novel yang diangkat dari kisah nyata
Jumat, 26 April 2013
life is beautiful 1 Nikmatnya Hidup Dengan Bersyukur
Sahabat….Mari kita introspeksi diri sejenak, apa yang membuat kita menjadi pribadi yang kurang puas diri? Mungkin kita merasa apa yang sudah dicapai belum sesuai dengan apa yang kita impikan selama ini misalnya gak puas hidup begini begini aja tanpa ada kemajuan. Hidup selalu pas-pas an atau mengeluh karena memiliki paras yang tak secantik si A atau si B. Enyahkan pemikiran bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput di rumah sendiri. Akibat dari sikap seperti ini membuat kita jadi membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Padahal Allah telah menciptakan kita sebagai manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. Begitu juga begitu kita ditimpa sebuah musibah, apakah kita cenderung mengasihani diri sendiri dan menjadi pribadi yang lebih suka mengeluh dibanding sebelumnya?
Sahabat….Begitu pula bila kita merasa kurang puas dengan diri sendiri karena merasa tidak secantik si A atau si B. padahal kecantikan itu relative bagi setiap orang. Coba bandingkan si A memiliki wajah nan rupawan tapi perilakunya tidak baik seperti selalu berkata kasar dan sombong. Sementara si B memiliki wajah tak secantik si A tapi memiliki sifat rendah hati dan lemah lembut. Jelas inner beauty yang dimiliki si B membuat orang melihatnya menjadi lebih cantik dari si A karena lebih disukai perilakunya oleh banyak orang.
Bersukurlah, bahwa orang yang memiliki keterbatasan saja tak pernah merasa minder dengan keadaannya. Banyak yang tak memiliki kaki atau tangan bisa menerima keadaannya. Dan sering kita saksikan kisah para tunanetra dan tunarungu yang memiliki semangat untuk tetap meraih prestasi.
Subhanallah! Begitu juga kala kita ditimpa bencana atau musibah, maka tegaskanlah diri kita bahwa masih ada yang nasibnya lebih malang dari kita. Bersyukurlah karena Allah masih memberikan kita kesehatan yang prima. Bayangkan betapa menderitanya orang yang terbaring dirumah sakita karena sakit kanker dan sakit parah lainnya. Bahkan mereka tak bisa lagi menikmati makan dengan enak karena rasa mual akibat kemoterapi. Tentu kita tak lupa dengan kisah hidup Pepeng seorang komedian terkenal yang ditimpa penyakit aneh yaitu separuh badannya mati rasa hingga hampir semua aktifitas ia lakukan di tempat tidur saja. Mulai dari makan sampai buang air kecil maupun besar sebab badannya tak bisa digerakkan.
Sahabat…..Apa jadinya bila kita harus membeli udara yang kita hiruf setiap hari? tentu hanya orang kaya saja yang bisa hidup. Berbahagialah karena kita masih memiliki keluarga dan sahabat yang masih menyayangi kita dan mau mendengar keluh kesah kita. Ingatlah bahwa apa yang Allah berikan buat kita adalah yang terbaik buat diri kita. Tak mungkin Allah menimpakan sebuah ujian hidup diluar batas kemampuan kita. Yakinlah bahwa setiap ujian yang datang adalah bentuk kasih sayang dariNya, agar kita naik kelas demi meningkatkan derajat hidup kita. Bisa juga sebagai teguran buat kita karena pernah berbuat dosa. Bukankah Allah sudah berjanji bahwa Dia akan menambah nikmatNya bagi hamba-hambaNya yang tahu bersyukur. Bila kita kufur nikmat maka azab Allah sangatlah pedih.
Seringkali kita menganggap bahwa kita hanya pantas menerima hal-hal yang baik saja dalam hidup ini. kesuksesan, karir yang mulus, harta yang berlimpah dan kesehatan yang prima. Tapi begitu kita mendapati kegagalan, kesulitan hidup dan penyakit, serta merta kita menganggap Tuhan tidak adil dengan mengeluh “ Mengapa harus saya?”
Seorang petenis kulit hitam dari Amerika bernama ‘Arthur Ashe’ yang memenangkan tiga gelar juara sutau ketika terkena penyakit serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Namun setelah menjalani operasi duka kali, penyakitnya bukannya sembuh malah beliau terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Salah seorang penggemarnya protes dan mengatakan “ mengapa harus Anda yang menerima penyakit ini?” Arthur menjawab bahwa ketika saya mendapat trophy Wimbledon saya tidak pernah bertanya “mengapa saya?” maka ketika saya sakitpun saya tidak akan bertanya pada Tuhan “ mengapa saya?” Yah sahabat…. Kesimpulannya ketika kita mendapat sesuatu yang buruk, ingatlah saat ketika kita menerima keberuntungan atau hal yang baik.
Saya jadi teringat pada kisah seorang sahabat di kota Yogya. Dia sempat down menerima kenyataan harus cuci darah dua kali seminggu karena ginjalnya yang sudah rusak. Saya membayangkan pastilah hidupnya jauh dari bahagia. Tapi begitu bertemu, sedikitpun tak terlihat kemurungan diwajahnya. Malah sebaliknya, begitu mudahnya dia tersenyum dan tertawa disaat kami bertukar cerita. Memang setelah bertemu dia tak lagi harus cuci darah seperti sebelumnya. Tapi sebagai gantinya dia harus membawa selang diperutnya. Dokter menganjurkan dia harus mengganti cairan sendiri dirumah sebanyak empat kali sehari. Dan itu harus ia lakukan seumur hidupnya. Bayangkan! Rasa jenuh tentu menghinggapinya disaat harus mengganti cairan setiap harinya.
Bayangkan juga dia harus membawa selang kemana-mana bahkan saat dia mengajar para mahasiswanya. Kebetulan profesinya adalah seorang dosen. Tapi dia katakan sedikitpun mahasiwanya tak tahu ada selang diperutnya. Dia juga berkata bahwa sedikitpun dia tak memikirkan penyakitnya hingga dia bisa menikmati hari-harinya. Dia bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Allah sehingga bisa terus mendampingi istrinya dan bercengkrama dengan kedua anaknya.
Suatu waktu saya pernah ditimpa musibah yaitu terkena depresi yang mengakibatkan saya kehilangan minat pada apapun jua. Bahkan yang biasanya saya suka membaca dan menulis, tiba-tiba kedua aktifitas itu saya tinggalkan. Hidup saya tak lagi bahagia karena tak memiliki minat lagi terhadap apapun jua. Bahkan sempat terpikir dibenak saya untuk mati saja. Sampai suatu ketika saya mendapat teguran dari seorang teman bahwa hidup saya masih jauh lebih baik darinya.
Saya masih lebih beruntung darinya karena masih memiliki suami yang baik, setia dan begitu mencintai saya. Sementara suaminya sendiri berselingkuh dengan wanita lain hingga dia diceraikan oleh suaminya . Saya juga memiliki tiga orang anak yang lucu-lucu. Sementara teman saya tersebut hingga bercerai dari suaminya tak memiliki anak-anak yang bisa menjadi penghibur dan penguat hidupnya. Teman saya itu juga harus membanting tulang untuk menghidupi dirinya. Sementara saya tak perlu bekerja karena suami telah menghidupi saya dan anak-anak. Akh, saya jadi malu mendengarnya hingga membuat diri ini bangkit secara perlahan-lahan dari depresi.
Sahabat….. Lihatlah sekeliling kita, masih banyak orang yang hidupnya begitu susah sampai rumah pun tak punya hingga harus tidur dipinggir jalan seperti para gelandangan dan pengemis dipinggir jalan. Astagfirullah….masihkah kita tak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh yang kuasa? Usahakanlah untuk melihat kebawah jangan keatas terus agar kita terhindar dari kufur nikmat. Kuncinya Syukuri apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Dengan begitu, hidup pun akan terasa lebih indah.
Rabu, 24 April 2013
Bunda Teresa Yang Menginspirasiku
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.
Wanita yang paling menginspirasi saya adalah Bunda Teresa setelah ibu saya. Walau saya tahu beliau bukanlah seorang muslim, tapi kedermawanannya pada orang-orang miskin sangatlah mulia. Beliau selalu mengabdikan hidupnya menolong orang-orang yang paling miskin dari yang miskin, anak yatim piatu, manusia jompo, orang yang tidak punya rumah, merawat dan menampung penderita HIV/AIDS, lepra, dan TBC, serta menjalankan program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah di Kalkuta, India.
Hebatnya lagi orang-orang yang tak berdaya yang ditolong Bunda Teresa bukan hanya beragama Kristen, tapi juga Hindu, Buddha, dan Islam. Dan tidak satu kali pun Bunda Teresa mengajak mereka untuk menjadi orang Kristen seperti yang sempat dituduhkan. Salah satu ucapannya yang menggugah hati banyak orang yaitu
Berikan yang terbaik dari apa yang engkau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang yang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu
Sangat sedikit orang yang memiliki kedermawanan seperti Bunda Teresa. Yang tetap bersedekah meskipun ketika kekurangan
Kebetulan ibu saya sendiri juga semasa hidupnya sangat gemar membantu orang lain termasuk sanak saudara saya yang hidupnya kurang beruntung. Tak heran sejak kecil saya sudah terbiasa melihat betapa bahagianya wajah ibu saya ketika beliau mampu memberi apa yang dia punya.
Di Jaman Rasululllah sendiri beliau pernah bersabda bahwa isteri beliau yang pertama kali meninggal setelah beliau adalah dia yang paling panjang tangannya. Mendengar hal itu, para isteri Rasulullah saw mengukur tangan mereka masing-masing, ternyata yang paling panjang tangannya adalah Saudah r.a. Akan tetapi Zainab r.a yang pertama kali meninggal dunia. Mereka baru memahami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang adalah orang yang paling dermawan dan dia adalah Zainab r.a. Istri Rasulullah yang dikenal sangat dermawan karena semasa hidupnya dia bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Kemudian hasil kerjanya itu disedekahkan kepada fakir miskin. Selain dari kelebihan tersebut, Zainab r.a juga adalah seorang yang rajin puasa.
Sesungguhnya Ibu saya, Zainab r.a, dan Bunda Teresa sudah mengajarkan pada saya betapa mulia dan bahagianya membantu orang-orang yang lemah dan tak berpunya. Juga mengajarkan sebuah investasi yang menjanjikan!. Yah, sedekah merupakan salah satu investasi yang paling manjur menurut Al-qur-an dan yang paling mudah karena siapapun bisa melakukannya berapapun jumlahnya yang penting ikhlas. Bayangkan saja bila kita bersedekah maka imbalannya bisa beratus-ratus kali lipat! Ibarat menanam sebutir padi, maka akan tumbuh berpuluh-puluh cabang dan dari tiap cabang akan keluar juga beratus-ratus benih. Betapa besarnya ganjaran sedekah. Sementara bila kita berinvestasi dengan emas atau barang lainnya belum tentu sebanyak itu kelipatan/ hasil yang akan kita dapatkan dikemudian hari. Perbuatan para wanita mulia ini mengajarkan pada saya jangan pernah takut miskin dengan selalu membantu orang lain lewat sedekah.
Wanita yang paling menginspirasi saya adalah Bunda Teresa setelah ibu saya. Walau saya tahu beliau bukanlah seorang muslim, tapi kedermawanannya pada orang-orang miskin sangatlah mulia. Beliau selalu mengabdikan hidupnya menolong orang-orang yang paling miskin dari yang miskin, anak yatim piatu, manusia jompo, orang yang tidak punya rumah, merawat dan menampung penderita HIV/AIDS, lepra, dan TBC, serta menjalankan program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah di Kalkuta, India.
Hebatnya lagi orang-orang yang tak berdaya yang ditolong Bunda Teresa bukan hanya beragama Kristen, tapi juga Hindu, Buddha, dan Islam. Dan tidak satu kali pun Bunda Teresa mengajak mereka untuk menjadi orang Kristen seperti yang sempat dituduhkan. Salah satu ucapannya yang menggugah hati banyak orang yaitu
Berikan yang terbaik dari apa yang engkau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang yang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu
Sangat sedikit orang yang memiliki kedermawanan seperti Bunda Teresa. Yang tetap bersedekah meskipun ketika kekurangan
Kebetulan ibu saya sendiri juga semasa hidupnya sangat gemar membantu orang lain termasuk sanak saudara saya yang hidupnya kurang beruntung. Tak heran sejak kecil saya sudah terbiasa melihat betapa bahagianya wajah ibu saya ketika beliau mampu memberi apa yang dia punya.
Di Jaman Rasululllah sendiri beliau pernah bersabda bahwa isteri beliau yang pertama kali meninggal setelah beliau adalah dia yang paling panjang tangannya. Mendengar hal itu, para isteri Rasulullah saw mengukur tangan mereka masing-masing, ternyata yang paling panjang tangannya adalah Saudah r.a. Akan tetapi Zainab r.a yang pertama kali meninggal dunia. Mereka baru memahami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang adalah orang yang paling dermawan dan dia adalah Zainab r.a. Istri Rasulullah yang dikenal sangat dermawan karena semasa hidupnya dia bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Kemudian hasil kerjanya itu disedekahkan kepada fakir miskin. Selain dari kelebihan tersebut, Zainab r.a juga adalah seorang yang rajin puasa.
Sesungguhnya Ibu saya, Zainab r.a, dan Bunda Teresa sudah mengajarkan pada saya betapa mulia dan bahagianya membantu orang-orang yang lemah dan tak berpunya. Juga mengajarkan sebuah investasi yang menjanjikan!. Yah, sedekah merupakan salah satu investasi yang paling manjur menurut Al-qur-an dan yang paling mudah karena siapapun bisa melakukannya berapapun jumlahnya yang penting ikhlas. Bayangkan saja bila kita bersedekah maka imbalannya bisa beratus-ratus kali lipat! Ibarat menanam sebutir padi, maka akan tumbuh berpuluh-puluh cabang dan dari tiap cabang akan keluar juga beratus-ratus benih. Betapa besarnya ganjaran sedekah. Sementara bila kita berinvestasi dengan emas atau barang lainnya belum tentu sebanyak itu kelipatan/ hasil yang akan kita dapatkan dikemudian hari. Perbuatan para wanita mulia ini mengajarkan pada saya jangan pernah takut miskin dengan selalu membantu orang lain lewat sedekah.
Jumat, 19 April 2013
Tips Ala Gue Untuk Grup Baw ( sebenarnya berlaku untuk saya juga sih)
Ketika pertama kali diajak bergabung di grup FB Be Writer, saya agak tersanjung karena dianggap sebagai penulis hehehe. Padahal saya masih meragukan status saya sebagai penulis. Benar gak sih saya ini seorang penulis? Karena selama ini hanya menulis menurut mood saya saja. Sementara penulis itu adalah sebuah profesi juga yang butuh keprofesionalan menurut saya seperti
- Disiplin dalam menulis, Lah saya gak pernah disiplin karena nulisnya kapan saya mau aja gawattt…!
- Tahan Banting terutama ketika naskah ditolak. Sementara saya gampang down dan putus asa bila salah satu naskah ditolak. Padahal harusnya disyukuri karena masih ada naskah lain yang diterima. Intinya gempuuurrr teruusss penerbit2 saat naskah gak diterima karena bisa saja naskah kita berjodoh dengan penerbit yang lain
- Bisa menjadi editor yang baik bagi tulisan sendiri. malunya karena naskah saya sering dikritik soal EYD. Nah ketahuan kan belum professional heheheh
- Niatnya kudu Lurus yaitu untuk ibadah. Lah saya kadang-kadang masih ada niat untuk ngejar royalty dan sedikit pamer walalu sesekali. Boleh gak yah?
- Apa lagi yah? Mikir dulu ah sambil facebookan Oh ya ini yang paling penting harus banyak bersosialisasi untuk menambah wawasan dan demi kemajuan karir salah satunya misalnya dengan bergabung di BAW catettt…Bagi teman-teman yang pengin lihat-lihat tentang BaW, bisa dilihat di blognya BaW : http://bawindonesia.blogspot.com/
- Yang terakhir memiliki komitmen dalam menulis. Jadi apapun proses yang dilewati selama menulis kudu tetap dijalani dengan serius dan setia. Yah tak hanya menulis saja tapi semua profesi kayaknya butuh komitmen agar tidak gampang melenceng dari tujuan . Jadi merenung karena diriku belum berkomitmen dengan serius euy…masih mencla mencle alias suka gak focus dan masih suka mengeluh dengan proses menulis yg keras suka malassss….
- Tips yang lain silahkan teman-teman tambahin bila masih kurang. Maklum ini nulisnya kepepet dan dalam keadaan sedikit stress karena ngejar deadline karena takut dipecat dari grup.
Huwaaaa jangan ampeee… Maaf yah bu kepsek Leyla Hana
“Lebaran masih lamaaaaa …..,” Bu Kepsek pun ngejar sambil ngacungin pentungan
“Kabuuurrrrrr.”
- Disiplin dalam menulis, Lah saya gak pernah disiplin karena nulisnya kapan saya mau aja gawattt…!
- Tahan Banting terutama ketika naskah ditolak. Sementara saya gampang down dan putus asa bila salah satu naskah ditolak. Padahal harusnya disyukuri karena masih ada naskah lain yang diterima. Intinya gempuuurrr teruusss penerbit2 saat naskah gak diterima karena bisa saja naskah kita berjodoh dengan penerbit yang lain
- Bisa menjadi editor yang baik bagi tulisan sendiri. malunya karena naskah saya sering dikritik soal EYD. Nah ketahuan kan belum professional heheheh
- Niatnya kudu Lurus yaitu untuk ibadah. Lah saya kadang-kadang masih ada niat untuk ngejar royalty dan sedikit pamer walalu sesekali. Boleh gak yah?
- Apa lagi yah? Mikir dulu ah sambil facebookan Oh ya ini yang paling penting harus banyak bersosialisasi untuk menambah wawasan dan demi kemajuan karir salah satunya misalnya dengan bergabung di BAW catettt…Bagi teman-teman yang pengin lihat-lihat tentang BaW, bisa dilihat di blognya BaW : http://bawindonesia.blogspot.com/
- Yang terakhir memiliki komitmen dalam menulis. Jadi apapun proses yang dilewati selama menulis kudu tetap dijalani dengan serius dan setia. Yah tak hanya menulis saja tapi semua profesi kayaknya butuh komitmen agar tidak gampang melenceng dari tujuan . Jadi merenung karena diriku belum berkomitmen dengan serius euy…masih mencla mencle alias suka gak focus dan masih suka mengeluh dengan proses menulis yg keras suka malassss….
- Tips yang lain silahkan teman-teman tambahin bila masih kurang. Maklum ini nulisnya kepepet dan dalam keadaan sedikit stress karena ngejar deadline karena takut dipecat dari grup.
Huwaaaa jangan ampeee… Maaf yah bu kepsek Leyla Hana
“Lebaran masih lamaaaaa …..,” Bu Kepsek pun ngejar sambil ngacungin pentungan
“Kabuuurrrrrr.”
Kamis, 18 April 2013
Sehatnya Dadih, Yoghurtnya Orang Minang
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua
Sebagai orang minang, saya ingin mengenalkan makanan khas daerah saya. Pasti pembaca berpikir makanan tersebut kalo gak rendang, pastilah sate padang atau makanan berlemak lainnya. Sama sekali bukan! Saya ingin mengenalkan makanan minang lainnya yang jauh lebih sehat dibanding yang selama ini kita kenal, karena tidak mengandung lemak dan santan seperti kuliner minang pada umumnya. Makanan sekaligus sebagai minuman sehat khas minang yang unik satu ini bernama ‘Dadih’ yang lebih dikenal sebagai yoghurtnya orang minang.
Uniknya lagi dadih yang terbuat dari susu kerbau dan berbentuk minuman semacam yoghurt ini bisa juga dijadikan teman makan nasi. Sebelum saya paparkan Dadih secara panjang lebar saya ingin bernostalgia sebentar mengapa saya bisa tahu Dadih. Bukan karena saya orang minang. Apalagi di dikeluarga saya hingga kini lebih sering diperkenalkan rendang, sate padang dan makanan berlemak lainnya daripada dadih yang jauh lebih sehat. Dadih inilah satu-satunya makanan minang yang rendah lemak dan dapat menurunkan kolesterol.
Yah, saya ingat betul ketika kecil dulu saya sering melihat abak (bapak) sangat senang makan nasi hangat dengan lauk yang mirip dengan tahu dan berwarna putih ini. Ketika saya bertanya abak menjawab namanya dadih. Dari situlah awalnya saya tahu bentuk dan warna dadih meskipun sekarang sudah agak lupa bagaimana persisnya bentuk dan warna dadih karena sekarang sudah tak pernah lagi disajikan dirumah kami sejak abak tiada.
Selama ini kita mengenal minuman fermentasi sejenis yoghurt berasal dari luar. Nah, Dadih ini adalah minuman fermentasi produk dalam negeri. Kelebihannya terbuat dari susu kerbau bukan susu sapi. Mengapa saya katakan lebih memiliki kelebihan? Sebab dalam susu kerbau persentase lemaknya daging lebih rendah (0,5 per 100 gr) dibandingkan daging sapi (14 per 100 gr), sehingga lebih aman dikonsumsi oleh pende¬rita diabetes, obesitas, manula, dan penderita jantung koroner. rendah lemaknya dibanding susu sapi.
Hasil fermentasi dari susu kerbau ini juga menghasilkan bakteri baik yaitu asam laktat, Lactobacillus casei. Bakteri ini sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh. Secara in viro, mampu menurunkan kolesterol darah sebanyak 34%. Selain itu, asam laktat juga dapat mencegah kanker usus
Jenis Bambu untuk membuat Dadih sendiri ada dua jenis bambu yaitu
- Bambu gombong (Gigantochloa verticilata) yang sering digunakan oleh masyarakat Sumatera Barat,
- Dan bambu ampel (Bambusa vulgaris). Pemilihan bambu tersebut dikarenakan rasa pahit pada bambu, sehingga menghindarkan dari semut. Bambu yang digunakan adalah yang berumur sedang. Selain itu penutup tempat dadih biasa juga menggunakan daun keladi, daun pisang atau plastik. Bambu yang digunakan harus masih segar atau belum kering, karena dari hasil penelitian buluh pada bagian dalam bambu inilah yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang membuat susu kerbau menggumpal menjadi dadih. Pembuatan dadih sendiri masih dilakukan secara tradisional dan belum ada standar cara pembuatannya.
Yah, kerbau memang telah mengantarkan kejayaan suku besar Minangkabau di masa silam. Penamaan Mi¬nang¬kabau sendiri diawali keme¬nangan dalam suatu pertan¬dingan adu kerbau untuk mengakhiri peperangan mela¬wan kerajaan besar dari Pulau Jawa. Dari situlah arti kata minang, yang berarti keme¬nangan. Minangkabau berarti “Kerbau yang Menang”. Sayangnya kuliner unik satu ini kurang terekspos sehingga orang hanya mengenal rendang dan makanan berlemak lainnya. Padahal dadih perlu lebih diperkenalkan dan dikembangkan menjadi salah satu kuliner khas daerah minang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Sebagai orang minang, saya ingin mengenalkan makanan khas daerah saya. Pasti pembaca berpikir makanan tersebut kalo gak rendang, pastilah sate padang atau makanan berlemak lainnya. Sama sekali bukan! Saya ingin mengenalkan makanan minang lainnya yang jauh lebih sehat dibanding yang selama ini kita kenal, karena tidak mengandung lemak dan santan seperti kuliner minang pada umumnya. Makanan sekaligus sebagai minuman sehat khas minang yang unik satu ini bernama ‘Dadih’ yang lebih dikenal sebagai yoghurtnya orang minang.
Uniknya lagi dadih yang terbuat dari susu kerbau dan berbentuk minuman semacam yoghurt ini bisa juga dijadikan teman makan nasi. Sebelum saya paparkan Dadih secara panjang lebar saya ingin bernostalgia sebentar mengapa saya bisa tahu Dadih. Bukan karena saya orang minang. Apalagi di dikeluarga saya hingga kini lebih sering diperkenalkan rendang, sate padang dan makanan berlemak lainnya daripada dadih yang jauh lebih sehat. Dadih inilah satu-satunya makanan minang yang rendah lemak dan dapat menurunkan kolesterol.
Yah, saya ingat betul ketika kecil dulu saya sering melihat abak (bapak) sangat senang makan nasi hangat dengan lauk yang mirip dengan tahu dan berwarna putih ini. Ketika saya bertanya abak menjawab namanya dadih. Dari situlah awalnya saya tahu bentuk dan warna dadih meskipun sekarang sudah agak lupa bagaimana persisnya bentuk dan warna dadih karena sekarang sudah tak pernah lagi disajikan dirumah kami sejak abak tiada.
Selama ini kita mengenal minuman fermentasi sejenis yoghurt berasal dari luar. Nah, Dadih ini adalah minuman fermentasi produk dalam negeri. Kelebihannya terbuat dari susu kerbau bukan susu sapi. Mengapa saya katakan lebih memiliki kelebihan? Sebab dalam susu kerbau persentase lemaknya daging lebih rendah (0,5 per 100 gr) dibandingkan daging sapi (14 per 100 gr), sehingga lebih aman dikonsumsi oleh pende¬rita diabetes, obesitas, manula, dan penderita jantung koroner. rendah lemaknya dibanding susu sapi.
Hasil fermentasi dari susu kerbau ini juga menghasilkan bakteri baik yaitu asam laktat, Lactobacillus casei. Bakteri ini sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh. Secara in viro, mampu menurunkan kolesterol darah sebanyak 34%. Selain itu, asam laktat juga dapat mencegah kanker usus
Jenis Bambu untuk membuat Dadih sendiri ada dua jenis bambu yaitu
- Bambu gombong (Gigantochloa verticilata) yang sering digunakan oleh masyarakat Sumatera Barat,
- Dan bambu ampel (Bambusa vulgaris). Pemilihan bambu tersebut dikarenakan rasa pahit pada bambu, sehingga menghindarkan dari semut. Bambu yang digunakan adalah yang berumur sedang. Selain itu penutup tempat dadih biasa juga menggunakan daun keladi, daun pisang atau plastik. Bambu yang digunakan harus masih segar atau belum kering, karena dari hasil penelitian buluh pada bagian dalam bambu inilah yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang membuat susu kerbau menggumpal menjadi dadih. Pembuatan dadih sendiri masih dilakukan secara tradisional dan belum ada standar cara pembuatannya.
Yah, kerbau memang telah mengantarkan kejayaan suku besar Minangkabau di masa silam. Penamaan Mi¬nang¬kabau sendiri diawali keme¬nangan dalam suatu pertan¬dingan adu kerbau untuk mengakhiri peperangan mela¬wan kerajaan besar dari Pulau Jawa. Dari situlah arti kata minang, yang berarti keme¬nangan. Minangkabau berarti “Kerbau yang Menang”. Sayangnya kuliner unik satu ini kurang terekspos sehingga orang hanya mengenal rendang dan makanan berlemak lainnya. Padahal dadih perlu lebih diperkenalkan dan dikembangkan menjadi salah satu kuliner khas daerah minang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Bunda Teresa Yang Menginspirasiku
Wanita yang paling menginspirasi saya adalah Bunda Teresa setelah ibu saya. Walau saya tahu beliau bukanlah seorang muslim, tapi kedermawanannya pada orang-orang miskin sangatlah mulia. Beliau selalu mengabdikan hidupnya menolong orang-orang yang paling miskin dari yang miskin, anak yatim piatu, manusia jompo, orang yang tidak punya rumah, merawat dan menampung penderita HIV/AIDS, lepra, dan TBC, serta menjalankan program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah di Kalkuta, India.
Hebatnya lagi orang-orang yang tak berdaya yang ditolong Bunda Teresa bukan hanya beragama Kristen, tapi juga Hindu, Buddha, dan Islam. Dan tidak satu kali pun Bunda Teresa mengajak mereka untuk menjadi orang Kristen seperti yang sempat dituduhkan. Salah satu ucapannya yang menggugah hati banyak orang yaitu
Berikan yang terbaik dari apa yang engkau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang yang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu
Sangat sedikit orang yang memiliki kedermawanan seperti Bunda Teresa. Yang tetap bersedekah meskipun ketika kekurangan
Kebetulan ibu saya sendiri juga semasa hidupnya sangat gemar membantu orang lain termasuk sanak saudara saya yang hidupnya kurang beruntung. Tak heran sejak kecil saya sudah terbiasa melihat betapa bahagianya wajah ibu saya ketika beliau mampu memberi apa yang dia punya.
Di Jaman Rasululllah sendiri beliau pernah bersabda bahwa isteri beliau yang pertama kali meninggal setelah beliau adalah dia yang paling panjang tangannya. Mendengar hal itu, para isteri Rasulullah saw mengukur tangan mereka masing-masing, ternyata yang paling panjang tangannya adalah Saudah r.a. Akan tetapi Zainab r.a yang pertama kali meninggal dunia. Mereka baru memahami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang adalah orang yang paling dermawan dan dia adalah Zainab r.a. Istri Rasulullah yang dikenal sangat dermawan karena semasa hidupnya dia bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Kemudian hasil kerjanya itu disedekahkan kepada fakir miskin. Selain dari kelebihan tersebut, Zainab r.a juga adalah seorang yang rajin puasa.
Sesungguhnya Ibu saya, Zainab r.a, dan Bunda Teresa sudah mengajarkan pada saya betapa mulia dan bahagianya membantu orang-orang yang lemah dan tak berpunya. Juga mengajarkan sebuah investasi yang menjanjikan!. Yah, sedekah merupakan salah satu investasi yang paling manjur menurut Al-qur-an dan yang paling mudah karena siapapun bisa melakukannya berapapun jumlahnya yang penting ikhlas. Bayangkan saja bila kita bersedekah maka imbalannya bisa beratus-ratus kali lipat! Ibarat menanam sebutir padi, maka akan tumbuh berpuluh-puluh cabang dan dari tiap cabang akan keluar juga beratus-ratus benih. Betapa besarnya ganjaran sedekah. Sementara bila kita berinvestasi dengan emas atau barang lainnya belum tentu sebanyak itu kelipatan/ hasil yang akan kita dapatkan dikemudian hari. Perbuatan para wanita mulia ini mengajarkan pada saya jangan pernah takut miskin dengan selalu membantu orang lain lewat sedekah.
http://www.zalora.co.id/ dan http://blog.zalora.co.id/
Sabtu, 13 April 2013
CEMBURU GILA
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.
Memiliki tetangga yang memiliki bermacam karakter merupakan hiburan tersendiri bagiku. Ada yang begini dan begitu. Namun ada satu tetanggaku yang sifatnya sangat unik terutama dalam hal cemburu. Hal ini saya ketahui bukan dari pengamatanku semata tapi karena mertua yang bersangkutan sering curhat padaku.
“Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari menantuku ini,” ucap mertuanya padaku. “Wajahnya rata-rata, kulitnya coklat tua, dengan rambut sebahu yang tidak terlalu hitam. Badannya juga tak seputih dan setinggi mantan-mantan kekasih anak lelakiku. Tapi entah mengapa putraku jatuh hati padanya, meski baru beberapa hari mengenalnya.
Meski teman-temannya tak berhenti menyindir dengan mengatakan, ia kena peletlah! ia patah hatilah! Dan segala macam sindirin namun tak membuat putraku mundur dari niatnya, untuk menikahi Lilis, gadis gunung yang sederhana itu,” Mertuanya pun bercerita panjang lebar padaku..
Setelah menikah, baru ia sadari bahwa Lilis istrinya begitu pencemburu. Mulanya Lilis cemburu pada semua wanita yang pernah dekat pada Asep anakku. Tapi disaat Lilis cemburu pada teman-teman prianya, Asep merasa Lilis tak hanya sekedar cemburu. Sikapnya sudah mengarah pada prilaku possesif!.
Suatu hari Lilis cemburu karena telah mengetahui Asep memberiku uang belanja Lilis pun protes dan meminta agar lain kali Asep memberi uang belanja lewat dirinya. Ternyata tanpa sepengatahuan Asep, uang belanja yang diberikan padaku selalu ia potong alias tidak pernah utuh ia berikan. Dilain waktu dia cemburu dan memasang wajah cemberut sambil ngomel-ngomel saat Asep membelikan hadiah kepada adik-adiknya karena juara kelas. Lalu Lilis tak mau kalah minta dibelikan juga disaat Asep membelikanku busana muslimah
Begitu juga disaat Asep sering pulang lebih larut karena lembur dan badannya sakit semua. Seperti biasanya, Aku akan memijatnya penuh kasih sayang. Tak disangka, Lilis malah ngambek! Akhirnya Asep pun sibuk membujuknya seperti biasanya.
Karena tidak enak, Asep anakku pun memilih mengontrak. Semula dengan mengontrak rumah sendiri Anakku bisa bernafas lega, tak lagi capek meladeni sifat pencemburu Lilis, istrinya. Kenyataannya, sifat pencemburu Lilis tidak hilang juga. Kali ini kecemburuan beralih pada tetangga sebelah rumah kontrakan mereka. Bila ada yang membeli perabot baru atau handphone maka Lilis pun minta dibeliin handphone. yang ada kameranya
Kecemburuan Lilis untuk memiliki barang-barang seperti milik tetangga terus berlanjut. Hingga Asep dibuat lelah lahir dan batin. Mertuanya mengakhiri ceritanya padaku sambil mengelus ada. Sebagai tempat yang dipercaya untuk curhat, aku hanya bisa menenangkannya dengan kata-kata yang menghibur meski dihati sangat geram mengapa ada orang yang begitu pencemburu membabi buta hingga mengarah kesifat serakah dan memalukan seperti itu.
Tapi para pembaca ini belum seberapa, masih ada pelampiasan rasa cemburu yang lebih gila lagi dari ini. Dulu waktu saya masih tinggal di Medan, ada tetangga yang juga sama cemburunya dengan Lilis, yaitu bila suaminya memberi uang pada ibu dan keluarganya sendiri. Reaksinya istrinya mulanya menangis seharian. Besok-besoknya, bila tak digubris berubah menjadi sering berbicara sendiri, seperti orang gila. Hal ini ia lakukan untuk menarik perhatian suaminya agar tak lagi memberi uang atau apapun pada keluarganya Ada-ada saja yah heheheh. Mendengar kisah unik ini, saya pun terinspirasi untuk menuangkannya dalam bentuk cerita. Tak disangka, cerita yang saya beri judul dengan cemburu gila ini bisa dimuat di salah satu majalah wanita berskala nasional.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Memiliki tetangga yang memiliki bermacam karakter merupakan hiburan tersendiri bagiku. Ada yang begini dan begitu. Namun ada satu tetanggaku yang sifatnya sangat unik terutama dalam hal cemburu. Hal ini saya ketahui bukan dari pengamatanku semata tapi karena mertua yang bersangkutan sering curhat padaku.
“Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari menantuku ini,” ucap mertuanya padaku. “Wajahnya rata-rata, kulitnya coklat tua, dengan rambut sebahu yang tidak terlalu hitam. Badannya juga tak seputih dan setinggi mantan-mantan kekasih anak lelakiku. Tapi entah mengapa putraku jatuh hati padanya, meski baru beberapa hari mengenalnya.
Meski teman-temannya tak berhenti menyindir dengan mengatakan, ia kena peletlah! ia patah hatilah! Dan segala macam sindirin namun tak membuat putraku mundur dari niatnya, untuk menikahi Lilis, gadis gunung yang sederhana itu,” Mertuanya pun bercerita panjang lebar padaku..
Setelah menikah, baru ia sadari bahwa Lilis istrinya begitu pencemburu. Mulanya Lilis cemburu pada semua wanita yang pernah dekat pada Asep anakku. Tapi disaat Lilis cemburu pada teman-teman prianya, Asep merasa Lilis tak hanya sekedar cemburu. Sikapnya sudah mengarah pada prilaku possesif!.
Suatu hari Lilis cemburu karena telah mengetahui Asep memberiku uang belanja Lilis pun protes dan meminta agar lain kali Asep memberi uang belanja lewat dirinya. Ternyata tanpa sepengatahuan Asep, uang belanja yang diberikan padaku selalu ia potong alias tidak pernah utuh ia berikan. Dilain waktu dia cemburu dan memasang wajah cemberut sambil ngomel-ngomel saat Asep membelikan hadiah kepada adik-adiknya karena juara kelas. Lalu Lilis tak mau kalah minta dibelikan juga disaat Asep membelikanku busana muslimah
Begitu juga disaat Asep sering pulang lebih larut karena lembur dan badannya sakit semua. Seperti biasanya, Aku akan memijatnya penuh kasih sayang. Tak disangka, Lilis malah ngambek! Akhirnya Asep pun sibuk membujuknya seperti biasanya.
Karena tidak enak, Asep anakku pun memilih mengontrak. Semula dengan mengontrak rumah sendiri Anakku bisa bernafas lega, tak lagi capek meladeni sifat pencemburu Lilis, istrinya. Kenyataannya, sifat pencemburu Lilis tidak hilang juga. Kali ini kecemburuan beralih pada tetangga sebelah rumah kontrakan mereka. Bila ada yang membeli perabot baru atau handphone maka Lilis pun minta dibeliin handphone. yang ada kameranya
Kecemburuan Lilis untuk memiliki barang-barang seperti milik tetangga terus berlanjut. Hingga Asep dibuat lelah lahir dan batin. Mertuanya mengakhiri ceritanya padaku sambil mengelus ada. Sebagai tempat yang dipercaya untuk curhat, aku hanya bisa menenangkannya dengan kata-kata yang menghibur meski dihati sangat geram mengapa ada orang yang begitu pencemburu membabi buta hingga mengarah kesifat serakah dan memalukan seperti itu.
Tapi para pembaca ini belum seberapa, masih ada pelampiasan rasa cemburu yang lebih gila lagi dari ini. Dulu waktu saya masih tinggal di Medan, ada tetangga yang juga sama cemburunya dengan Lilis, yaitu bila suaminya memberi uang pada ibu dan keluarganya sendiri. Reaksinya istrinya mulanya menangis seharian. Besok-besoknya, bila tak digubris berubah menjadi sering berbicara sendiri, seperti orang gila. Hal ini ia lakukan untuk menarik perhatian suaminya agar tak lagi memberi uang atau apapun pada keluarganya Ada-ada saja yah heheheh. Mendengar kisah unik ini, saya pun terinspirasi untuk menuangkannya dalam bentuk cerita. Tak disangka, cerita yang saya beri judul dengan cemburu gila ini bisa dimuat di salah satu majalah wanita berskala nasional.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Jumat, 12 April 2013
Kutemukan Keramahan Dan Ketulusan Lewat Tetangga dikampung
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. dengan tema “Disekitar Rumahku”
Tak selamanya sesuatu yang tidak kita
sukai, akan merugikan kita. Bukankah Tuhan pernah berkata, boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal dibalik semua itu tersimpan sebuah kebaikan untukmu.
Suamiku mencoba menasehatiku disaat aku berkali-kali mengeluhkan tempat tinggal
kami yang jauh terpencil.
Awal mula suami memberitahu akan membeli
tanah di desa, aku tak setuju. Tapi karena tak ada pilihan aku menurut saja.
Kukatakan tak ada pilihan karena keuangan kami memang tak cukup untuk membeli
rumah di ibukota. Mau mengambil perumahan suami merasa tidak sreg. Alasannya
cicilannya berlangsung cukup lama. Rumah yang didapat juga sangat kecil. Paling
runah tipe 36 yang bisa sesuai kantong kita, begitu katanya.
Bagiku, biar rumah kecil asal dekat kemana-mana kan tidak masalah? Tapi pikiranku mengenai tempat tinggal berbeda dengan suami. Baginya lebih enak membeli tanah yang cukup luas karena bisa membangun rumah yang cukup besar dibandingkan mengambil perumahan, sebab harga tanah cukup murah di desa. Apalagi kami memiliki anak yang masih kecil-kecil. Rumah yang luas dengan halaman yang lebar akan membuat ruang gerak ketiga buah hati kami cukup lega.
Bagiku, biar rumah kecil asal dekat kemana-mana kan tidak masalah? Tapi pikiranku mengenai tempat tinggal berbeda dengan suami. Baginya lebih enak membeli tanah yang cukup luas karena bisa membangun rumah yang cukup besar dibandingkan mengambil perumahan, sebab harga tanah cukup murah di desa. Apalagi kami memiliki anak yang masih kecil-kecil. Rumah yang luas dengan halaman yang lebar akan membuat ruang gerak ketiga buah hati kami cukup lega.
Setelah rumah selesai dibangun diatas
tanah seluas 200 meter, resmilah kami tinggal dikampung nanggela desa sukmajaya kec tajurhalang bogor. Suami begitu gembira
begitu juga anak-anak. Tapi aku tetap tidak suka membayangkan tingggal di desa
selamanya. Bandingkan saja. Selama ngontrak di Jakarta aku bisa pergi kemana-mana hanya
dengan angkot atau bis yang ongkosnya cuma 2000 perak. Sementara semenjak
tinggal di desa aku harus naik ojek ke pasar dengan ongkos 20000 pp. Alhasil,
akupun memutuskan untuk pergi belanja sekali seminggu saja mengingat uang
transportnya lumayan besar bila pergi setiap hari.
Disamping itu aku tak bisa lagi jalan-jalan cuci mata ke mall, sebab tinggal didaerah tak ada supermarket apalagi Mall. Pokoknya kemana-mana serba jauh. Akibatnya aku pun jarang keluar seperti dulu, dan lebih banyak tinggal dirumah saja. Mulanya hari-hari yang kurasakan begitu membosankan. Tapi mau bagaimana lagi? Tak mungkin aku berdebat terus dengan suamiku dan menuntutnya untuk segera pindah ke kota. Bisa-bisa kami bertengkar terus hingga rumah tangga tak lagi harmonis.
Disamping itu aku tak bisa lagi jalan-jalan cuci mata ke mall, sebab tinggal didaerah tak ada supermarket apalagi Mall. Pokoknya kemana-mana serba jauh. Akibatnya aku pun jarang keluar seperti dulu, dan lebih banyak tinggal dirumah saja. Mulanya hari-hari yang kurasakan begitu membosankan. Tapi mau bagaimana lagi? Tak mungkin aku berdebat terus dengan suamiku dan menuntutnya untuk segera pindah ke kota. Bisa-bisa kami bertengkar terus hingga rumah tangga tak lagi harmonis.
Waktu terus berjalan. Akupun mulai
menikmati sejuk dan nikmatnya hidup dikampung. Ternyata banyak hal inspiratif
yang kudapatkan lewat tetangga baruku dikampung
Pertama udaranya jelas lebih sejuk dan
bersih dari daerah perkotaan, tempatku mengontrak dulu. Masih banyaknya
pepohonan hijau, membuat lingkungan sekitar tempat tinggal kami begitu
sehat
ditambah tak banyaknya kendaraan yang lalu lalang hingga bebas dari
polusi. Apalagi Indonesia kaya dengan
banyaknya tanaman, dimana apa saja yang ditanam langsung tumbuh. Dan
kita bisa
menemukan banyak tanaman dikampung. Mulai dari sayur-sayuran,
buah-buahan, rotan dan kayu untuk bahan kerajinan. Bahkan banyak kulihat
warga desa mengerjakan
kerajinan dari daun pandan untuk membuat tikar. Setelah jadi bisa dijual
atau
dipakai sendiri. Sementara dikota daun pandan hanya untuk pewangi
masakan.
Yang kedua, masyarakatnya hidup sangat
sederhana dan ramah-tamah. Bila bertemu selalu menyapa duluan dan suka
tersenyum. Kalau dijakarta bor-boro. Yang ada siapa elu siapa gue. Meski tak
hampir semuanya begitu. Karena kesederhanaan warganya membuatku jadi tahu hidup
prihatin. Tak lagi membuang-buang uang untuk belanja yang tidak perlu seperti
dulu, apalagi kalau sudah ke Mall. Padahal awalnya cuma ingin cuci mata.
Nyatanya tergoda untuk membeli yang sesungguhnya kurang kuperlukan.
Yang ketiga, semangat kebersamaan warga
desa cukup tinggi bila dibandingkan dengan warga kota. Bila ada warga yang terkena musibah, tanpa
dikomando mereka saling membantu dengan memberikan apa saja yang mereka miliki.
Bisa beras, makanan kering, uang ataupun tenaga. Hingga yang terkena musibah
merasa diringankan. Begitu juga bila ada yang keriyaan (red: hajatan) maka hal
yang sama juga mereka lakukan.
Biasanya yang datang membawa bakul yang berisi beras, makanan kering dan kue-kue, juga barang lainnya. Ada juga sih yang hanya memberi uang diamplop, tapi hanya sedikit. Dan hal yang sama akan dilakukan bila yang bawa bakul punya hajatan, maka yang dulu dibawaain harus membawa apa yang dulu diberikan sipembawa bakul. Jadinya impas. Yang uniknya lagi, musik penghibur selama hajatan asli musik Indonesia yaitu Nasyid atau dangdutan. Dan kue-kue yang disajikan tak jauh-jauh dari aneka jajajan yang khas Indonesia seperti kue cucur, uli, dodol, wajik, rengginang, bolu kukus, dan banyak lagi.
Biasanya yang datang membawa bakul yang berisi beras, makanan kering dan kue-kue, juga barang lainnya. Ada juga sih yang hanya memberi uang diamplop, tapi hanya sedikit. Dan hal yang sama akan dilakukan bila yang bawa bakul punya hajatan, maka yang dulu dibawaain harus membawa apa yang dulu diberikan sipembawa bakul. Jadinya impas. Yang uniknya lagi, musik penghibur selama hajatan asli musik Indonesia yaitu Nasyid atau dangdutan. Dan kue-kue yang disajikan tak jauh-jauh dari aneka jajajan yang khas Indonesia seperti kue cucur, uli, dodol, wajik, rengginang, bolu kukus, dan banyak lagi.
Begitu juga bila ada salah satu warga yang sakit atau terkena musibah. Maka berbondong-bondong warga desa mengunjungi si sakit. Tak hanya sampai disitu, bila ada yang terkena musibah, maka warga urunan menyumbangkan dana bagi yang ditimpa kemalangan. Entah karena sakit parah dan tak punya biaya untuk berobat, juga kemalangan lainnya.
Ternyata keramahan dan ketulusan semuanya bisa kita saksikan di
kampung, selain udaranya yang sejuk, sifat warganya yang kreatif,
peduli satu sama lain, ramah tamah dan suka bergotong royong semuanya
merupakan
adat istidat yang terus hidup di Indonesia. Hal yang tak kutemui
selama tinggal dikota.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”
Langganan:
Postingan (Atom)
translasi
meninjau polling pengunjung
!-- Start of StatCounter Code -->













