novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Selasa, 26 Maret 2013

Rendang Journey In My Family

Merunut perjalanan rendang dikeluargaku, banyak tertoreh kisah manis dan pahit di dalamnya. Kisah yang tetap menjadi kenangan hingga kini bagi keluarga besar kami. Yah, makanan tradisional khas dari Sumatera Barat yang terdiri dari daging, bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, pala, ketumbar, merica, jahe, lengkuas, sereh dan daun-daunan rempah yang terdiri dari daun salam, daun kunyit dan daun jeruk ini memang sangat tersohor sampai ke manca negara sekalipun. Yah, siapa yang tak mengenal rendang Padang?




Tentu saja bumbu pokok yang tak boleh terlupakan adalah cabe merah! Sebab bumbu satu inilah yang bisa mempengaruhi kadar kepedasan yang seleranya berbeda-beda bagi tiap orang. Satu lagi, santan dari kelapa yang harus benar-benar diperhatikan kematangan dan kekentalannya, karena bisa mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam menghasilkan dedak rendang yang nikmat. Ditambah kesabaran dalam membuat rendang yang membutuhkan waktu berjam-jam agar tersaji rendang yang diinginkan. Komplit sudah bahan untuk membuat rendang, lauk ternama yang banyak digemari dari Padang ini. Baiklah akan saya mulai kisah ini dari nenek saya. Nenek adalah seorang wanita pekerja keras yang tangguh dan ulet. Hobinya memasak telah mengantarkannya menjadi seorang koki handal disebuah restoran padang besar di Pariaman. Dan masakan yang terkenal enak dari nenek adalah rendang! Berkat rendang buatan neneklah restoran tempatnya bekerja selalu ramai dikunjungi pembeli hingga menjadi restoran terbesar dan terlaris di Pariaman waktu itu. Dan berkat rendang juga nenek bisa menghidupi dirinya dan dua orang anaknya meskipun beliau hanya seorang single parent karena ditinggal mati oleh suaminya.


Seiring berjalannya waktu, kedua anak nenekpun tumbuh besar dan sehat dibawah pengasuhannya yaitu mande ( ibuku )  dan Uda (kakak lelaki) mande. Tiba saatnya mande (ibuku) mulai mengenal lawan jenis. Tapi oleh nenek hubungan mereka tak direstui. Meski kecewa mande akhirnya menurut saja ketika dijodohkan dengan bosnya nenek pemilik restoran padang tempanya bekerja. Ibarat siti nurbaya, mande harus menerima perjodohannya dengan duda beranak lima tersebut. Walau mande sempat protes mengapa nenek tega menikahkannya dengan duda beranak lima? Padahal mengasuh lima anak tiri diusia yang belum genap 20 tahun bukanlah perkara mudah. Bahkan niat mande untuk kabur dari rumah pun gagal. Mungkin semuanya sudah suratan dari takdir dari Yang Kuasa buat mande. Nenek yang terkenal keras dan tegas, memang membuat mande tak kuasa memberontak. Walau dibalik sifat kerasnya itu nenek sebenarnya sangat menyayangi mande. Tapi setelah menjalaninya, barulah mande menyadari bahwa kisahnya tidaklah setragis dan sepahit kisah siti nurbaya. Mande juga menyadari ternyata semua yang dilakukan nenek bukanlah paksaan tanpa alasan, tapi karena kasih sayangnya sebagai orangtua tunggal.




 Kenyataannya mande hidup berbahagia dan bisa mencintai duda beranak lima, pilihan nenek tersebut. Ternyata nenek punya feeling yang baik sebagai seorang ibu. Dia tahu kalo Bagindo Sulaiman yang akhirnya menjadi abak (bapak) ku adalah lelaki yang penuh tanggung jawab dan taat beragama, selain pekerja keras. Tak dinyana mande hidup berbahagia bersama abak sampai ajal menjemput. Sekali lagi, berkat rendang buatan neneklah Mande bisa dijodohkan dengan suami yang akhirnya ia cintai sampai mati. Kalau saja nenek tidak bekerja di restoran abak, tentu mande tidak akan pernah mengenal abak. Rendang buatan nenek merupakan jalan cinta yang mempertemukan keduanya.

 Akhirnya dari pernikahan tersebut, mande melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan dan berkulit putih dengan hidung mancung dan rambut ikal bergelombang. Anak yang sedari kecil hingga dewasa menjadi anak yang begitu istimewa dalam keluarga.. Kelak lelaki tersebut (uda) saya ini akan bersinar hidupnya bak bintang kejora dengan segala kepintaran dan kesuksesannya. Memang, kelahiran Uda Wan sebagai cucu dan anak pertama sangat menggembirakan keluarga besar kami terutama nenek. Saking gembiranya nenek pun memperlakukan cucu pertamanya itu dengan istimewa. Gimana enggak! sedari kecil bila Uda mau Makan, nenek selalu menghidangkannya, hingga Uda Wan tak pernah mengambil makannya sendiri disaat lapar. Dan makanan yang pertama kali nenek perkenalkan pada Uda Wan adalah rendang!. Bak pangeran, Uda Wan pun mencicipi hidangan seorang diri di meja makan. Seolah tahu semua menu memang khusus disiapkan buat dirinya. Apalagi nenek mendapat dukungan dari Abak. Sementara Mande (ibuku) oke-oke saja alias tidak protes.

Perlakuan istimewa terhadap Uda Wan ini tetap diteruskan hingga adik-adiknya kemudian lahir. Pokoknya kalau Uda Wan lagi makan, yang lain tak boleh mengganggu. Bahkan kerap nenek menyimpan rapat rendang kesukaan Uda Wan agar tak dimakan oleh adik-adiknya. Meskipun uda-udaku yang lain sering protes namun ritual seperti itu tetap berjalan. Prinsip nenek “anjing menggonggong kafilah berlalu” Maka tak heran setelah menikah pun Uda Wan tak pernah mau mengambil makannya sendiri meskipun lapar berat. Dan yang tak pernah berubah menu utama yang harus dihidangkan oleh istrinya Uda Wan apalagi kalo bukan rendang! Uniknya lagi Uda Wan memilih menikah dengan seorang wanita yang berasal dari suku Jawa dan bukan dari sukunya sendiri yang pasti mahir memasak masakan kesukaannya.




Dan benar saja, diawal-awal menikah istrinya harus bekerja keras untuk bisa mengolah daging menjadi rendang yang enak karena belum pernah memasak rendang sebelumnya. Demi memenuhi selera suami tercinta, istrinya pun rela berburu resep rendang kemana pun juga. Bahkan dengan sabar istrinya menimbang setiap bahan agar jangan sampai kelewat 1 gram pun dari ukuran yang tertulis di buku resep yang ia beli.Hasilnya? Tadaaaa..!!! Uda Wan malah protes! Mungkin pikirnya mengapa rasanya jauh berbeda dari rendang buatan nenek tercinta? Ya iyalah, wong cuma nenek yang tahu resepnya karena tak pernah seorangpun boleh ikut campur ketika dia memasak.  Coba waktu itu aku sudah ada, pasti akan sekuat tenaga kubujuk nenek agar boleh ikut campur memasak rendang di dapur. Tapi kira-kira mempan gak yah ? heheheh

Tak habis akal istrinya pun memesan rendang kemasan. Namun lagi-lagi Uda Wan tak selera karena ga sesuai dengan rendang nenek yg pernah ia makan. Sermentara waktu itu nenek belum sempat membagi resepnya karena keburu almarhum.  Coba waktu itu randang restu mande http://www.restumande.com. sudah ada, pasti Uda Wan tetap lahap makannya, karena selain dibuat dengan daging sapi segar pilihan dan rempah-rempah berkualitas, rasanya pun tak kalah nikmat dengan rendang buatan nenek tercinta.  Bahkan anak-anak saya pun doyan karena rendang restu mande terdiri dari 2 rasa yaitu original (tidak begitu pedas) dan hot (super pedas)



Akhirnya tak hilang akal Uda pun mengkursuskan istrinya ke saudara perempuan Mande yang pintar memasak rendang. Yah minimal tidak-jauh-jauhlah dari resep andalan nenek

 

Aku pikir semasa hidupnya nenek pasti punya alasan tersendiri. Mungkin nenek ingin menyenangkan dan memperlakukan cucu pertamanya secara istimewa. Atau mungkin juga nenek ingin cucu pertamanya mencicipi resep andalannya yaitu rendang yang telah membuat restoran Abak mencapai puncak kejayaannya. Yah, ibaratnya rendang adalah masterpiece restoran kami, alias sebagai menu andalan yang menarik para pembeli. Uniknya lagi selain rasa rendang nenek yang jauh lebih enak dengan rendang lainnya (red: kalau kata pak Bondan Winarno sih ’maknyus’) ritual memasak nenek juga lain dari tukang masak yang lainnya. Bahkan tak akan ditemui pada “master chef” sekalipun hehehehe. Ternyata selama memasak selain menyiapkan bumbu-bumbu yang komplit hasil racikannya sendiri, nenek juga tak lupa menyiapkan “jampi-jampi”.

Eits! Jangan su’uzon dulu. Jampi-jampi nenek bukanlah sejenis sihir atau pelet agar rendangnya banyak disukai orang atau supaya laku. Nenek hanya membacakan doa-doa yang dia ambil dari Al-qur’an. Mungkin dalam doanya nenek meminta adanya keberkahan.  Ditambah ritual Nenek tak pernah mau dibantu saat memasak di dapur, sehingga kami tak tahu persis apa saja resep andalan membuat rendang ala nenek tercinta.hmmm...

 Ritual menghidangkan Uda Wan makan tak pernah hilang. Meskipun tak selamanya ada rendang di meja. Hal itu tetap terjadi saat restoran kami terbakar hingga ekonomi keluarga mengalami pailit. Disusul tak lama kemudian Abak meninggal dunia Akan tetapi berkat kesabaran dan ketekunan Uda Wan jugalah perlahan-lahan ekonomi keluarga kami terangkat naik kembali, sehingga semua adik-adiknya bisa berkuliah ke Pulau Jawa.

Yah, meminjam filsafah rendang yang butuh kesabaran dalam menggodok rendang hingga berjam-jam agar hasilnya sempurna, Uda Wan juga melalui proses yang tidak sebentar untuk mencapai sukses hingga berhasil mendirikan perusahaan sendiri. Uda memang memilih berwirausaha saja setelah puas bekerja di kantor. Kuliah yang dia ambil juga mendukung jiwa entrepreneurnya yaitu jurusan ekonomi. Rupanya bakat dagang Abak mengalir di darah Uda Wan. Jauh sebelum Uda berhasil, beliau pernah merasakan ejekan sanak saudara akibat masih mengangggur selama satu tahun begitu tamat dari kuliah. Dibilang “sarjana pak ogah” lah, atau “buat apa jadi sarjana kalau akhirnya gak bisa kaya?”dan ejekan-ejekan lainnya.

 Meniru sifat nenek Uda menganggap hinaan itu sebagai angin lalu saja. Bahkan Uda semakin terpacu untuk berusaha. Sampai akhirnya Uda berhasil diterima di perusahaan milik orang Perancis. Kesabaran Uda Wan kembali diuji ketika mendapati beasiswanya dibatalkan. Padahal sebelumnya telah diumumkan oleh sebuah lembaga bahwa Uda mendapatkan bea siswa untuk berkuliah di luar negeri. Rupanya selidik punya selidik ada permainan uang dari perwakilan mereka di Indonesia. Namun usaha dan kerja keras serta ketekunan Uda akhirnya terbayar juga. Beliau kembali mendapat bea siswa untuk bisa sekolah ke luar negeri di bidang Manajemen Bisnis dan berhasil diwisuda dengan nilai yang memuaskan.




Dan  lagi-lagi Uda tak ingin berpindah rasa dengan tetap memilih rendang meskipun telah mencicip aneka kuliner luar negeri. Demikian juga dengan kami anak anak mande yang merantau sekolah ke pulau jawa dan tinggal di kost-kostan. Setiap bulan kami selalu mendapat kiriman rendang yang memang bisa bertahan berhari hari sebagai lauk makan nasi. Lumayanlah buat mengirit uang saku sebagai mahasiswa. Tak berhenti sampai disitu kesabaran Uda Wan kembali diuji. Setelah berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan bonafit milik orang asing, tiba-tiba Uda diterpa fitnah yang membuatnya diberhentikan begitu saja. Padahal Uda begitu mencintai pekerjaannya. Dan berkat kerja keras Uda juga perusahaan yang bergerak di bidang seminar itu mencapai rekor tertinggi dalam menarik peserta seminar yang lumayan banyak. Uda yang merasa diperlakukan tidak adil segera bertindak dengan melaporkan perusahaan tersebut ke pengacara.

Cerdasnya sebelum mengajukan tuntutan, Uda mencari tahu dulu tentang hukum lewat buku-buku agar dia tak salah melangkah. Dan benar saja, akibat tuntutan Uda, akhirnya perusahaan tersebut berhasil ditutup karena ketahuan tidak memiliki surat izin resmi alias illegal. Sejak kejadian itu, Uda pun memutuskan untuk membuka perusahaan sendiri. Untuk kesekian kalinya kesabaran Uda pun diuji saat perusahaan yang ia dirikan bersama teman-teman dekatnya itu tak membuahkan hasil yang memuaskan hingga jatuh bangkrut. Untuk menghibur hatinya Uda pun menulis buku tentang perekonomian yang ia pelajari. Kembali nasib baik tak berpihak pada Uda, disaat penerbit membawa kabur naskahnya dan tak membayar royaltinya sedikitpun. Tak pernah Uda mendapatkan laporannya semenjak bukunya itu terbit. Berbekal kesabaran dan keuletannya, Uda kembali menjalankan perusahaan seorang diri.

Akhirnya kesabaran Uda berbuah manis. Perusahaan Uda menjadi besar dan maju pesat seperti sekarang sehingga bisa merekrut beberapa orang karyawan. Dilemanya ketika Uda divonis terkena kanker hati dan harus berpantang makanan berlemak dan bersantan termasuk rendang. Padahal dokter telah mewanti-wanti. Sebenarnya tak ada yang salah dengan makanan kesukaan Uda yaitu rendang asalkan kemarin-kemarin makannya diimbangi dengan pola hidup sehat yaitu olahraga dan mengosumsi makanan berserat. Tapi Uda Wan selama ini tidak suka makan sayuran. Tak dinyana, akhirnya perjalanan ‘si rendang’ untuk terus menemani Uda Wan sahabat sejatinya harus berakhir. Setelah dua tahun menjalani pengobatan Uda pun tak bisa bertahan Tepat di bulan kelahirannya 17 Desember 2002 Uda Wan pergi untuk selama-lamanya.



Meninggalkan istri dan ketiga orang anak-anaknya.





Tak hanya istri dan ketiga anaknya saja yang sedih dan shok, Mande pun berhari-hari sering pergi keluar sendiri tanpa memberitahu kami anak-anaknya mau pergi kemana.

 “Entah mengapa, Mande tiba-tiba ingin berjalan kaki kemana Mande suka,” jawabnya saat kami tanya kemana saja dirinya dengan rasa cemas. Akh…mungkin Mande bingung harus bagaimana melepaskan rasa sedihnya karena baru kehilangan anak kebanggaannya

Akhirnya kisah Mande yang begitu terpukul kehilangan Uda Wan aku abadikan lewat tulisan yang akhirnya dimuat di majalah sekar dalam rubrik goresan hati pada thn 2009. Mande pun berkaca-kaca begitu membaca kisah dirinya dan anaknya yaitu Uda Wan yang ia selalu ia ceritakan berulang-ulang  padaku saat Uda Wan baru meninggalkannya sebagai penghibur hatinya akibat rasa rindu dan kehilangan yang teramat sangat.





Tak disangka juga  tahun 2010, satu tahun setelah kisah Mande dan Uda dimuat di media,  Mande pun menyusul Uda Wan untuk selama-lamanya.  Selamat jalan Da, Mande...Sampai kapan pun, kalian dan rendang akan terus hidup di hati kami...Sebagai kenang-kenangan, aku hanya bisa mengabadikan perjalanan hidup kalian dalam buku 'Teardrops In Heaven' ini. Dimana rendang menjadi saksi sejarahnya Semoga kalian dan rendang bisa menginspirasi semua orang.





 Kini, aku hanya bisa mendoakan kalian di alam sana, sembari berharap siapa tahu suatu saat nanti cita-cita Uda dan Mande bisa aku dan adik-adik teruskan. Cita-cita  yang belum kesampaian karena Uda keburu dipanggal oleh Yang Kuasa. Yaitu cita-cita untuk bisa menghidupkan kembali kejayaan restoran keluarga terutama rendang dengan mendirikan restoran padang. Kalo bisa sama jayanya dengan Randang Padang Restu Mande. http://www.restumande.com sekarang yang bisa sampai terkenal ke manca negara. Amin....




Minggu, 17 Maret 2013

Menstimulasi Kecerdasan Alisha Lewat Cerita



Pada dasarnya semua anak senang dibacakan buku cerita termasuk anak-anak saya terutama Alisha Zakirah Yumna yg sekarang usinya 5 thn. Bahkan sejak usia 2 tahun Alisha sering minta dibacakan cerita yang sama secara berulang-ulang. Sebenarnya ini sebuah kesempatan yang baik bagi orang tua seperti saya selain untuk menstimulasi kecerdasannya dalam hal kosa kata agar lebih mudah belajar membaca nantinya di saat sekolah, juga dapat mengembangkan imaginasinya. Tentunya dengan memilih cerita yang tepat.

 Bahkan lewat cerita juga kita bisa menanamkan kebaikan misalnya berupa sifat: - Murah hati - Jujur - Sabar - Rajin - Patuh pada orang tua - Mau berbagi - Suka menolong - Sopan - Sikap mandiri - dsb Sungguh sangat prihatin bila masih banyak orang tua yang mengaku tidak punya waktu karena sibuk bekerja. Padahal dalam membacakan cerita bisa kapan saja misalnya ketika anak mau tidur, atau bisa juga meluangkan waktu sejenak bersama anak yang hanya beberapa menit ditengah-tengah kesibukan. Pertimbangkanlah selalu kepentingan anak diatas segalanya. Yang penting keleluasaan dan kenyamanan adalah hal yang harus menjadi prioritas. Andai semua orang tua tahu betapa dahsyatnya kekuatan cerita diantaranya bermanfaat untuk

 1. Melekatkan hubungan orang tua dan anak.

Dalam kegiatan membacakan cerita, otomatis anak dan orang tua menghabiskan waktu bersama secara pribadi. Untuk menjelajahi dunia yang ada dalam bacaan tersebut. Bila ini rutin dilakukan, tentu akan menjauhkan jarak antara orang tua dan anak. Apalagi bagi orangtua yang selalu sibuk bekerja di luar rumah. Ditambah lagi ketika bercerita kita memeluk dan membelai anak dengan kasih sayang. Ini sebuah terapi yang sangat manjur bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak. Inilah tujuan utama kita bercerita lewat contoh-contoh baik yang didengarnya.. Diharapkan dengan kisah yang kita bacakan dapat mempengaruhi perkembangan karakternya.

3. Memperluas kosa kata anak. Lewat kisah-kisah yang kita bacakan, anak mendapatkan kosa kata baru yang sebelumnya tidak dia kenal. Ini juga bisa melatih anak untuk memperkaya bahasanya. Untuk itu hendaklah dalam bercerita, usahakan selalu mengucapkan kata-kata dengan artikulasi yang jelas
 4. Membangkitkan sikap kritis anak. Biasanya untuk menuntaskan rasa penasarannya anak akan bertanya sehabis mendengar cerita kita. Inilah kesempatan kita untuk menanyakan tentang isi cerita dan pendapat anak tentang perilaku si tokoh cerita. Tentu saja jenis pertanyaannya harus disesuaikan dnegan usia anak.

5. Meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Jelas sekali bila anak sering mendengarkan cerita, maka kemampuan berbicaranya kian terasah. Usahakan untuk tidak menggunakan bahasa yang dicadel-cadelkan karena anak akan menirunya. Tentu tidak bagus untuk perkembangan bahasanya. Jadi ucapkanlah dengan kalimat yang sempurna dan lengkap melalui artikulasi yang jelas pengucapannya.

 6. Mengenalkan anak pada dunia luar yang berbeda. Misalnya dengan bercerita tentang hal-hal yang terdapat di sebuah kota atau negara contohnya jam gadang yang terdapat di bukit tinggi, buah kiwi dari new Zealand. Jadi bila anak kita tanya tentang jam gadang atau buah kiwi, dia akan tahu berasal dari mana. Kita bisa menambahkan cerita tentang kebudayaan atau gaya hidup daerah atau negara tersebut. Dengan begitu pengetahuannya terhadap dunia luar bertambah.
7. Menanamkan karakter yang positif. Cerita yang tokohnya berkarakter baik seperti suka menolong, baik hati, jujur dsb akan tertanam di otak anak. Dengan begitu kemungkinan besar dia akan mencontohnya karena anak ibarat spon yang mudah menyerap atau meniru apa saja yang ia dengar dan lihat.. Lewat cerita juga anak mulai mengenal konsep benar atau salah secara sederhana. Tapi jangan tuntut anak untuk mengerti. Jadi biarkan mereka paham melalui proses yang alamiah. Selanjutnya bila anak keluar jalur, kita bisa mengingatkannya lewat cerita yang sudah pernah ia dengan. Hal ini lebih ampuh daripada kita memarahinya bila berbuat salah.
8. Memupuk anak untuk senang membaca dan cinta pada buku. Karena lewat bukulah pertamakali anak mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan. Jadi begitu dia ingin mencari tahu akan sesuatu, bukulah pertama-tama yang ia cari sebagai narasumber. Dengan begitu lama kelamaan rasa cinta akan buku pun tumbuh dihatinya.
9. Mengasah kemampuan untuk mendengarkan. Disaat kita membacakan cerita, otomatis anak berusaha mendengarkan dengan baik hingga tuntas.
 10. Mengembangkan imaginasi dan kreativitas anak. Tak dapat dipungkiri, kebiasaan ini mampu merangsang imaginasi anak lewat kisah-kisah yang kita suguhkan. Anak akan membayangkan bagaimana tokoh cerita dari gambar-gambar yang ia lihat sehingga memancing kreativitasnya. Contohnya anak saya yang bisa menceritakan kembali kisah yang saya bacakan bahkan dengan menciptakan jalan ceritanya sendiri lewat imaginasinya. Hanya saja kita perlu waspada dengan imaginasi yang menjurus pada kekerasan dan kejahatan. Iamginasi ini perlu kita luruskan sejak dini agar anak tak terlanjur menyimpannya di memori otak mereka. Sebaliknya imaginasi yang baik mampu menciptakan hal-hal yang baru misalnya karena imaginasilah yang telah membuat manusia menjadi pencipta atau penemu hal-hal yang hebat seperti menciptakan bola lampu, computer dan menciptakan gedung-gedung pencakar langit. Begitu luarbiasanya keajaiban dari sebuah imaginasi
11. Belajar memecahkan masalah. Dalam cerita-cerita yang di dengar anak, tentu memiliki aneka pemecahan masalah. Insya Allah perlahan-lahan anak akan menerapkan dalam kesehariannya yang akan terbawa hingga dewasa kelak. Misalnya dalam contoh cerita dibawah ini yang mengajarkan untuk bersikap sabar.
12. Mengasah rasa empati dan simpati. Dalam sebuah cerita yang ia dengar anak akan menemukan kalimat-kalimat ajaib lewat reaksi tokoh cerita misalnya empati, simpati , kekesalan, dan kegemasan misalnya mengapa kamu menangis atau mengapa kamu marah wahai kancil? Apakah kamu membutuhkan pertolongan? Dsb.

Namun ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih buku cerita yaitu
• Pilihlah jalan cerita yang mudah diikuti dan sesuai daya tangkap anak
• Berisi pesan moral yang jelas
• Kisah yang dapat ditebak
• Berisi kejadian yang menarik minat baik isi maupun kemasannya
• Berisi sekumpulan kegiatan • Akhir ceritanya baik dengan kesimpulan yang sesuai • Sesuai dengan kepribadian anak
• Bisa membuat anak berpikir
• Bisa membuat anak berfantasi
 • Sesuai dengan usia anak Adapun tips dalam bercerita yang baik yaitu;
• Memperhatikan anak dalam bercerita
• Gunakan ‘body language’
• Jangan terlalu cepat dan gunakanlah intonasi yang berbeda sesuai karakter dengan tekhnik fast, slow, dan pause saat membaca
• Beri anak dorongan untuk berinteraksi dan berpartisipasi misalnya dengan menanyakan pendapatnya tentang pesan moral yang terkandung. Beri juga anak pujian dan pelukan bila dapat menyebutkan pesan moral dan contoh perilaku yang sesuai.
 • Bacakan dengan hati dan menggunakan variasi suara, ekspresi wajah, gerakan dan kata-kata yang berulang untuk melibatkan anak masuk dalam cerita
 • Kalo bisa ulang cerita yang sama berulang kali karena anak anak akan membangun pemahaman mereka terhadap cerita tersebut. Seperti anak saya yang selalu minta dibacakan cerita yang sama berkali-kali. “Ma, bacain lagi ceritanya.” Jadi saya bisa 3-4 kali membacakan cerita yang sama untuknya.
• Lakukan dramatisasi misalnya dengan menggunakan efek tertawa, merengek, menjerit, bernisik, sedih, meraung, dan meniru suara binatang sesuai karakter dalam cerita
• Selalu menstimulasi anak dengan pertanyaan cerdas seputar cerita dan pertanyaan pancingan tentang kelanjutan cerita menurut anak. intinya biarkan mereka bertanya
• Beri kesempatan anak bercerita dengan bahasa mereka. Umumnya anak usia tiga tahun sudah mampu menceritakan kembali. Contohnya putri saya Alisha 4 tahun senang membacakan cerita menurut versinya setelah saya bacakan cerita untuknya. Tak perlu diinterupsi biarkan anak mengembangkan imaginasinya saat bercerita.
• Jadikanlah moment membaca cerita sebagai media komunikasi yang menyenangkan Karena sejak kecil Alisha selalu saya bacakan buku cerita baik itu cerita dongeng maupun cerita pengetahuan, Alhasil ketika usia 4 thn Alisha suka merangkai cerita sendiri sesuai imaginasinya. Contohnya ketika saya mulai mengantuk dan semakin lambat membacakan cerita untuknya, tiba-tiba Alisha mengabil buku ceritanya dan berkata "Sini Ma Lisha aja yang cerita," ucapnya semangat. akhirnya jadi terbalik bukan saya yg membacakan cerita untuknya tapi lisha yg membacakan cerita untuk saya ibunya hehehe ngantuk saya pun jadi hilang. lagi lagi Lisha menambah nambah sendiri jalan cerita menurut imaginasinya.



Rabu, 09 Januari 2013

Thank You 2012, Welcome 2013 [Irhayati Harun ]

Keempat Impian Yang Terwujud Di Tahun 2012

Sejak memilih hidup untuk menjadi penulis, saya sangat ingin 3 impian saya yaitu menuliskan 3 buku yang mengupas tentang menjadi ibu, istri,dan menulis kisah ibu saya sendiri sebagai anak yang berbakti, selain impian keempat saya Impian pertama Sebagai istri, saya ingin sekali menulis buku tentang pernikahan agar semakin banyak tercipta rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warahmah. Mengingat semakin maraknya perceraian akhir-akhir ini. Harapan saya buku yang saya tulis dapat menginspirasi pasutri untuk lebih baik lagi dalam menjalin hubungan dengan pasangannya sehingga perceraian dapat terelakkan. Alhamdulillah akhirnya impian saya yang pertama dikabulkan oleh Allah. Pada bulan oktober thn 2012 terbitlah buku pernikahan pertama yang saya tulis dengan penuh lika-liku dan cobaan dibalik penerbitannya. Di sebuah penerbit mayor dan dicetak nasional. Moga dapat menjadi buku pegangan bagi para istri dan calon istri. Semoga akan lahir buku pernikahan berikutnya yang lebih inspiratif dan penuh manfaat dari tangan saya. Saya juga mendirikan grup di fb menikah satu kali bahagia selamanya. sebagai ajang berbagi cerita dan tips seputar hubungan pasutri. moga grup ini juga dapat berkembang dan menarik pasutri untuk bergabung. Agar semakin banyak tercipta rumah tangga yang sakinah wa rahmah. amin..



Impian kedua sebagai seorang anak sudah lama ingin menuliskan kisah ibu saya sendiri yang penuh cobaan dan rintangan selama beliau menjadi ibu. Yah, ibu saya harus menghadapi perihnya kehilangan 2 anak terbaiknya karena sakit yang sama yaitu kanker hati. Sampai akhirnya di akhir tahun 2011 ibu saya pun menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit kanker juga. Ditengah kesedihan akibat kehilangan ibu dan kedua kakak laki-laki saya, keinginan untuk menuliskan kisah hidup mereka dalam sebuah buku pun terwujud. Akhirnya terbitlah buku itu disebuah penerbit indie dengan judul “Teardrops in heaven” Begitu terbit, saya pun tak mampu menghapus air mata haru dan kesedihan ketika membacanya. Biarlah buku ini abadi dibenak pembaca dan dihati saya untuk menjadi kenang-kenangan bagi anak cucu dan diri saya sendiri




Impian ketiga sebagai seorang ibu saya ingin berbagi kisah dan mengajak para ibu diseluruh Indonesia untuk berbagi juga dalam mengasuh dan merawat anak. lewat tulisan alhamdulillah lahirlah 3 buku antologi parenting dimana saya sebagai penanggung jawab naskahnya yang diterbitkan oleh elexmedia komputindo, ikhlas media dan skylart publisher






Impian keempat ingin pergi bulan madu ke Yogyakarta berdua suami . Senangnya di bulan September thn 2012 pas dihari ulang tahun saya dan ulang tahun pernikahan kami impian itu terwujud meski harus menunggu selama 11 tahun lamanya… Ditahun 2012 juga saya berhasil menulis 3 buku solo tema parenting. Satu naskah tentang buku pintar ayah bunda sudah diacc penerbit, satu lagi dapat tawarin dari penerbit untuk menulis buku tentang mendidik karakter anak sejak dini, dan satu lagi tentang smart eating sedang dalam proses di penerbit. Inilah keempat impian saya yang sudah terwujud alhamdulillah. Ditahun 2013 saya hanya berharap 1. Bisa lebih banyak lagi menulis buku-buku yang bermanfaat. 2. Melebarkan sayap dengan menulis novel bertema pernikahan dan belajar menulis scenario dan bermimpi bisa membuat cerita film yang inspiratif seperti laskar pelangi dan ayat-ayat cinta 3. Tentu saja bisa menjadi lebih baik lagi dalam peran sebagai ibu dengan lebih sabar dan perhatian pada anak sebagai istri lebih mesra dan harmonis lagi dengan suami sebagai anak ingin terus berbuat baik dan bersedekah serta berdoa agar pahalanya bisa sampai ke rumah orang tua saya di alam barzah hiks… dan sebagai hamba Allah ingin lebih meningkat dan khusu’ lagi ibadahnya. amin Tak hanya di penerbit mayor ada juga buku-buku lain yang terbit di penerbit indie Yaitu buku sekumpulan puisi cinta untuk suamiku





dan Buku motivasi yang saya tulis ketika dalam keadaan terpuruk akibat sakit setelah membaca impian-impian dan harapan saya, apa impian dan harapan kalian?



Selasa, 08 Januari 2013

Sarapan Cerdas Tingkatkan Konsentrasi Anak

Kita kerap dipusingkan oleh anak yang ogah makan pagi. Padahal sarapan itu sangat penting untuk menunjang kecerdasan dan aktivitas anak. Sarapan juga bisa meningkatkan konsentrasi belajar anak. Sebab bila anak dalam keadaan lapar, otomatis tidak bisa mengikuti pelajaran. Ada satu hal lagi, tak semua anak senang sarapan dengan nasi. Tergantung selera anak dalam memilih makan pagi yang ia sukai. Menyikapi hal ini saya sempat pusing juga tapi tidak sampai pusing tujuh keliling apalagi sampai memaksa anak. Saya hanya memberikan dorongan dan menjelaskan pada anak betapa pentingnya sarapan buat tubuhnya. Menurut saya sarapan yang cerdas itu

1. Mengandung zat gizi yang lengkap seperti karbohidrat, protein dan mineral Sesungguhnya masih banyak alternatif sarapan sehat lainnya yang bisa disajikan pada anak.Tidak masalah anak cuma makan roti dan bukan makan nasi. Yang penting ada gizinya. Apalagi bila ditambah segelas susu, tentunya susu yang baik tidak mengandung gula tambahan 

Jadi tidak harus makan nasi. Sebab tidak semua anak senang makan nasi di pagi hari. Sebagai gantinya kita bisa memberikan makanan sarat gizi yang mengandung karbohidrat, protein dan mineral seperti roti yang berisi potongan daging atau irisan telur. Lebih bagus lagi ditambah sayur seperti irisan selada atau tomat. Kita juga bisa memberi gandum yang dimasak dengan susu. Bila anak tetap tidak suka alternatif lainnya bisa diberi cereal. Yang terpenting bukan apa sarapannya dan hanya mengenyangkannya saja, tapi anak suka dan dapat memenuhi gizi hariannya. Sebab pada saat anak kebanyakan mengkonsumsi karbohidrat itu akan diurai menjadi gula. Responnya adalah pangkreas akan terhambat dalam proses kerjanya sehingga hal ini juga akan menghambat pembentukan gula darah yang sangat penting. Ini berakibat si anak akan mengalami kantuk, malas, dan sulit berkonsentrasi!

 2. Tidak berlebihan kandungan gulanya Pada umumnya anak suka makanan yang manis seperti halnya anak juga suka makan permen. Yups dalam tubuh manusia memang ada reseptor rasa manis, bahkan gen khusus untuk rasa manis. Tak heran anak-anak akrab dengan camilan yang manis-manis. Boleh-boleh saja selama masih dalam batas normal yaitu tidak lebih dari 30 gram (6 sendok teh) dalam satu hari. Bila berlebih akan merusak gigi anak dan memicu timbulnya obesitas. Sebenarnya kita bisa memberikan alternatif sumber rasa manis yang lain misalnya dari buah-buahan. Jadi gak melulu permen, coklat dan teman-temannya. Kalo anak sudah makan makanan yang manis, hindari untuk memberinya minuman yang manis juga seperti soft drink. lebih baik beri air mineral. Kita juga bisa menyiasatinya dengan tak memberi anak makanan yang manis ketika lapar. Tapi berikanlah sesudah makan sebagai pencuci mulut dalam porsi kecil. Jangan lupa, baca dengan seksama label kadar gulanya. Dan pilih yang kadarnya yang paling sedikit.

 3. Variatif Saya sendiri harus memutar otak kreatif saya agar bisa menyajikan menu sarapan yang yang berganti-ganti agar anak tidak mudah bosan. Terkadang agar lebih praktis saya menyiapkan satu menu dengan gizi yang lengkap seperti spaghetti yang dicampur dengan irisan daging ayam, wortel dan parutan keju yang hampir disukai oleh semua anak termasuk anak saya. Jadi dalam satu masakan gizinya terpenuhi semua. Dilain hari saya siapkan nasi goreng plus ayam cincang dan irisan timun dan wortel.






4. Siapkan dengan sepenuh cinta Tak jarang saya mengajak anak untuk membantu menyiapkan sarapan pagi. Lalu mengajak semua anggota keluarga untuk makan bersama. Ternyata hal ini selain mempererat ikatan keluarga juga bisa membuat anak–anak saya merasa senang melakukan sarapan setiap harinya, karena merasakan adanya kebersamaan dan keharmonisan. Sebagai contoh anak saya tidak mau bila sarapannya yang masak asisten rumah tangga bukan saya meskipun menu yang dimasak sama. Biasanya mereka akan cemberut dan tidak lahap menyantap sarapannya. Hal ini terjadi ketika suatu saat saya sakit dan memilih beristirahat daripada terjun kedapur.

5. Memberi bekal sehat Alternatif lainnya yang saya lakukan bila anak sesekali tidak sempat makan pagi. Tentunya bekal yang sehat adalah yang kaya serat, mengandung karbohidrat dan mineral. Kandungan ini dapat menjadi bahan bakar otak bagi anak.Yah, sebagai orang tua kita harus menyiapkan sarapan untuk si buah hati.meskipun anak kerap mengeluh saat disuruh. Namun lama-lama mereka akan menyadari bahwa kebiasaan untuk selalu sarapan pagi itu menyehatkan, menyenangkan dan dapat menunjang konsetrasi berpikir mereka dalam menyerap pelajaran.

jadi, masihkah kita menyepelekan yang namanya sarapan?

Semoga anak-anak saya bisa meraih mimpi-mimpinya untuk menjadi orang besar dengan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan penuh gizi


Kamis, 25 Oktober 2012

Mendapat Rejeki Bertubi-tubi Dari Even Ayah Bunda

Sebenarnya sudah lama saya mengenal ayahbunda. Isinya sangat menarik dan komplit terutama buat para ibu seperti saya. Namun even –even yang ayah bunda laksanakan jarang saya ikuti meskipun sering baca baca majalahnya. Kebetulan saya suka menulis terutama tema-tema parenting. Kebetulan lagi dari komunitas yang saya ikuti yaitu IIDN ( Ibu-ibu doyan nulis) saya diundang untuk menghadiri even seputar tema parenting yaitu ‘solusi dan tantangan menghadapi anak sulit makan’ .

Tanpa berpikir dua kali saya pun mendaftar. Tiba hari H nya saya datang sendiri ke lokasi sambil celingak-celinguk cari teman sesama komunitas. Sempat juga saya dicurigai karena tak ada bukti peserta sebab daftarnya lewat ketua komunitas kami. Akhirnya setelah saya jelaskan panitia pun mempersilahkan saya untuk menuliskan nama dan alamat email. Setelah itu baru saya boleh masuk ruangan sambil bernafas lega. Akhirnya saya bisa juga mengikuti even dengan tema menarik ini karena masalah yang diangkat tak jauh-jauh dari masalah yang dialami oleh hampir seluruh ibu di dunia termasuk saya yaitu ‘susahnya menghadapi anak yang sulit makan’

 Dan benar saja, ternyata pesertanya membludak. Tak hanya ibu-ibu saja yang datang , bapak-bapaknya juga. Mungkin karena tema yang diusung sangat dekat dengan kesulitan orang tua dalam menghadapi prilaku makan anaknya. Tiap sesi pun berlangsung dengan meriah dan hidup karena setiap peserta antusias dan berlomba-lomba untuk mengajukan pertanyaan seputar masalah yang dihadapi dalam memberi makan pada anak. Yang lebih seru lagi hadiahnya itu loh, segambreng! hehehehe. Sudah diberi sekaleng susu pediasur dan satu tas hadiah yang isinya lumayan banyak, ditambah lagi adanya hadiah doorprize. Dan satu lagi bagi setiap peserta yang bertanya dan bisa menjawab pertanyaan seputar tema yang diangkat diberi hadiah juga termasuk saya salah satunya.




rejeki memang gak kemana heheheh…Jadilah saya pulang sambil membawa berkantung-kantung hadiah. Meskipun sedikit berat dan merepotkan sebab rumah saya jauh dan harus beberapa kali naik angkutan umum tapi hati ini puas dan senang. Dan satu lagi rejeki yang saya dapatkan dari even ayahbunda ini yaitu ide menulis buku! bukankah ide itu merupakan sebuah rejeki juga? Hanya sayangnya saya lupa mengabadikan even menarik ini dalam kamera yang saya punya. Kalo tidak, bisa saya bagikan dan upload disini. Semoga saja ayahbunda segera memposting foto-fotonya di website. Akhirnya begitu sampai dirumah saya segera menuangkan ide tersebut. Dengan penuh semangat saya menyelesaikan naskah buku saya dengan tema ‘menghadapi anak yang susah makan’ gak jauh-jauh dari tema even yang ayahbunda laksanakan. Alhamdulillah…harapan saya semoga ayahbunda gak kapok bikin even menarik lagi. Dan Insya Allah saya juga gak akan kapok untuk mengikutinya. 

Selasa, 23 Oktober 2012

Sehatnya Dadih, Yoghurtnya Orang Minang



Sebagai orang minang, saya ingin mengenalkan makanan khas daerah saya. Pasti pembaca berpikir makanan tersebut kalo gak rendang, pastilah sate padang atau makanan berlemak lainnya. Sama sekali bukan! Saya ingin mengenalkan makanan minang lainnya yang jauh lebih sehat dibanding yang selama ini kita kenal, karena tidak mengandung lemak dan santan seperti kuliner minang pada umumnya. Makanan sekaligus sebagai minuman sehat khas minang yang unik satu ini bernama ‘Dadih’ yang lebih dikenal sebagai yoghurtnya orang minang. Uniknya lagi dadih yang terbuat dari susu kerbau dan berbentuk minuman semacam yoghurt ini bisa juga dijadikan teman makan nasi. Sebelum saya paparkan Dadih secara panjang lebar saya ingin bernostalgia sebentar mengapa saya bisa tahu Dadih. Bukan karena saya orang minang. Apalagi di dikeluarga saya hingga kini lebih sering diperkenalkan rendang, sate padang dan makanan berlemak lainnya daripada dadih yang jauh lebih sehat. Dadih inilah satu-satunya makanan minang yang rendah lemak dan dapat menurunkan kolesterol.

Yah, saya ingat betul ketika kecil dulu saya sering melihat abak (bapak) sangat senang makan nasi hangat dengan lauk yang mirip dengan tahu dan berwarna putih ini. Ketika saya bertanya abak menjawab namanya dadih. Dari situlah awalnya saya tahu bentuk dan warna dadih meskipun sekarang sudah agak lupa bagaimana persisnya bentuk dan warna dadih karena sekarang sudah tak pernah lagi disajikan dirumah kami sejak abak tiada. Selama ini kita mengenal minuman fermentasi sejenis yoghurt berasal dari luar. Nah, Dadih ini adalah minuman fermentasi produk dalam negeri. Kelebihannya terbuat dari susu kerbau bukan susu sapi. Mengapa saya katakan lebih memiliki kelebihan? Sebab dalam susu kerbau persentase lemaknya daging lebih rendah (0,5 per 100 gr) dibandingkan daging sapi (14 per 100 gr), sehingga lebih aman dikonsumsi oleh pende¬rita diabetes, obesitas, manula, dan penderita jantung koroner. rendah lemaknya dibanding susu sapi.

Hasil fermentasi dari susu kerbau ini juga menghasilkan bakteri baik yaitu asam laktat, Lactobacillus casei. Bakteri ini sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh. Secara in viro, mampu menurunkan kolesterol darah sebanyak 34%. Selain itu, asam laktat juga dapat mencegah kanker usus Proses Pembuatan Dadih -Pertama-tama susu kerbau segar yang baru diperah disaring untuk memisahkan kotoran atau benda asing yang masuk selama pemerahan, kemudian dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dipotong (dengan panjang masing-masing ± 5 cm dari ruas/buku bambu).
-Kedua, tabung bambu yang telah berisi air susu kerbau ini ditutup dengan daun pisang atau plastik dan diikat dengan karet gelang. -Ketiga, tabung bambu yang telah berisi susu kerbau kemudian didiamkan dalam suhu ruang (250 – 300C) selama 24 – 48 jam dalam ruangan yang tidak kena sinar matahari langsung (difermentasi) selama ± 2 hari atau sampai menjadi kental/menggumpal.

 Adapun Dadih yang disenangi oleh konsumen adalah yang berwarna putih, karena bertekstur lebih lembut dengan aroma spesifik. Bagi penderita “laktosa intolerance”, mengkonsumsi dadih merupakan salah satu alternatif untuk memperoleh manfaat dari susu. Pada saat proses fermentasi telah selesai susu kerbau akan mengental (curd), rasanya menjadi asam (0,99%), memiliki kandungan protein (6,81%), lemak (8,66%), vitamin A (80 SI) dan total bakteri asam laktat (16,0 x 105 CFU/ml) . Yah, menurut sebuah sumber Nilai gizi dadih sangat tinggi dan bermanfaat sebagai penambah energi karena mempunyai kandungan lemak 6,8 %, protein 4,5 % cocok untuk meningkatkan konsumsi protein hewani. Daya cerna proteinnya cukup tinggi 86,4 % - 97,8 % yang mengandung 16 asam amino ( 13 esensial dan 3 non esensial) menjadikan Dadiah sebagai makanan bergizi yang mudah diserap tubuh, dan vitamin A adalah 1,70 - 7,22 IU/g dan pH (keasaman) 0,90 - 1,23 serta terdapat 10 isolat bakteri asam laktat yang tahan terhadap pH 2 selama 2 jam juga tahan terhadap asam empedu, sehingga berpotensi sebagai bakteri Probiotik, sedangkan kandungan laktosanya 5,29 %..

Jenis Bambu untuk membuat Dadih Ada dua jenis bambu yang sering digunakan oleh masyarakat Sumatera Barat, bambu gombong (Gigantochloa verticilata) dan bambu ampel (Bambusa vulgaris). Pemilihan bambu tersebut dikarenakan rasa pahit pada bambu, sehingga menghindarkan dari semut. Bambu yang digunakan adalah yang berumur sedang. Selain itu penutup tempat dadih biasa juga menggunakan daun keladi, daun pisang atau plastik. Bambu yang digunakan harus masih segar atau belum kering, karena dari hasil penelitian buluh pada bagian dalam bambu inilah yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang membuat susu kerbau menggumpal menjadi dadih. Pembuatan dadih sendiri masih dilakukan secara tradisional dan belum ada standar cara pembuatannya.

 Oleh sebab itu kualitas dadih yang dihasilkan dari tiap daerah bervariasi, walaupun relatif tidak jauh berbeda. Kualitas dadih yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh kualitas susu yang digunakan. Daerah Potensi Penghasil Dadih Daerah yang berpotensi untuk usaha pengolahan dadih di Sumatera Barat adalah pada daerah yang mempunyai populasi kerbau yang cukup besar dan tersebar pada beberapa Kabupaten di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Swl/Sijunjung dan Kabupaten Solok. Tentu kita bertanya-tanya mengapa di daerah minang orang lebih senang beternak kerbau daripada sapi? Tak heran memang, sebab bagi suku Minangkabau, kerbau memiliki cerita sejarah yang menarik.

Kerbau telah mengantarkan kejayaan suku besar Minangkabau di masa silam. Penamaan Mi¬nang¬kabau
 sendiri diawali keme¬nangan dalam suatu pertan¬dingan adu kerbau untuk mengakhiri peperangan mela¬wan kerajaan besar dari Pulau Jawa. Dari situlah arti kata minang, yang berarti keme¬nangan. Minangkabau berarti “Kerbau yang Menang”. Sayangnya kuliner unik satu ini kurang terekspos sehingga orang hanya mengenal rendang dan makanan berlemak lainnya. Padahal dadih perlu lebih diperkenalkan dan dikembangkan menjadi salah satu kuliner khas daerah minang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Senin, 15 Oktober 2012

Wahai PLN, Jangan Sepelekan Resiko Matinya Listrik Bagi Kami




Gimana sih PLN!, lagi enak-enak nyuci listrik mati. Kapan keringnya nih baju?” omel seorang ibu yang sedang menggunakan mesin cuci. Kekesalannya kian bertambah karena dia memiliki balita yang sering pipis sehingga butuh banyak celana yang kering.
“ Waduh, Air bak belum penuh diisi, listrik tiba-tiba padam. Mbok yah ada pemberitahuan dulu, biar kita siap-siap ngisi bak dan centong air,” gerutu warga yang menggunakan pompa air di rumahnya. Dan hal ini juga sering membuat saya kesal yang kebetulan juga menggunakan pompa air.
“Yah, mati lagi, mati lagi. Baru aja mau ngecarge Handphone yang low bat. Padahal mau nelepon ortu minta kirimin uang buat bayar kos,” umpat seorang Mahasiswa.
“Iya nih, komputer juga mendadak mati, padahal lagi ngetik tugas yang belum sempat disimpan, sial! Maki teman kos si Mahasiwa. Bla...bla...bla... sederet makian  pun keluar dari mulut warga. Mulai dari pelajar sampai ibu-ibu. Bayangkan! betapa banyak sumpah serapah yang diucapkan pemakai/pelanggan PLN. Tapi mengapa PLN Tak juga respek akan pentingnya listrik bagi penggunanya? Dengan seringnya mematikan listrik seenaknya. Yang lebih parahnya lagi tanpa pemberitahuan pula. Weleh...weleh...
Sebenarnya  tak hanya resiko terganggunya kegiatan seputar rumah tangga saja yang ditimbulkannya. Misalnya kulkas yang mati akan membuat makanan seperti ikan, buah dan sayuran terancam bau dan tidak segar lagi. Apalagi bila matinya lebih dari 6 jam. Belum lagi alat pemasak nasi sejenis rice cooker dan magic com yang harus selalu nyala agar nasi tidak bau dan kering. Juga ikut matinya dispenser, blender dan televisi sebagai media hiburan dan imformasi yang dibutuhkan warga. Masih banyak resiko-resiko lainnya akibat matinya listrik diantaranya;

  • Memicu terjadinya resiko kebakaran
Hati siapa yang tak miris mendengarnya termasuk saya kala mendengar berita di koran atau di televisi “satu keluarga mati akibat terbakar, yang selidik punya seldiik akibat nyala lilin dari rumah korban.” Tentu saja hal ini terjadi karena malamnya listrik mati hingga lilin terus hidup sampai pagi,  tanpa penghuninya sadar api lilin merembet dan membakar barang yang ada disekitarnya. Salah siapakah ini semua? Mungkin kita bisa menyalahkan kelalaian korban karena kurang hati-hati dalam menyalakan lilin. Tapi semua itu ada pemicunya bukan? Apalagi kalo bukan gara-mati listrik mati. Semoga PLN lebih peka lagi  dalam hal keselamatan jiwa pelanggannya.  Sebab bukan tak mungkin suatu hari hal ini juga bisa menimpa saya dan keluarga Anda semua.

  • Memancing reaksi pencuri untuk beraksi.
Hal ini pernah terjadi pada pengalaman saya sendiri. Kebetulan saya tinggal agak ke daerah yang jarak rumah satu sama lain masih jauh-jauh. Meskipun ada beberapa yang berdekatan. Karena masih banyaknya kebun-kebun maklumlah di kampung. Nah, begitu listrik mati di malam hari disaat saya dan anak-anak sedang tertidur pulas, tiba-tiba terdengarlah suara berisik dari luar kamar.
Terus terang sebagai seorang ibu dengan tiga orang anak, rasa takut pun menyerang saya. Apalagi suami selalu pulang larut malam. Dengan segera, saya pun mengunci kamar. Tak saya perdulikan lagi barang-barang diluar yang hilang dibawa maling. Yang penting saya dan ketiga anak saya selamat. Ternyata dugaan saya tidak meleset. Begitu suami pulang dan lampunya nyala, ketahuanlah barang-barang dirumah yang hilang seperti alat-alat elektronik dll. Dan yang lebih  seramnya lagi, pisau tergeletak begitu saja di ruang tamu.
Mungkin si maling  sengaja mengambil pisau dari dapur sebagai senjata bila yang punya rumah bangun atau mengadakan perlawanan. Benar-benar membuat saya trauma! Yah,  maling benar-benar mencari kesempatan masuk ke rumah disaat gelap gulita, karena merasa lebih aman untuk beraksi.  Masihkah PLN menutup mata mendengar kisah saya? Yang suatu hari bisa saja terjadi pada pelanggan lainnya.


  • Terhentinya proses produksi barang industri rumah tangga
Bagi sebuah UKM yang rata-rata menggunakan mesin sebagai alat memproduksi suatu barang, akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Karena tak terpenuhinya pesanan pembeli sesuai perjanjian yang disepakati. Bisa-bisa pembeli atau pemesan barang komplain dan meminta ganti rugi. Hal ini tak hanya berpengaruh bagi kelangsungan gaji para karyawan yang akan telat dibayar, tapi juga bisa menimbulkan ketidak percayaan komsumen pada pihak produsennya.
            Ini hanya beberapa resiko yang saya ketahui, silahkan pembaca menambahkannya sendiri. Yang lebih miris lagi selain kurangnya simpati PLN terhadap pelanggannya, masih juga kita dengar adanya korupsi di tubuh PLN sendiri . Kita pun patut bertanya dimana sebenarnya hati nurani? Disaat masyarakat mengeluh kurang memuaskannya pelayanan dan respon PLN, masih ada segelintir orang yang memanfaatkan keadaan dengan mencari keuntungan pribadi di balik derita anak negeri. Harapan saya PLN tak hanya mewajibkan pelanggannya untuk tak  telat melakukan pembayaran listrik dengan ancaman listrik akan dicabut. Tapi juga mewajibkan diri mereka sendiri untuk tidak telat menanggapi kebutuhan dan keluhan pelanggannya.




translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut