novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Rabu, 23 Juli 2014

Indahnya Idul Fitriku Dengan Memaafkan

Bagi saya pribadi ujian yang paling berat saat idul fitri tiba adalah memaafkan orang yang pernah menyakiti. Yah, inilah ujian terberat bagi saya. Apa mungkin saya seorang pendendam? Saya tak tahu pasti yang jelas saya tipe orang yang sulit melupakan kesalahan orang lain apalagi bila seseorang itu telah menyakiti hati ini hingga berdarah-darah. Dijamin, bertahun-tahun pun saya akan terus mengingatnya. Sangat jelek bukan? Tak baik untuk ditiru. Tapi itulah kenyataannya.

Sikap saya ini sempat mengkhawatirkan orang-orang terdekat saya terutama suami. Pokoknya kalau saya sudah sakit hati, dijamin saya akan terus memikirkannya. Sampai-sampai saya mampu meneteskan airmata kemarahan yang saya sebut dengan ‘air mata sakit hati’. Bahkan saya sempat sakit ketika salah seorang teman menyakiti hati saya akibat salah paham.

Kisahnya beragam untuk orang-orang yang masuk daftar saya untuk tak saya maafkan begitu saja. Diantaranya asisten rumah tangga, istri dari adik ipar dan bahkan mertua saya sendiri!.  Ceritanya asisten rumah tangga saya yang tadinya bekerja dengan baik dan penuh pengadian tiba-tiba membuat ulah yang sangat mengecewakan saya sebagai majikan. Tanpa ampun, saya pun mendiamkannya begitu saja disaat dia masuk kerja. Karena tidak tahan saya diamkan, asisten rumah tangga saya pun memilih tidak masuk dan menangis mengadu pada suami bahwa dia merasa tidak betah didiamkan oleh saya akibat pernah berbuat salah. Oleh suami, asisten rumah tangga saya itu pun mau kembali bekerja setelah dibujuk.

Demikian juga saat saya pernah tidak cocok dengan mertua. Padahal wajar yang namanya menantu vs mertua pasti saja ada konfliknya. Salah satu penyebabnya masalah pengasuhan anak. Ceritanya saya yang terlalu perasa dan sensitive ini tidak terima dengan perkataan mertua yang ceplas-ceplos dan terkesan cerewet. Hingga saya pun membuat jarak dengan mertua karena masih sakit hati dengan perkataan yang beliau ucapkan. Sementara mertua saya sendiri tidak menyadari kalau saya masih menyimpan sakit hati. Kalau kata orang dimulut berbeda dengan yang dihati. Mengucapkan minta maaf dan memaafkan tapi dihati belum sepenuhnya menerima.

Begitu juga saat saya merasa tidak nyaman dengan istri adik ipar saya sendiri yang kalau berkata selalu ketus dan menyakitkan. Tanpa dikomando, saya pun menjaga jarak juga dan selalu menolak untuk berkunjung ke rumahnya ketika diajak suami. Bahkan saya pernah berdebat dengan suami dalam keengganan saya untuk mengunjungi rumah adik ipar ketika istrinya ada dirumah. Suami pun hanya bsia geleng-geleng kepala melihat sikap saya yang keras kepala. Pokoknya bila saya sudah sakit hati maka tak ada kompromi. Meskipun istri adik ipar saya itu sudah melupakan sikap nya itu. Namun tidak bagi saya.

Namun Tuhan ingin menunujukkan pada saya lewat sebuah hikmah yang saya dapatkan saat saya sakit dan saat mengalami hamil yang bermasalah. Begitu mendengar saya sakit parah, mertua yang tinggal jauh di Medan dengan rela datang ke Jakarta untuk menjenguk saya. Bahkan beliau sampai membelikan obat herbal untuk penyembuhan saya yang harganya jutaan!. Demikian juga saat saya mengalami hamil yang cukup parah karena selalu diinfus akibat muntah terus meski usia kehamilan menginjak trimester ketiga, Dengan penuh pengabdian aisten rumah tangga saya menunggui dan bahkan tiap malam selalu memijat hingga saya tertidur. Tak ada keluhan capek sedikitpun di mulutnya. 

Disinilah air mata sakit hati saya berganti dengan air mata haru. Sejak kejadian penuh hikmah ini, kesadaran saya pun terbuka. Untuk tak selalu melihat kesalahan orang lain tanpa mencari kebaikan yang ada pada dirinya.  Sebagaimana ustad Aa Gymnastiar pernah berkata bahwa dalam hidup ini hendaklah kita selalu melihatnya laksana melihat bunga-bunga yang penuh warna warni tumbuh ditaman. Intinya dengan selalu melihat kebaikan yang ada pada diri setiap orang, maka hidup akan terasa indah. Memaafkan pun menjadi mudah.

Jumat, 18 Juli 2014

Memaksimalkan Uang THR

Dapat THR? Wow! senangngya karena upah kerja setahun turun juga. Bisa belanja belanja nih. Eits, jangan kalap dulu. Kalau tidak bijak menggunakannya bisa menyesal dan semua kebutuhan tak terpenuhi dengan baik. Akibat lainnya bisa-bisa yang bukan kebutuhan di beli juga dengan alasan kapan lagi bisa beli beli mumpung ada uang THR. Nah, loh… Sebenarnya tak ada yang melarang kamu menghabiskan uang THR mu. Wong itu adalah hasil keringatmu selama setahun yang dibayarkan perusahaan sebagai tanda terima kasih karena pengabdian dan kerjamu. Tapi alangkah bijaknya bila kamu tahu trik bagaimana memaksimalkan THR agar semua  terpenuhi. Bahkan kalau bisa bersisa untuk investasi dan tabungan.

Biar kamu gak kalap, nih trik cerdas memaksimalkan THR

-    Keluarkan dulu yang wajib dibayar misalnya zakat, hutang dan cicilan tahunan. Untuk hutang, kamu bisa membiasakan diri untuk tak gampang berhutang bila tidak perlu banget. Jangan dikit-dikit pinjam dengan alasan nanti bisa dibayar pas dapat THR. Akhirnya begitu dapat THR, separuhnya hanya untuk bayar hutang. Ngenes deh….Jadi usahakan untuk meminimalkan utang.

- Catat anggaran pengeluaran agar belanja tidak keluar dari anggaran. Sayangkan bila uang THR mu dihabiskan untuk hal yang sebenarnya tidak penting dan kamu butuhkan. Misalnya mendadak memborong baju , tas dan sepatu. Padahal di lemari sudah banyak menumpuk benda serupa

-    Jangan lupa berbagi THR pada orang tua, saudara yg kurang mampu atau yang bekerja di rumahmu. Hitung-hitung sedekah lebaran yang bisa kamu lakukan setahun sekali.

-    Bila kamu mudik, alangkah baiknya dana mudik sudah kamu tabung jauh-jauh hari. Jadi THR untuk mudik bisa ditabung. Lumayan kan

-    Begitu juga bila kamu hendak membeli makanan. Kamu bisa membeli bahan makanan yang tahan lama seperti biscuit, sirup dsb saat harganya masih murah. Jadi gak mesti pas mau lebaran yang harganya bisa bertambah mahal.

-    Membeli baju juga bisa kamu lakukan sebelum lebaran. Apalagi saat ada great sale. Belilah baju baru, tas dan sepatu secukupnya saja. Atau kalau kamu bisa menjahit kenapa enggak jahit sendiri? lebih hemat dan kreatif kan? Juga lebih bangga karena hasil tanganmu sendiri.Siapa tahu teman-temanmu suka dengan model baju dan hasil rancanganmu sendiri. Bukan tak mungkin lebaran berikutnya pada pesan baju rancanganmu. Keren kan? udah hemat dapat uang tambahan lagi saat lebaran berikutnya.

-    Yang terakhir setelah semua pos terisi, jangan lupa sisakan untuk ditabung atau berinvestasi misalnya dengan membeli emas. Jadi THR mu ada bekasnya gak habis begitu aja kayak air .

Oke selamat menikmati THR nya dengan senyum bahagia yah:)

Jumat, 04 Juli 2014

Ngabuburit Pintar

Bila ramadhan tiba, ingatan saya pun kembali bernostalgia ke beberapa tahun silam saat sekolah di muallimat muhammadyah yogya.  Pada saat ngabuburit saya memang lebih senang pergi bersama teman-teman seasrama ke pasar tiban ramadhan di sepanjang Kauman. Daripada pergi cuci mata dan menghabiskan waktu di Mall Mallioborro. Menurut saya, ngabuburit dengan cuci mata ke mall rentan membuat kita menjadi berbelanja yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terbayang keseruan dan nikmatnya berburu makanan berbuka puasa, meskipun harus berdesak desakan di gang sempit Kauman bersama pembeli lainnya. Namun saya dan teman-teman satu asrama setiap sore menjelang berbuka tetap semangat membeli bukaan disana.Apalagi beraneka ragam makanan khas bulan puasa dijajakan disana seperti kolak dan kicak, serta puluhan sayur dan lauk pauk semacam brongos dan nasi pecel, bacem, sambal goreng pedas serta gudeg. Bahkan kudapan favorit Sultan Hamengkubuwono IX ‘prawan kenes’ juga ada. Kudapan yang terbuat dari pisang dan santan kental yang diolah dengan cara dipanggang. Mungkin dulu Gusdur, Amin Rais dan Andi Malarangeng juga pernah merasakan serunya berdesak-desakan beli bukaan di pasar tiban ramadhan karena tokoh-tokoh ini dulu kos di Kauman juga. Hmmmm…



                                          .Pasar Tiban ramadhan digelar disepanjang jalan ini

Tapi kini sejak menjadi ibu dari tiga orang anak dan tinggal di kampung yang jauh dari pusat kota, hingga saya malas keluar dan pergi kemana-mana.. Saya pun sering tak sempat mencari makanan berbuka. Padahal hal ini yang saya sukai dari dulu saat ngabuburit.. Sebagai gantinya saya pun berinisiatif memasak sendiri menu berbuka puasa. Selain lebih hemat dan seru karena setiap hari berburu resep berbuka baik dari majalah dan internet. Menu buka puasa yang saya buat pun bisa dibagikan pada tetangga-sekitar.  Saya memang sengaja memasaknya dengan porsi lebih. Hitung-hitung sekalian sedekah ramadhan..  Setelah selesai menyiapkan hidangan berbuka dan membagi-bagikannya ke tetangga, saya pun menyempatkan diri nulis baik untuk naskah buku maupun diblog. Atau bermain dan menonton acara dan menyetel dvd musik ramadhan seperti lagu nasyid raihan dan maher zein. bersama anak sambil menunggu buka puasa. Anak-anak yang mulai lemas dan loyo pun semangatnya bangkit lagi. hehehehehe

Intinya ketika berburu makanan berbuka, usahakan untuk tak terlalu bernafsu membeli banyak bukaan karena biasanya kita mudah tergoda dan lapar mata saat menjelang berbuka puasa. Selain mubazir bila tidak dihabiskan juga boros pengeluaran. Yah, kita dituntut selama bulan puasa untuk tak hanya puasa menahan lapar dan haus serta amarah. Tapi juga puasa berbelanja alias imsak belanja.Terutama saat ngabuburit bersama teman dan keluarga Salah satu caranya dengan mengurangi banyak belanja dan gantikan dengan memperbanyak kegiatan bermanfaat dan ibadah seperti nulis di blog misalnya.. . Inilah cara saya ngabuburit secara pintar dari dulu hingga sejak menjadi ibu. Selamat ngabuburit yah 

Jumat, 06 Juni 2014

"Tolong Jaga Saya"



Pada saat saya mengikuti kopi darat sekolah pernikahan bulan Juni yang lalu, saya terkesan dengan ucapan nara sumber dalam acara tersebut yang selalu mengatakan pada istrinya

“Tolong jaga saya,” ucapnya.

. Makna kalimat diatas diungkapkan oleh nara sumber bukan tanpa alasan. Sebagai manusia biasa, dia memiliki kelemahan sebagaimana manusia lainnya yaitu mengalami fluktuasi dalam keimanan. Bisa jadi saat ada wanita yang menggodanya, imannya sedang lemah atau turun drastis. Untuk itulah ia meminta dengan kerendahan hati agar isterinya mau ikut menjaganya dari godaan tersebut. Apalagi saat kondisi psikis sedang lemah atau down karena masalah. Maka dalam kondisi seperti ini akan mudah tergelincir dalam godaan wanita atau pria lain.

Biasanya menurut nara sumber orang luar yang membuat kita tergoda juga sedang mengalami kemunduran iman atau kondisi psikis yang sama dengan kita. Jadi besar kemungkinan sinyal nya saling memangggil . Untuk itulah betapa pentingnya kita menjaga diri dan meminta pasangan suami atau isteri kita juga ikut menjaga diri kita..


Menjaga disini bukan berarti bertindak sebagai satpam yang terus mengawasi pasangan 24 jam. Istilahnya ‘menjaga’ adalah saling memberi kekuatan agar masing masing tidak mudah jatuh ke dalam lubang perselingkuhan. Lewat kekuatan cinta yang terus ditumbuhkan dan dipelihara bersama.
Penting bagi suami ataupun isteri untuk memiliki kesadaran diri apa kelemahan dirinya dan kapan kondisi dirinya sedang lemah dan rentan terhadap godaan yang datang. Ini merupakan salah satu antisipasi agar tak terjebak dalam hubungan yang rumit yaitu perselingkuhan. Selain menjaga hubungan pernikahan tetap harmonis bersama pasangan.Yah, maraknya perselingkuhan belakangan ini merupakan pemicu terbesar terjadinya perceraian

Bagi teman teman yang tertarik  ingin bergabung silahkan berkunjung  ke situs www.sekolah pernikahan.com

Selasa, 27 Mei 2014

Ini Bukti Cintaku Untukmu Mande (Ibu)

Dia masih menggengam sebuah buku dengan rona bahagia. Euforia singgah dihatinya saat ini. Kala menatap buku ditangannya akhirnya diterbitkan juga di sebuah penerbit besar dan ternama. Elexmedia…..Rasanya tak percaya membayangkan impiannya bisa terwujud.  Untuk menerbitkan sebuah novel dengan bertuliskan namanya di sampul depan buku . Apalagi saat ia menatap bukunya terpajang di rak toko buku besar di Jakarta. Rasa bangga menyelinap begitu saja. Namun ditengah-tengah rasa bahagia, bangga dan euforianya, tiba-tiba wajahnya menciut takut mengingat kalau-kalau monster itu juga akan merenggutnya. Monster yang telah merenggut tiga orang yang ia sayangi, Monster yang tak punya hati karena dengan begitu saja mengambil nyawa kedua kakak dan Mandenya (ibu) dengan cara yang menyakitkan dan mengenaskan. Bukan tak mungkin monster itu juga suatu hari akan merenggut nya juga.




Kakak sulungnya merupakan anak kebanggaan keluarga termasuk bagi Mande. Anak yang begitu istimewa menurut Mande karena sedari kecil selalu mengukir prestasi hingga akhirnya bisa mendapatkan bea siswa keluar negeri. Namun disaat hidup Uda yang ia banggakan mencapai puncak kejayaannya, monster itu seenaknya merenggut Udanya . Setelah sebelumnya dia juga merenggut Uda (abang) keduanya yang dikenal sangat dermawan dan ramah semasa hidupnya. Hingga begitu banyak orang yang menangis menatap jasadnya. Bahkan ketika hendak dimakamkan, berduyun-duyun orang mengerubunginya. Begitu juga orang-orang yang hendak menshalatinya di mesjid, berebut tempat hingga penuh sampai keluar halaman. Seolah-olah mereka tak ingin melewatkan hari terakhir bersama sebelum Udanya itu dimakamkan. Dan korban berikutnya Mande yang sangat ia sayangi dan kagumi karena ketabahannya selama merawat sebelas orang anaknya di tengah kesulitan ekonomi.



Akh Mande ….Sebenarnya disaat menggoreskan pena ini, rasanya aku tak sanggup menahan kristal bening yang mendesak keluar dari kedua pelupuk mataku. Motivasi darimulah yang membuatku ingin selalu berbagi tulisan yang inspiratif dan penuh manfaat buat dunia. Aku ingat saat pertama kali memulai karirku di dunia tulis menulis. Kaulah orang pertama yang selalu memompa semangatku dengan ucapan yang meneguhkanku.
“Nak, teruslah berjuang mengukir dunia dengan tulisanmu yang penuh manfaat bagi semua orang. Sebab menulis adalah sebuah perjuangan yang akan kau kecap imbalannya di akhirat kelak,” ucapmu berkali-kali disaat semangatku melemah kala tak satupun cerpenku dimuat di media. Caramu mendukungku sangat indah dan mengharukanku. Hingga terus membekas dihati anak perempuanya yang paling kecil ini yaitu aku.

Masih kuingat waktu bersejarah itu. Penuh euphoria,  kuberitahu padamu tentang cerpenku yang akhirnya dimuat dengan judul ‘Rumah Mande’ di annida-online dan alhamdulillah menjadi cerpen pilihan pembaca nop 2009 hingga dibuatkan video testimoninya. Dengan antusias Mande memintaku untuk membacakan cerpenku itu untuknya. Berhubung mata Mande sudah kabur dan tak bisa lagi melihat, maka dengan senang hati aku membacakannya untuk Mande. Dengan tekun Mande menyimak sampai ceritanya selesai kubaca. Begitulah, setiap ceritaku dimuat di media, Mandelah orang pertama yang ingin tahu tentang isi cerpenku. Membuatku semakin termotivasi untuk terus menulis hingga kini. Lagi…dan lagi meski tak selalu tulisanku dimuat. Tapi aku belajar darimu untuk tak pantang berputus asa.





Kerap kusesali, mengapa Tuhan tak pernah mencegah disaat monster itu datang mengunjungi satu persatu anggota keluarganya? Lalu membawa mereka pergi dengan cara yang tak ingin ia ingat seumur hidupnya karena begitu menyakitkan. Monster yang telah meninggalkan bekas trauma dihatinya, hingga kecemasan dan ketakutan selalu menggelayutinya. Yah monster yang sedikitpun tak mengenal rasa cinta saat sudah berhadapan dengan korbannya.

Mengapa oh mengapa? Sang Pemilik hidup tak mengulurkan pertolongan dan keajaibannya untuk keluarganya. Disaat Monster itu telah semena-mena menyakiti dan mengambil paksa orang-orang terbaik dikeluarganya. Tanya mengapa itu terus mengganggu pikirannya. Namun tiba-tiba dia tersentak kala kembali menatap novel ditangannya. Sebuah bisikan malaikat menenangkannya. “Kamu harus ikhlas karena mereka sudah tenang di alam sana. Surga telah menanti mereka karena kesakitan yang mereka alami telah menggugurkan dosa-dosa mereka.”




Allahu Akbar... dia tersadar bahwa selama ini rasa tidak ikhlasnya lah yang telah membuatnya terpuruk dalam kubangan duka. Harusnya dia menyadari bahwa Yang Kuasa berhak mengambil nyawa siapapun termasuk ketiga orang keluarganya itu karena Dialah Pemilik Hidup hambanya yang sejatinya telah tertulis di Lauh Mahfuz jauh sebelum ia dan keluarganya dilahirkan. Kini rasa haru itu menyelimutinya karena banyak hikmah luar biasa yang ia dapatkan lewat Monster yang bernama kanker itu. Yah, kini dia menjadi lebih menghargai hidup. Lewat monster itu juga dia mendapakan sebuah ilmu bernama ‘ikhlas’ Ilmu yang tidak dipelajari disekolah manapun. Tapi hanya di dapat lewat sekolah kehidupan yang penuh kepahitan dan kesedihan. Akibat kehilangan orang-orang yang dicintai.

Mande…Kehangatan cinta ini tetap untukmu. Meski sorot matamu kini tak lagi bernyawa. Tak lagi sehangat dekapan dan belaianmu. Yang kini hanya tinggal cerita

Mande…Binar cintaku ini tetap milikmu Meski binar bahagia dimatamu yang keriput redup ditelan usia. Tak lagi memiliki arti seperti dulu. Karena kini kau tergeletak lemah tanpa daya

Mande…Kurindu sinar kecemasan itu dimatamu. Saat mendapati diriku bermuram durja. Biarlah kini kecemasan itu menjadi milikku. Yang kian hari dipenuhi rasa putus asa

Mande…Tak akan mungkin kulupa. Kedua pelupuk matamu yang menganak sungai oleh air mata. Disaat bermunajat disepertiga malam demi keberhasilan ananda

Tapi kini kedua pelupuk mata tuamu selalu basah oleh air mata derita. Karena maut yang kelam mulai menggerogoti tubuhmu nan renta. Oleh penyakit yang tak mengenal hati dan cinta.
Oh Mande…Waktu telah menjawab segala. Betapa cintamu selalu mengalir untukku. Bagaikan ricik air cinta yang tak pernah kering dihatimu

Ya Robbi! Perkenankanlah pintaku Pinta yang kujalin dengan sepenuh cinta untuk Mande. Dari tasbih, zikir dan doa, agar kulihat lagi cinta dimatanya. Cinta yang tulus dan abadi hingga akhir masa.
    
. Selamat jalan Mande…Kaulah motivator sejatiku….Untuk Mengobati rasa rinduku dan juga sebagai bukti cintaku, aku hanya bisa mengabadikan kisah hidupmu dan keluarga kita dalam buku ‘Rumah Mande’ yang aku tulis ini. Semoga kisahmu bisa membawa inspirasi bagi banyak anak di dunia ini agar lebih mencintai ibu mereka selagi masih bisa mereka dekap penuh cinta.




Sabtu, 24 Mei 2014

Tanamkan Karakter Hidup Sehat Dari Rumah

Menanamkan karakter hidup sehat pada anak sebenarnya tidaklah sulit, asalkan dilakukan dengan penuh cinta. Selain lewat teladan orangtua yang lebih dulu melakukannya. Jadi tak hanya memerintah saja, karena anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Tentu semuanya dimulai dari rumah. Sebagai orang tua saya menerapkan karater hidup sehat lewat 3 langkah yaitu dengan menanamkan


1. Pola Makan Sehat yang dimulai dari kebiasaan

* Sarapan pagi yang cerdas. 




Menurut saya sarapan yang cerdas itu

1.    Mengandung Zat Gizi Yang Lengkap Seperti Karbohidrat, Protein Dan Mineral. Bila anak tidak mau makan nasi tetap berikan sarapan selain nasi yang sarat gizi yang mengandung karbohidrat, protein dan mineral seperti roti yang berisi potongan daging atau irisan telur. Lebih bagus lagi ditambah sayur seperti irisan selada atau tomat. Kita juga bisa memberi gandum yang dimasak dengan susu. Bila anak tetap tidak suka alternatif lainnya bisa diberi cereal. Yang terpenting bukan apa sarapannya dan hanya mengenyangkannya saja, tapi anak suka dan dapat memenuhi gizi hariannya.

2.    Tidak Berlebihan Kandungan Gulanya
Pada umumnya anak suka makanan yang manis seperti halnya anak juga suka makan permen. Yups dalam tubuh manusia memang ada reseptor rasa manis, bahkan gen khusus untuk rasa manis. Tak heran anak-anak akrab dengan camilan yang manis-manis. Boleh-boleh saja selama masih dalam batas normal yaitu tidak lebih dari 30 gram (6 sendok teh) dalam satu hari. Bila berlebih akan merusak gigi anak dan memicu timbulnya obesitas.
Sebenarnya kita bisa memberikan alternatif sumber rasa manis yang lain misalnya dari buah-buahan. Jadi gak melulu permen, coklat dan teman-temannya. Kalo anak sudah makan makanan yang manis, hindari untuk memberinya minuman yang manis juga seperti soft drink tapi lebih baik beri air mineral.

3. Variatif
Saya sendiri harus memutar otak kreatif saya agar bisa menyajikan menu sarapan yang yang berganti-ganti agar anak tidak mudah bosan. Terkadang agar lebih praktis saya menyiapkan satu menu dengan gizi yang lengkap seperti spaghetti yang dicampur dengan irisan daging ayam, wortel dan parutan keju yang hampir disukai oleh semua anak termasuk anak saya. Jadi dalam satu masakan gizinya terpenuhi semua. Dilain hari saya siapkan nasi goreng plus ayam cincang dan irisan timun dan wortel.

4. Siapkan Dengan Sepenuh Cinta
Tak jarang saya mengajak anak untuk membantu menyiapkan sarapan pagi.



Lalu mengajak semua anggota keluarga untuk makan bersama. Ternyata hal ini selain mempererat ikatan keluarga juga bisa membuat anak–anak merasa senang melakukan sarapan setiap harinya, karena merasakan adanya kebersamaan dan keharmonisan. Sebagai contoh anak saya tidak mau bila sarapannya yang masak asisten rumah tangga bukan saya meskipun menu yang dimasak sama. Biasanya mereka akan cemberut dan tidak lahap menyantap sarapannya. Hal ini terjadi ketika suatu saat saya sakit dan memilih beristirahat daripada terjun kedapur.

5. Memberi Bekal Sehat
Alternatif lainnya yang saya lakukan bila anak sesekali tidak sempat makan pagi. Tentunya bekal yang sehat adalah yang kaya serat, mengandung karbohidrat dan mineral. Kandungan ini dapat menjadi bahan bakar otak bagi anak.

Yah, sebagai orang tua kita harus menyiapkan sarapan untuk si buah hati.meskipun anak kerap mengeluh saat disuruh. Namun lama-lama mereka akan menyadari bahwa kebiasaan untuk selalu sarapan pagi itu menyehatkan, menyenangkan dan dapat menunjang konsetrasi berpikir mereka dalam menyerap pelajaran. Selain menghindarkan mereka dari keinginan untuk jajan di sekolah, karena bila sudah kenyang sarapan dan dibekali dari rumah, anak tak lagi jajan. Apalagi banyak jajanan yang belum tentu bersih serta mengandung pengawet dan pewarna buatan yang berbahaya bagi tubuh. Untuk itulah anak-anak saya tak pernah protes diberi jajan hanya Rp 2000 . Yang ada uang jajan mereka tetap utuh dan ditabung karena tidak ada yang dibelanjakan


- Tips Memilih Kotak Makanan/Minuman Untuk Anak

Desainnya sesuai dengan usia anak yaitu yang bentuknya ramping sehingga bisa digenggam jari-jarinya yang masih mungil, bersudut tumpul sehingga tidak menusuk dan mudah dibuka-buka.

Pilihlah ukuran kecil  Biasanya makanan yang dibawa anak juga tidak banyak seperti setangkup roti, biscuit dan sepoting sandwich. Selain itu lebih ringan dan mudah dimasukkan ke dalam tas.

Bahannya terjamin Melihat apakah ada tulisan food grad. Bila iya berarti bahan yang digunakan aman untuk menyimpan makanan/minuman si kecil. Pastikan juga bila kotak makanan terbuat dari plastik apakah baunya menyengat seperti bau ember plastik.

Mudah dibuka dan ditutup. Kemampuan anak untuk membuka dan menutup kotak makan/minumnya merupakan stimulasi bagi motorik halusnya. Jadi jangan pilih bukaan yang terlalu rumit.
Pastikan tidak mudah tumpah Anak usia ini masih suka berlari kesana kemari sehingga makannya bisa tumpah mengenai baju dan tasnyap. Pilihlah kotak makanan yang kedap udara yang menjamin makanan/minumnya tidak mudah tumpah.Tupperware merupakan bahan yang aman untuk tempat bekal anak-anak saya dari segi bahannya yang sehat dan kemasannya yang ringan serta kedap udara dan tidak mudah tumpah.

   * Menjaga Berat Badan Seimbang

Kita sering beranggapan bahwa anak gemuk itu sehat dan lucu. Ada anggapan juga bahwa bila anaknya gemuk berarti kita telah berhasil sebagai orang tua. Benarkah? Obesitas sendiri didefinisikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Perlu diketahui meskipun lemak dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan energi, penyekat panas, dan penyerap guncangan tetapi bila berlebihan tentu dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit serangan jantung, stroke dan penyakit serius lainnya yang akan meningkat di usia sekitar 30-40 tahun. Maka sebaiknya obesitas ditanggulangi sejak dini.
Begitu memprihatinkannya masalah obesitas di berbagai negara ini, sampai-sampai WHO pada tahun 1998 menyatakan ‘obesitas sudah dalam tingkat epidemik’ yang kalau dibiarkan akan menjadi obesitas global. Secara kasat mata obesitas memiliki ciri yaitu wajah membulat, pipi tembam, dagu bertumpuk dan leher relatif pendek, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat. Timbangan badannya juga jauh diatas ideal. Untuk itulah menjaga berat badan anak sebaiknya sudah dimulai sejak dini. Dan bila pembentukan jaringan lemaknya terjadi sebelum usia 5-7 tahun, anak memiliki kecenderungan obesitas saat dewasa.

                                
                                                                 life.viva.co.id

 Penyebab Obesitas Sendiri umumnya karena

Faktor Genetik
Anak yang berasal dari keluarga yang rata-rata memiliki berat badan berlebih, akan cenderung menurun pada anaknya.

Faktor Psikologis
Saat anak stres atau bosan melampiaskannya dengan makan terlalu banyak. Biasanya anak seperti ini berasal dari keluarga yang memiliki kecenderungan serupa. . bahkan tak jarang anak sekarang makan bukan hanya untuk mengatasi rasa laparnya tapi memenuhi kepuasan terhadap makanan kegemarannya

Faktor Sosial
Perubahan gaya hidup yang lebih memilih makanan siap saji seperti junkfood, gula-gula dan penganan gurih yang biasanya memang enak. Orangtuanyalah yang harus membatasi dan mengendalikan anak terhadap makanan instan yang kaya lemak dan karbohidrat ini tetapi rendah serat seperti burger, pizza, kentang goreng, es krim, coklat dan berbagai merek ayam goreng.

Mengkomsumsi Makanan Berkalori Tinggi Diantaranya:
- Makanan cepat saji
- Jajanan gorengan
- Minuman brsoda
- Daging olahan

Resiko Obesitas
-Secara fisik anak bisa terkena diabetes, penyakit jantung, perlemakan hati, aktivitas terhambat, gangguan sendi dan tulang, gangguan tidur dan ruam kulit
- Secara psikis anak akan menjadi kurang percaya diri karena sering diolok-olokan teman-temannya.


2. Pola Hidup Sehat

- Membiasakan anak mandi dua kali sehari agar tubuhnya bersih dari kuman



- Membiasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan agar terhindar dari penyakit diare dan beritahu anak-anak langkah-langkah mencuci tangan yang tepat sbb:

    Pertama. Basahi dulu kedua telapak tangan dengan menggunakan air yang mengalir. Lalu ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan adik-adik secara lembut.
    Kedua. Setelah itu usap dan gosok kedua punggung tanganmu secara bergantian.
    Ketiga. Teruskan dengan menggosok jari-jari tanganmu hingga ke sela-sela jari sampai bersih.
    Keempat. Lanjutkan dengan menggosok ujung jari, ibu jari secara bergantian
    Kelima. Bersihkan juga kedua pergelangan tanganmu secara bergantian dengan air mengalir. Setelah itu lap tanganmu dengan handuk agar kering.

- Membiasakan anak anak minum air putih karena lebih sehat dan banyak manfaatnya untuk tubuh 




Biasanya pagi hari sebelum sarapan dan makan, anak anak saya beri air putih dulu untuk menetralkan asam lambung yang meningkat di malam hari. Selain untuk memperlancar buang air besar pada anak-anak. Juga menanamkan kebiasaan lebih banyak minum air putih dibandingkan minum lainnya seperti teh manis, kopi, dan minuman ringan.
 

3.Pola Lingkungan Sehat


Ajak anak anak untuk ikut menjaga lingkungan dengan mengajaknya


- Membuang sampah pada tempatnya. Sejak dini anak-anak saya sediakan tong sampah tak hanya dirumah, tapi juga dikamarnya. Akhirnya kebiasaan membuang sampah di tempatnya ini menjadi kebiasaan anak anak.

- Mencintai tanaman dengan tidak memetiknya sembarangan dan mengajaknya menanam di halaman rumah. Anak saya paling suka bunga dan selalu ingin memetiknya dan membawanya pulang. Saya pun menjelaskan pada anak bahwa bunga juga makhluk hidup, kalau dipetik bisa mati dan layu. Padahal bunga dan tanaman dapat membuat udara menjadi lebih sehat dan segar karena mengandung oksigen. Akhirnya anak-anak tak lagi tega memetik bunga.




- Menjaga kebersihan kamarnya dan rumah.
 Saya biasakan sejak dini anak anak membersihkan kamarnya sendiri dan menjelaskan pada mereka bahwa kamar yang kotor tidak sehat dan tidak nyaman untuk ditempati..Untuk itulah kamar perlu dibersihkan setiap hari.

- Kalau perlu ajak anak seminggu sekali kerja bakti . Selain menambak keakraban antara keluarga, anak pun tumbuh kesadarannya bahwa kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya perlu dijaga.

Dengan menanamkan 3 pola diatas, diharapkan anak kita tumbuh sehat, mandiri dan ceria 

https://www.facebook.com/TupperwareID?ref=ts&fref=ts

Sabtu, 12 April 2014

Cinta Rasa Kiwi - Cerpen

" TEETT…Teeettt…..!"
Bis berwarna kuning kemerahan segera berhenti tepat di depan sebuah halte ketika mendengar suara bel dari kursi salah satu penumpangnya. Seorang wanita berbalut mantel berbulu bergegas turun dengan langkah gesit. Melihat ke kiri dan kanan dengan wajah lelah sebelum menyebarang jalan untuk menuju ke apartemen mungilnya.. Kehangatan mulai menyergap tubuhnya begitu memasuki apartemen. Setelah beberapa menit tubuh langsingnya bergelut dengan udara dingin di sepanjang jalan kota Auckland. Tapi tidak dengan hatinya sejak ditinggal Eki suaminya, yang memilih pindah apartemen.

Hal pertama yang dilakukannya adalah menuju dapur sambil membawa sekantung buah yang baru saja ia beli di supermarket Two Double Seven. Salah satu supermarket terbesar di kota Auckland. Sebelum ia menuju kamarnya yang lengang tanpa suara dan sambutan hangat Eki seperti biasanya. Memilih dan mengupas buah yang kulit dan rupanya mirip sawo itu dengan sepenuh cinta untuk ia buat jus yang menyegarkan.

Gold kiwi lebih ia sukai daripada Green kiwi. Selaian rasanya yang lebih nikmat, ada bonus tambahan yaitu vitamin E yang lebih tinggi untuk kecantikan kulitnya. Sebagaimana dirinya yang selalu mengejar bonus tambahan jam kerja agar dolarnya juga bertambah. I love it! Di tengah aroma kiwi yang unik, terngiang-ngiang kembali perkataan Eki sebulan yang lalu.

"Kapan tabungan kita bisa penuh, kalo terus kamu kirimkan ke Bandung? Aku kecewa padamu dalam hal mengatur keuangan rumah tangga kita. Tak mungkin kan, seumur hidup kita bekerja keras terus di negeri asing?" protes Eki di tiga tahun usia pernikahan mereka.

Deg! Serasa beribu-ribu benda tajam menusuk ulu hatinya di tengah kebimbangan akut. Siapa yang harus ia pilih? Keluarganya atau suaminya? Akh, terlalu sulit sebab keduanya bukanlah untuk dipilih.

Tapi untuk diajak bekerja sama agar bisa mengerti dirinya. Mamanya dan adik-adiknya yang selalu menuntut uang untuk biaya hidup karena terbiasa hidup enak ataukah Eki suaminya yang gajinya tak setinggi dirinya.

Sehingga dia harus lebih bekerja ekstra demi kelangsungan keuangan rumah tangga mereka dan keuangan keluarganya.

Dulu selama ayahnya baru menjabat sebagai pengacara, fasilitas hidup mereka terasa membuai. Rumah besar, mobil kantor dan gaji ayah yang lumayan. Namun semua fasilitas dan kemewahan hidup melayang sejak ayahnya tak pernah mau menerima uang sogokan. Yah, sebagai pengacara ayahnya kelewat lurus.

Bagi ayahnya bekerja adalah sebuah kecintaan dan pengabdian, bukan semata-mata karena uang. Sepeninggal ayahnya, prinsip itu terus ia pegang dengan mencari uang secara halal meski harus membanting tulang.

Dia kembali asyik dengan kiwi di tangannya. Meskipun bayang-bayang kepahitan hidup terus mengganggunya. Pertama kali mengenal dan merasakan khasiat buah kiwi yang dahsyat, dia mulai jatuh cinta karena merasakan adanya kecocokan dengan buah unik ini.

Kandungan antioksidannya yang tinggi dan vitamin C nya yang dua kali lipat lebih banyak dari buah yang lainnya memang sangat dibutuhkan untuk stamina tubuhnya yang sering bekerja di luar batas.

Sayangnya mengapa tak secocok dirinya dengan Eki? Terutama dalam hal keuangan. Lelaki yang telah mampu membuatnya jatuh cinta dibanding lelaki-lelaki yang selama ini pernah mengejarnya. Eki memang beda, karena berani meluluhkan hati seorang wanita yang kelewat mandiri dan tangguh seperti dirinya. Akibat terus ditempa oleh hidup yang tidak ringan.

Sementara lelaki lain memilih mundur teratur karena menganggap dirinya adalah wanita yang tak membutuhkan pendamping. Wanita yang tak umum di mata pria yang hanya beranggapan bahwa wanita adalah makhluk lemah yang harus selalu dilindungi dan dijaga bak porselen. Sementara dirinya terbiasa memecahkan semua persoalan hidupnya sendirian.

Tapi benarkah demikian? Sejatinya dia juga seorang wanita yang butuh penguatan dari seorang pria sejati.

Tapi untuk detik ini dia tak butuh Eki ataupun mesin penghangat apa pun untuk kembali membuat hatinya yang dingin menjadi panas kembali oleh semangat yang membara. Yang dia butuhkan hanyalah segelas jus kiwi yang segar dan menggoda. Meskipun tak ia pungkiri kehadiran Eki dalam hidupnya semakin membakar geloranya, terutama dalam bekerja.

Namun Eki sendiri juga yang berusaha melumerkan kehangatan itu lewat sikapnya yang lebih dingin dari salju negara manapun di musim dingin yang menggigit. Hingga kengiluan yang teramat perih mengalir di sekujur tubuh ringkihnya.

Dia benar-benar butuh pertahanan lebih untuk raganya yang mulai membeku kedinginan dan terkepung keletihan yang amat sangat akibat bekerja lembur beberapa hari ini.

Jangan sampai fisiknya ambruk karena kurangnya suplemen penting penopang hari-harinya selama di negeri orang. Pilihannya jatuh pada suplemen alami yaitu buah yang bertekstur halus dengan rasanya yang unik. Buah dengan perpaduan rasa manis dan asam yang sempurna. Seunik asam manisnya cinta yang ia alami. Yah, Buah Kiwi! Buah yang namanya diambil dari nama burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru. Yang menjadi simbol nasional negara persemakmuran ini.

Cerita hidupnya sendiri dimulai ketika ia memutuskan untuk pergi ke Auckland karena desakan ekonomi. Setelah puas mengadu nasib sebelumnya di negeri Jiran Malaysia dan Hongkong sebagai Babu.

Tapi sesampainya di negeri Kiwi tak mudah untuk segera mendapatkan pekerjaan. Tak seperti di Malaysia atau Hongkong yang banyak membutuhkan tenaga rumah tangga. Di Auckland pekerjaan seperti itu jarang ada lowongan. Paling banyak diterima sebagai tukang cuci piring atau chef. di restoran-restoran. Pernah hampir 3 hari ia berkeliling berjalan kaki mencari pekerjaan.

Sampai akhirnya di sebuah cafe Turki di daerah ponsonby ia diberi kesempatan untuk dipekerjakan sebagai tukang cuci piring. Ia ingat, malam itu malam Sabtu, weekend, restoran lumayan ramai.

Perihnya ia yang tidak punya pengalaman sama sekali hingga jadi bulan-bulanan. Diperintah dengan nada yang tinggi, dibentak, dimaki-maki karena tidak tau cara mengoperasikan dish washer. Ia juga disuruh bekerja lebih cepat, lebih cepat lagi. Padahal sudah setengah mati ia berusaha untuk bekerja secepat yang ia sanggup.

Setelah semua pekerjaan selesai-- piring-piring dan semua perkakas bersih-- sampah-sampah sudah dibungkus rapi dan diletakkan di tempat sampah--seluruh lantai yang lumayan luas sampai dengan toilet sudah mengkilat ia pel, dengan entengnya mereka mengatakan padanya bahwa ia tidak dapat bekerja lagi di tempat itu. Ternyata mereka hanya memanfaatkan tenaganya saja! karena tukang cuci piring mereka yang juga orang Turki tidak datang malam itu.

Tragisnya lagi ia sama sekali tak diberi upah atas kerja kerasnya malam itu. Akhirnya dengan keadaan keuangan yang masih tak menentu, ia hanya bisa tinggal di lantai atas sebuah toko milik seorang imigran dari Afghanistan yang berada di daerah Queen Street. Tempatnya lusuh dan tidak terawat, hanya saja lapang dan dapat ditiduri banyak orang. Jadi ia bisa menghemat pengeluaran untuk tempat tinggal karena cara membayar sewanya secara keroyokan tiap minggunya.

Sampai akhirnya keberuntungan berpihak padanya. Seorang teman yang berasal dari Jakarta, menawarinya pekerjaan untuk menggantikannya sebagai Kitchen Hand. Meski sedikit senang karena akhirnya mendapatkan pekerjaan, ia bertekad untuk memperbaiki nasib! Bukan hanya karena tangannya sering bengkak akibat mencuci piring seharian-- sebab ukuran piringnya yang jauh lebih besar dari piring di negerinya.

Alasan lainnya tak mungkin selamanya ia menjadi tukang cuci piring di negeri orang. Harus terjadi perubahan agar penghasilannya meningkat. Untuk itulah di tengah mengurusi piring-piring yang kotor, ia sempatkan untuk belajar memasak pada Paul, chef senior restaurant.

Akhirnya kesempatan itu datang juga padanya. Ternyata buatannya dipuji oleh head chef. Sejak itu ia dipercayakan untuk mengolah aneka dessert dan muffin untuk breakfast. Sampai akhirnya ia bisa membuat bermacam-macam aneka dessert, muffin dan cake. Dia pun terus mengolah keahliannya sebagai chef baru.

Disamping ilmunya ia dapatkan dari para chef, ia juga rajin browsing resep lewat internet dan mencobanya di kitchen berdasarkan kreatifitasnya sendiri. Dan hasilnya benar-benar tidak mengecewakan.

Otomatis setelah menjadi chef, penghasilannya meningkat jauh lebih tinggi dari penghasilannya selama menjadi kitchen hand alias tukang cuci piring. Akhirnya ia dapat mencicil hutang-hutangnya, mengirimkan sebagian gajinya ke Bandung dan mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit untuk ditabung. Di tengah dia mengiris - iris Gold kiwi tiba-tiba "beb …beb…bebbbbb", Hp nya berbunyi. Setengah malas ia mengangkatnya.

"Oh Mama. Ada apa Ma?." Kira-kira apalagi nih, batinnya lesu.
"Dira, adikmu Tedi masuk penjara.karena kasus narkoba. Kita harus segera menebusnya Dira. Mama takut sekali bila dia harus lama mendekam di sana," isak suara Mamanya nun jauh di sana.

"Iya Ma segera," jawabnya malas.
Niatnya untuk membuat jus kiwi murni, akhirnya berubah haluan. Di tengah gemuruh nafasnya yang memburu karena rasa marah, dia segera mengeluarkan aneka sayuran dan buah lainnya sebagai campuran.

Sebelum di jus, terlebih dulu sayuran mentah seperti wortel, sawi daging, dan buah beetroot untuk menurunkan tekanan darahnya yang mulai meninggi ia rendam dalam air dingin yang diberi sedikit garam dan perasan jeruk nipis selama 5 menit. Harapannya, dengan banyaknya campuran, rasa asam pada kiwi akan semakin tersamarkan. Bagaimanapun, dia harus bisa meminimalkan asam pahitnya kehidupan yang kini ia jalani.

Sekali lagi ia dapatkan bonus tambahan karena Raw Juice juga berguna untuk mencegah berkembangnya radikal bebas dalam tubuh.

Minuman yang tak boleh ia sia-siakan! Alhasil, dia berhasil menyaksikan irisan-irisan buah dan sayur hancur dibantai oleh blender kapasitas tinggi dengan rasa puas. Sebagaimana hidupnya yang terus dibantai oleh masalah. Sudah ia duga akan begini jadinya. Jauh sebelum diperingatkan, Tedi adiknya tak pernah menuruti perintah keluarga termasuk dirinya, agar jangan main-main dengan obat haram tersebut. Tapi bukan Tedi namanya kalo belum kena batunya dia tak akan pernah berhenti.

"Sekarang tanggunglah sendiri akibatnya," umpatnya kesal. Dia tak mau mengeluarkan uang sepeser pun demi kebebasan Tedi. Masalah Mama adalah urusan belakangan. Sekaranglah saatnya keluarganya harus tahu bahwa uang yang ia peroleh selama ini adalah hasil kerja keras, bukan untuk dihambur-hamburkan. Biar Tedi juga bisa merasakan sulitnya mencari uang dari hasil keringat sendiri.

Selama ini dia mengira dengan selalu menuruti kemauan keluarganya untuk mengirimkan sejumlah uang yang jumlahnya kian meningkat seiring pendapatannya yang terus melambung adalah salah satu cara untuk bisa berbuat adil. Nyatanya? Dia tak pernah adil pada dirinya sendiri. Sudah saatnya dia memperhitungkan kebahagiaan hidupnya sendiri.Yah, hidupnya tak harus selalu merasakan asamnya saja, tapi butuh yang manis juga.

Dan kebahagiaan hidup bersama Eki adalah sesuatu yang sangat manis untuk diperjuangkan. Tanpa menunggu lagi, dia segera mengambil jaket bulunya dan bergegas ke luar apartemen dan menyebrang jalan menuju halte yang bisa mengantarkannya ke Onehunga, apartemen Eki.

"Tunggu aku my sweetheart. Akan kita selesaikan masalah rumah tangga kita yang kelewat asam menjadi indah dan manis seperti coklat."(Oleh: Irhayati Harun)

Dimuat Di MedanBisnisDaily 30 maret 2014

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut