot Yang Berhati Mulia

Neo adalah seorang professor yang ahli merakit robot. Dia selalu berhasil menciptakan robot dengan kualitas terbaik di negerinya. Karena itulah banyak orang yang memesan robot darinya. Mulai dari robot rumah tangga, robot industri, robot militer, robot laut, bahkan sampai robot operasi. Yaitu robot yang bisa membantu para medis dalam mengoperasi pasien dengan tepat. Dan kali ini professor Neo kembali membuat robot operasi. Professor Neo harus bisa menyelesaikan robot tersebut dalam waktu satu minggu. Sesuai dengan pesanan yang diminta oleh pemesannya. Ketika Profesor Neo asyik merakit, robot-robot buatannya pun saling berbicara satu sama lain.
“Aku memang robot yang tidak berguna,” ucap Geo si robot Android.
“Mengapa kamu berpikir begitu Geo?” Tanya Maru si robot rumah tangga.
“Lihat saja, barusan Rio si robot laut diantar ke pemiliknya untuk digunakan. Sementara aku sudah berbulan-bulan di sini. Tapi belum ada satupun yang membutuhkanku,” jawab Geo sambil memasang wajah sedih.
“Sabarlah Geo, suatu saat nanti pasti kamu diperlukan juga oleh manusia. Hanya masalah waktu saja,” ujar Maru mencoba menghibur.
“Tapi sampai kapan Maru? Sementara semua robot buatan professor Neo sudah menemukan pemiliknya. Pasti tak lama lagi kamu juga akan dibeli oleh manusia untuk keperluan rumah tangga,” ucap Geo lagi. Maru pun ikut bersedih mendengar keluhan Geo. Sebagai teman sesama robot, dia tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi keesokan harinya seorang konglomerat membelinya untuk mengerjakan tugas rumah tangga. Seperti membersihkan rumah, mencuci baju dan mencuci piring. Maru pun mengucapkan selamat tinggal pada Geo dengan perasaan berat.
“Semoga tak lama lagi kamu dipesan oleh manusia Geo,” ucap Maru dengan tak enak hati.
“Semoga saja Maru, tapi aku sudah tak mau berharap lagi,” jawab Geo dengan wajah mendung. Begitu Maru meninggalkannya, butir-butiran air bening pun mengalir dari kedua matanya. Yah, dia menangis karena sudah tak sanggup lagi menahan rasa sesak didadanya. Sakit sekali rasanya bila tak seorangpun membutuhkan dirinya. Lebih baik aku mati saja,” pikir Geo putus asa.
Untuk apa aku hidup bila tak berguna seperti ini. Geo pun bersiap-siap untuk mengambil sebuah kabel listrik. Dia ingin menyetrumkan dirinya sendiri agar hangus terbakar. Dia sudah tak ingin hidup lagi!. Tapi sebelum dia melakukan aksinya. Tiba-tiba saja dia mendengar suara seseorang yang sedang minta tolong. Bergegas Geo menghampiri sumber suara itu. Alangkah paniknya Geo saat melihat Professor Neo sudah jatuh terkapar didekat sebuah robot yang sudah jadi.
“Apa yang terjadi pada professor? Tanya Geo cemas.
“Saya juga tidak tahu sobat. Profesor tiba-tiba saja jatuh pingsan begitu selesai merakitku,” jawab robot operasi tak kalah khawatir.
“Apa yang harus kita lakukan? Tanya Geo lagi dengan panik.
“Begini saja, aku kan robot operasi. Jadi aku bisa mengoperasi Profesor untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuhnya,” robot operasi menawarkan diri.
“Apakah itu tidak membahayakan diri beliau?” Tanya Geo ragu.
“Serahkan saja padaku sobat. Professor akan baik-baik saja karena aku sangat mahir dan teliti dalam mengoperasi.”
“Baiklah kalau itu bisa membuat kita tahu sakit yang dialami oleh Professor Neo sebenarnya,” jawab Geo pasrah. Robot oprasi pun menjalankan tugasnya dengan cepat. Raut wajahnya terlihat sangat serius.
“Setelah kuperiksa dalamnya, ternyata Profesor Neo mengalami sakit jantung yang akut sobat. Bahkan jantungnya sudah tak berfungsi lagi karena sudah rusak berat.”
“Lalu, apa yang harus kita lakukan robot operasi?” Tanya Geo kian cemas.
“Kita harus segera mencari jantung yang baru untuk Profesor Neo. Kalau tidak, dia bisa mati.”
“Profesor Neo tidak boleh mati. Hidupnya sangat berguna untuk orang banyak. Kalau dia mati, siapa lagi yang akan menciptakan robot-robot canggih yang sangat dibutuhkan oleh manusia,” jawa Geo lemah.
“Tapi, siapa yang mau mendonorkan jantungnya buat Profesor? Tanya robot operasi bingung.
“Aku si robot Android. Karena cuma aku robot yang memiliki organ tubuh seperti manusia. Aku bersedia memberikan jantungku agar Profesor Neo bisa tetap hidup.”
“Kamu?” Ucap robot operasi setengah tak percaya. Dia begitu terharu mendengar ketulusan Geo yang rela mengorbankan dirinya.
“Iya, aku sobat. Mungkin dengan cara seperti inilah hidupku menjadi berguna. Ayo! ambillah jantungku dan segera operasi Profesor Neo sebelum terlambat. Robot operasi pun tak bisa menolak dan segera melaksanakan perintah Geo. Operasi berjalan lancar. Satu jam kemudian Professor Neo sadar kembali dan melihat sekelilingnya dengan heran.
Apa yang terjadi dengan diriku barusan? Sepertinya aku tadi bermimpi sedang menjalani operasi. Oh, ya aku baru ingat sekarang. Tadi jantungku sakit sekali lalu aku jatuh tak sadarkan diri, batin Profesor Neo. Tapi, olalaaa…Profesor sangat terkejut begitu melihat Geo si robot Android buatannya. Tubuh robot itu telah rusak dengan organ tubuh yang terburai keluar semuanya. Hanya saja seulas senyum bahagia tersungging di bibirnya.
Siapa yang telah merusak robotku ini ya? Tanya Profesor Neo heran. Baiklah Robot Android, aku akan mencoba memperbaikimu kembali--Agar kamu bisa menjadi robot yang utuh seperti sedia kala. Profesor Neo pun kembali bekerja dengan tubuh yang lebih segar dan fit dari sebelumnya. Dia tidak tahu kalau semua itu berkat jasa si robot Android yang berhati mulia.

Minggu, 30 Januari 2011

Tampil cantik tak harus wah!



Siapa bilang kalo dandan seadanya (minimalis) gak bisa bikin kita terlihat lebih cantik? Namanya juga dandanan minimalis. Jadi berdandan seadanya saja. Mungkin begitu pikir sebagian wanita. Mau dandan minimalis atau wah, Yang penting bagaimana cara kita menyiasati dandanan itu sendiri, agar terlihat sesuai dengan warna kulit, bentuk bibir, mata dan wajah kita.
Untuk dandanan minimalis sendiri kita mulai dari wajah. Gunakanlah pelembab wajah terlebih dahulu. Sebaiknya pilih pelembab wajah yang mengandung sinar ultra violet agar wajah terlindung dari sinar matahari. Setelah itu baru deh kita poles wajah dengan bedak yang sesuai dengan jenis kulit kita. Oh ya, jangan lupa untuk membersihkan wajah terlebih dahulu sebelum melakukan ritual ini. Tentunya memakai pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulitmu yaitu kering, berminyak atau normal. Satu lagi yang tak kalah penting nih. Jangan suka gonta-ganti pembersih muka seenaknya. Iya kalo cocok, kalo enggak? Bisa-bisa mukamu jadi korban bro!
Sekarang giliran mata. Kalo ada pakailah eye shadow berwarna coklat muda atau yang sesuai dengan warna kulitmu. Setelah itu pertegas alismu yang tipis dengan alis mata berwarna coklat tua atau hitam. Pakailah pelentik bulu mata bagi yang matanya belum lentik..Diikuti dengan pakai mascara juga boleh, agar kesannya terlihat lebih tebal. Sementara buat yang bola matanya kecil bisa menggunakan eye liner agar terlihat lebih besar. Tentu saja yang matanya sudah besar gak perlu pakai eye liner. Kalau masih ingin memakainya juga tipis-tipis saja agar mata tak bertambah belo.
Yang terakhir olesi bibir dengan lip gloss atau lip blam. Untuk bibir yang tipis pilihlah lip gloss berwarna pink tegas. Agar bibir terkesan lebih tebal. Sebaliknya untuk bibir yang tebal pilihlah lip gloss berwarna pink muda/ pucat. Agar bibir gak terkesan terlalu tebal. Ternyata sangat mudahkan agar bisa tampil cantik dengan cara yang sederhana dan cepat? Pasti semua wanita bisa melakukannya. Selamat mencoba!

Minggu, 23 Januari 2011

Ayo! Selamatkan Bumi Dengan Peduli Lingkungan







Sebagai manusia yang telah bertahun-tahun menempati bumi ini, pernah gak terpikirkan oleh kita untuk menjaga lingkungan bumi dengan serius? Tentu jawaban itu berpulang pada diri kita masing-masing. Padahal action sekecil apapun itu dalam rangka menjaga dan memelihara lingkungan bumi, akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup kita kelak. Minimal dengan menjaga lingkungan sekitar rumah kita masing-masing.

Kenyataannya masih banyak kita temui orang-orang yang tanpa merasa bersalah melakukan kerusakan lingkungan itu sendiri. Hingga tak heran bila belakangan ini sering terjadi bencana alam. Misalnya melakukan perambahan hutan secara liar dan besar-besaran yang berdampak pada gundulnya hutan. Jika hutan tak ditanami lagi setelah ditebang, maka hutan yang gundul tadi saat terkena terik matahari, tanahnya menjadi rapuh dan berongga. Begitu hujan besar datang, maka terjadilah pengikisan tanah (erosi). Akibatnya sejumlah tanah terbawa aliran air yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Bahkan penambangan untuk mencari bahan tambang itu sendiri, tanpa diikuti dengan memperbaiki lingkungan sisa penambangan sesudahnya.

Belum lagi pemanasan global yang kian menghebat belakangan ini. Orang-orang dengan seenaknya membangun rumah kaca disana-sini, dan menggunakan energi listrik dengan borosnya. Yang mengakibatkan lapisan ozon kian menipis setiap harinya. Lihat saja, kita lebih memilih Air Conditioning sebagai penyejuk ruangan dari hawa panas. Padahal kita bisa memanfaatkan AC alami yaitu angin sejuk yang berhembus dari luar rumah. Dengan membuat jendela yang cukup banyak dan lebar sebagai jalan keluar masuknya angin dan udara segar. Padahal dengan banyak jendela yang bisa dibuka, otomatis ruangan di dalam rumah akan menjadi terang. Sehingga kita tak perlu menghidupkan lampu disiang hari. Bukankah semua itu bisa menghemat energi listrik? Belum lagi pencemaran yang terjadi disana-sini.

Pabrik-pabrik besar juga dengan seenaknya membuang limbah beracun ke dalam sungai yang mengakibatkan tercemarnya air bersih. Padahal air bersih sangat diperlukan manusia untuk memasak, minum dan keperluan rumah tangga lainnya. Juga kecenderungan kita untuk membuang sampah secara sembarangan. Yang mengakibatkan saluran air sungai dan got-got mampet. Ketika hujan lebat turun, air sungai dan got tadi meluap keatas sehingga terjadilah banjir.

Apalagi bila sampah itu berupa sampah plastik, yang membutuhkan 500-1000 tahun untuk bisa terurai secara sempurna didalam tanah. Karena sifat sampah plastik yang sulit terurai secara alami juga sulit untuk didaur ulang. Padahal saat terurai, partikel-partikel plastic akan mencemari tanah dan air sekecil apapun itu. Mendapati kenyataan ini, mengapa kita tak mengurangi komsumsi plastik dalam kehidupan kita? Minimal saat belanja ke pasar. Kita bisa menggunakan tas belanjaan yang terbuat dari rotan atau anyaman daun pandan seperti yang digunakan nenek-nenek kita dulu.

Tak hanya itu, polusi udara selalu menggerogoti paru-paru kita. Lewat debu dan asap knalpot yang setiap hari kita hirup. Untuk itulah kita perlu menutup hidung dengan saputangan agar tak langsung menghirupnya. Seandainya setiap orang mau menggunakan sepeda atau angkutan umum untuk bepergian. Baik itu ke kantor atau ke tempat lainnya-- dan berinisiatif menggunakan mobil hanya untuk bepergian keluar kota saja. Otomatis polusi udara bisa diminimalisasi. Pasti kita semua ingin kota benar-benar murni dari polusi. Bagaikan negara Switzerland yang terkenal akan kebersihan kotanya. Dan Allah sendiri melaknat orang-orang yang merusak lingkungan sebagaimana yang Allah katakan dalam alqur’an yaitu

“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya..” (Al-A’raaf: 56)
“Makan dan minumlah dari rizki Allah dan janganlah kalian berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan” (Al-Baqarah: 60)
“..dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al-Maidah: 64)

Jadi kesimpulannya, perlakukanlah bumi sebagai tempat tinggal kita dengan menjaga lingkungan bumi itu sendiri sebaik-baiknya. Sebab bila bumi ini sudah rusak, adakah bumi lain yang bisa kita tempati?

Referensi:
Koran kompas
Buku pendidikan lingkungan hidup kelas 3 SD

cinta dalam sepotong roti



flash fiction


Tersebutlah di negeri Perancis dua orang sahabat yang saling menyayangi. Namanya Michael dan Hans. Mereka berdua tercatat sebagai murid school bread. Sekolah yang mempelajari bagaimana caranya membuat roti. Tapi malangnya, mereka berdua jatuh cinta pada seorang gadis yang sama. Michael dan Hans pun bersaing dalam memperebutkan gadis tersebut.

Suatu hari gadis tersebut berulang tahun. Hans dan Michael pun diundang. Kebetulan ayahnya sang gadis seorang pengusaha roti yang sangat terkenal di Perancis. Oleh ayahnya, Michael dan Hans disuruh membawa roti buatan sendiri sebagai kado ulang tahun anaknya. Ayahnya sang gadis ingin tahu, roti buatan siapa yang paling enak dan menarik. Bagi yang memenangkan kompetisi, akan menjadi pendamping hidup bagi anak gadisnya kelak. Begitulah hadiah yang ditawarkan oleh ayahnya si gadis.



Mendengar itu, Michael dan Hans pun berusaha sekuat tenaga untuk membuat roti yang diminta oleh ayahnya sang gadis. Siang dan malam mereka terus mencoba-coba membuat roti. Mencoba membuat adonan permentasi yang pas agar roti bisa mengembang sempurna. Juga mencoba berkreasi dengan roti buatan mereka. Agar menghasilkan roti yang menarik tampilannya. Sehari sebelum harinya tiba, mereka pun membuat adonan dasar roti yang terdiri dari tepung, telur, ragi, air dan garam. Malam harinya mereka biarkan adonan berfermentasi dengan sempurna.

Keesokan paginya, mereka mulai mengolah adonan roti. Memotong-motong adonan lalu menimbangnya sama berat. Setelah itu membentuk adonan menjadi roti dan memanggangnya. Tapi prinsip mereka dalam membuat roti sangat bertolak belakang.



Michael berusaha membuat roti yang menarik meskipun belum tentu mengenyangkan. Dia
memang bercita-cita menjadi pengusaha roti yang sukses dengan mengeruk untung semata.





Sementara Hans lebih mementingkan membuat roti yang bisa mengenyangkan. Hans tak terpaku pada bentuk rotinya saja. Tujuannya dalam membuat roti adalah untuk bisa berbagi. Itulah sebabnya Hans bercita-cita bila menjadi pengusaha roti yang sukses nanti, akan membagi-bagikan sebagian rotinya pada anak-anak panti asuhan dan para gelandangan. Agar mereka tidak mati kelaparan.


Tak berapa lama, roti pun selesai dipanggang. Menjelang siang hari, Michael dan Hans membawa roti itu ke pesta ulang tahun sang gadis. Setelah ayahnya sang gadis mencicipi roti buatan mereka berdua, dia pun memutuskan bahwa rotinya Hans lah yang keluar sebagai pemenang. Alasan ayahnya sang gadis, roti Hans terasa lebih hangat dan mengenyangkan karena dibuat oleh pemiliknya penuh dengan perasaan cinta pada sesama. Mendapati dirinya kalah, Michael pun mengajukan banding. Dia meminta agar tes diadakan sekali lagi di depan ayahnya sang gadis. Agar hasilnya lebih obyektif karena langsung dibuat ditempat. Bila dia tetap kalah, maka dia rela melepaskan gadis itu dinikahi oleh Hans.

Ayahnya sang gadis tak keberatan. Dia pun menyuruh mereka berdua datang lagi seminggu kemudian. Tentu saja sambil membawa adonan roti buatan masing-masing. Ternyata diam-diam Michael menyusun sebuah rencana yang licik. Dia ingin mengalahkan Hans dengan cara yang curang. Tibalah hari yang ditentukan. Ketika mereka tengah membuat roti di depan ayahnya sang gadis, Hans mendapati rotinya tidak mengembang saat dipanggang. Artinya ia telah gagal membuat roti. Untuk membuat adonan yang baru sudah tidak ada waktu lagi. Hans tahu Michael telah mencuranginya. Tapi dia tak ingin berkelahi. Baginya persahabatan lebih penting dari segala-galanya. Dia pun pasrah saat Michael menjadi pemenangnya. Sementara Michael tersenyum licik melihat kekecewaan di wajah Hans.

Suatu hari saat mereka berdua sedang berada di dapur, tiba-tiba oven terbakar. Sebelum oven meledak dengan keras, secepat kilat Hans mendorong tubuh Michael. Akibatnya Hans menderita luka bakar yang parah hingga jatuh koma saat dibawa kerumah sakit. Mendapati Hans terluka parah demi menyelamatkan dirinya, Michael pun merasa sangat menyesal. Betapa mulianya hati Hans, yang membalas kebenciannya dengan cinta yang tulus sebagai seorang sahabat. Padahal dia telah mengganti adonan Hans dengan adonan yang tak ada raginya, agar roti Hans tak bisa mengembang. Hingga Hans kalah dalam kompetisi kedua mereka. Karena menyesal, Michael pun tak pernah berhenti menjenguk dan menemani Hans dirumah sakit. Dan berdoa sepanjang malam agar sahabat terbaiknya itu bisa sadar kembali. Dan bisa menikmati roti yang ia buat dengan sepenuh cinta untuknya.

Hikmah cerita : jangan pernah membalas sebuah kebencian dengan kebencian juga. Tapi cairkanlah kebencian yang kita terima dengan rasa cinta yang tulus. Agar Orang yang melemparkan kebencian pada kita menjadi sadar dan luluh hatinya.


Artikel ini diikutkan pada

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut