novel yang diangkat dari kisah nyata

novel yang diangkat dari kisah nyata

Sabtu, 07 Januari 2012

lirik lagu Andy Williams Love Story (Where Do I Begin)


Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love she brings to me
Where do I start

With her first hello
She gave new meaning to this empty world of mine
There’d never be another love, another time
She came into my life and made the living fine
She fills my heart

She fills my heart with very special things
With angels’ songs , with wild imaginings
She fills my soul with so much love
That anywhere I go I’m never lonely
With her around, who could be lonely
I reach for her hand-it’s always there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I’ll need her till the stars all burn away
And she’ll be there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I’ll need her till the stars all burn away
And she’ll be there

Jumat, 06 Januari 2012

lomba 1001 pertanyaan anak tahap2

Bunda pasti sering mendapatkan pertanyaan dari buah hati baik itu tentang sex, tentang alam, tentang tuhan dan tentang apa saja. tulis pertanyaan buah hati yang disertai jawaban dari bunda tentunya. oh ya boleh kirim lebih dari satu cerita yah... akan dipilih 6 orang pemenang



kirim cerita bunda sebanyak 1-2 hal 1,5 spasi font 12 times new roman ke email irhayatiharun@yahoo.co.id dibadan email aja gak usah diattach



3 pemenang utama akan mendapatkan reward uang tunai masing2 @100 ribu

3 orang pemenang hiburan masing2 akan mendapatkan paket cantik



ditunggu sampe akhir januari 2012 yah. pengumuman awal maret 2012



Insya allah semua pertanyaan anak akan ditawarkan ke penerbit mayor. namun tidak ada pembagian royalti bagi cerita yg terpilih



dibawah ini judul judul yang sudah masuk





Bapak Pergi ke Mana, Bu

KENAPA NGGAK JADI KOKI MA?

“Kalau mati kita bawa apa Ma?”

Allah ada giginya juga ya?

Ummi, Aku Cantik Tidak

1001 Pertanyaan Nita

SI BUAH HATI - TAKUT ALLOH

Umi Juga Manusia

"Mana Punya Layla?"

Kenapa Dek Gi Nggak Boleh Jadi Kuda

“Ma, siapa yang makan mama sapi?”

coba lihat mi!

kenapa harus takut sama Allah

adek seperti shaun the sheep

. ketika muharik bertanya

rabbani pun bertanya ttg masa yang akan datang

aku gak mau mayatku ancur!

. dia punya burung aku kok enggak?

lantip bertanya dimana surga

ketika aisya bertanya ttg kiamat

. kenapa orang besar sukanya marah-marah

. saat aghif bertanya ttg hari kiamat

. ma kapan bikin pizza

pohon nasi vs mc queen

sampai kapan jadi anak mama

. playboy...playboy...

bagaimana sel telur bertemu dengan sel sperma

bidadari dan lampu disko

kenzie, bulan, dan bumi

loh kok onta sih

. ikan bobok. pertanyaan si gadiis

terima kasih buata Allah

siapa yang bilang tuh... tuh... itu ?

ketika putri kecilku bertanya tentang Allah

binatang yang paling gak mungkin masuk neraka

dede bayi dapat dari mana ?

pulpen warna-warni

warnanya kok beda ?

. affif dan kokkon

. kan dilarang merokok!

pertanyaan menahun

. rindu sama allah

. ibu punya bapak kok enggak?

. kan ada allah!!

boleh makan manusia?

. fawwaz nagpain diperut bunda?

apakah binatang berbicara b.indonesia?

. kok lama betul

hantu itu apa?

. dalam perut ummi masih ada bayi lagi?

. neraka itu apa?

. pilih kaki yang mana?

. boleh minta uang sama allah?

. darimana keluarnya bayi?

. dilarang merokok di spbu

.ingin masuk neraka

. yang ajdi allah itu siapa sih?

kenapa pake poin?

banyak tanya banyak hikmah

hebat mana krisna sama nabi muhammad

fahri juga bertanya ttg salju

. abang boleh makan permen?

. libur sholat

jadi ibu enak gak sih?

. krem muka dodol

aulia bertanya tentang mati

. kok mama pake pampers juga yah

Pelajaran Dari Kandang Sapi

Kalau Remaja Bertanya

Kok Bapak Nggak Kerja Sih?

Cerai Itu Apa, Ma?

Ummi, ini apa namanya?

bagi yang sudah ngirim tapi belum terdaftar segera kirim ulang yah...

Minggu, 01 Januari 2012

kaulah bang.....

abang...

disetiap tarikan nafasku

kau hadir mengisi ruang hidupku

kaulah udara yang selallu menghidupiku dengan cintamu



abang...

kau hadir disetiap kuresah dan gundah gulana

kau tak pernah mengeluh meski kuselalu berkeluh

kaulah tempatku bersandar dari setiap masalah



abang...

saat berada didekatmu

hanya rasa nyaman yang kurasa

kaulah inspirasiku dalam hidup ini

tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku

sehebat apapun orang itu



abang....

adakah kau tahu aku selalu rindu padamu

pada suaramu, wajahmu dan segala gerak gerikmu

kau selalu menerangi hari hariku dengan harapan

sedetikpun kutak bisa hidup tanpa dirimu



abang.....

kaulah segalanya bagiku

cintamu yang tak terdefinisi untukku

menjadi pelecut keberanianku

untuk mengarungi hidupku



kaulah bang...

Jumat, 30 Desember 2011

cukup cintamu, bang...



dalam mengarungi hidup ini

tak ada yang lebih membahagiakanku

selain bertemu dan jatuh cinta padamu, bang.....



dirimu hadir melengkapi hidupku

yang selalu sunyi akan cinta

tak dapat kusangkal

sejak dirimu hadir

hidupku jadi penuh warna



adakah kau tahu bang....

aku butuh cinta dan kasih sayangmu

dan kau selalu mencurahkannya padaku

terlalu besar kasih sayangmu bang...

hingga sulit terukur dengan apapun jua



kuingin kau tahu

diantara semua yang ada

cukuplah cintamu yang satu untukku



kan kuukir dalam benakku

semua perhatian dan cinta kasihmu

dengan pena cinta yang kumiliki

agar indah terganbar selamanya dihatiku

Senin, 26 Desember 2011

kaulah puisiku


selarik kata kugoreskan untukmu

pengabadian cintaku padamu

hingga tercipta puisi cinta ini untukmu



mengenyahkan lara cinta yang melanda

seiring waktu tersisa cinta yang berserak ini hanya untukmu

kan kurekam keikhlasan cintamu

biarlah dedaunan basah di taman hati kita menjadi saksi

ikatan cinta ini tak pernah mati



beribu puisi cinta kucipta untukmu

walau kaulah sebenarnya puisi itu

goresan tinta emasku

telah mencatat pengorbanan cintamu padaku



kaulah puisi cintaku

yang tercipta dalam diksi yang indah

dalam irama kehidupanku



takkan mampu kucipta lagi puisi cinta

karena kau sendirilah puisi hidupku

puisi cinta dihidupku

Minggu, 25 Desember 2011

first love forever love



cinta pertamaku

saat aku jatuh cinta padamu

bulan dihatiku yang dulu redup

berpendar indah menelusup



awan kelam dihari-hariku sirna

berganti sinar mentari yang cerah ceria

tak ada lagi kata-kata yang bisa kutuliskan selain ungkapan

betapa indahnya cinta yang kau pancarkan

disudut hatiku yang remang



cinta pertamaku....

saat panah asmaramu menembus jantungku

seolah bumi yang kupijak bergetar





pandangan matamu yang menusuk dalam

memporak porandakan laut hatiku yang tenang

bak ombak menggulung menyeretku ke pusaran cinta



cinta pertamaku, kaulah bulan, kaulah ombak dan kaulah bumi tempat cintaku berpijak

first love forever love

teardrops in heaven 6



Tanpa terasa, enam bulan sudah Bintang bekerja di Jakarta. Seperti janjinya, setiap bulan dia rutin mengirimkan surat sekaligus uang buat adik-adiknya. Uang gaji yang sengaja ia sisipkan untuk biaya sekolah dan kebutuhan kami. Bintang memang tak pernah berubah. Sebagai anak tertua, dia selalu menunjukkan tanggung jawab yang besar buat keluargnya. Tak terasa juga Upik dan Iqra sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Iqra sedang bersiap-siap mengikuti UMPTN. Dia mengambil jurusan kedokteran di fakultas USU Medan.
Besar keyakinanku Iqra akan diterima mengingat selama ini dia rangking satu terus sejak dari SD hingga SMA. Tapi seandainya Tuhan menghendaki lain, aku terima apapun yang terbaik buat anak-anakku. Sementara Upik berusaha keras belajar agar bisa diterima di SMA negeri 1 Medan. SMA terfavorit dan terbaik di Sumatera utara. Sedangkan Rusli disuruh oleh Bintang berhenti bekerja untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di Medan. Betapa senangnya Rusli sebab selama ini dia sanagt suka dengan bahasa Inggris.
Selama bekerja di rumah makan Padang, Rusli memang sering membawa orang asing ke tempat kerjanya. Itulah yang membuat bosnya senang dengan Rusli. Niat Rusli untuk berhenti bekerja tak disetujui begitu saja oleh bosnya itu. Akhirnya Rusli diperbolehkan mengikuti kursus bahasa Inggris setelah pulang bekerja dari rumah makan. Rusli pun tak keberatan dengan perjanjian jam kerjanya tak lagi full time seperti dulu. Tapi hanya bekerja paruh waktu yaitu setengah hari saja. Bosnya tak bisa berkutik dan menyetujui permintaan Rusli. Betapa bahagianya melihat anak-anakku yang begitu giat dan tekun menuntut ilmu. Aku tahu, Bintanglah penyulut semangat mereka untuk tekun dan giat belajar. Bintang memang begitu perduli dengan dunia pendidikan. Adik-adiknya begitu mengidolakan Bintang.
“Mande, besok Iqra tes di kampus USU. Doakan Iqra yah Mande.”
“Pasti Mande doakan. Sekarang kamu tidurlah dulu. Hari sudah larut malam, gak baik belajar terus tanpa istirahat,” ucapku lembut.
“Iqra udah selesai belajarnya kok Mande. Iqra mau siapkan dulu alat-alat tes yang akan dibawa besok,” ucap Iqra sambil menguap lebar karena ngantuk.
“Adikmu Upik sudah tidur belum? Kok Mande gak mendengar suaranya. Biasanya dia membaca sambil mengeraskan suara,” tanyaku heran.
“Upik sudah dari tadi terbang ke alam mimpi Mande,” jawab Iqra sambil tertawa. Aku pun tersenyum mendengar jawaban Iqra dan segera menuju kekamar untuk memastikan ucapannya. Ternyata benar, Upik sedang tertidur pulas denga buku-buku yang masih berserakan diatas tempat tidurnya. Segera aku rapikan buku-buku Upik. Sebelum mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu tidur.
Aku bergegas masuk kekamarku dan mendapati Abaknya yang sedang tidur nyenyak. Kupandangi wajahnya yang mulai keriput. Sisa-sisa ketampanannya masih terlihat meski usianya sudah beranjak senja. Rasanya tak percaya kalau aku akan menjadi istri keempat sekaligus terakhir baginya. Sedikitpun aku tak menyesal menikah dengannya. Karena selama menjadi istrinya, aku sudah puas mengecap bahagianya hidup berumah tangga. Meski di hari tuaku kemanjaan dan perhatian darinya tak lagi kudapat. Sekaranglah saatnya aku memperhatikan dirinya.
Tak bisa kubayangkan bagaimana nasibnya seandainya dia masih hidup menduda. Mengingat kelima anaknya dari istri-istrinya dahulu tak perduli lagi padanya. Inilah jalan terbaik dari Allah untukku dan suamiku. Dengan beristri lagi yaitu diriku, Bagindo Sulaiman ada yang merawat dan memperhatikan diusia tuanya. Akh, hidup benar-benar tak bisa diduga. Allah memang selalu tahu yang terbaik buat hambanya. Akupun memutuskan untuk tidur disamping suamiku dan memeluknya erat. Rasa takut kehilangan itu masih tersisa diusiaku yang sudah menua ini. Takut kalau suamiku akan lebih dulu meninggalkanku bila dilihat dari umurnya yang jauh diatasku.

10 tahun kemudian
Lengkap sudah kebahagiaanku sebagai seorang ibu. Iqra berhasil menamatkan kuliah kedokterannya. Upik berhasil masuk ke USU jurusan ekonomi. Mukhlis lolos masuk SMAN 1 mengikuti jejak Upik. Sedangkan Bintang sukses dengan perusahaan yang ia dirikan. Perusahaan dibidang event organizer yang mengurusi kegiatan seputar seminar bagi perusahaan-perusahaan besar. Bahkan usaha seminar Bintang masuk dalam sebuah majalah bisnis ibukota sebagai seminar dengan peserta teramai dan paling diminati. Bintang benar-benar bersinar bagaikan bintang kejora. Aku benar-benar bangga padanya. Hanya Yanuar yang semakin terpuruk nasibnya. Rumah makannnya terancam bangkrut akibat terlilit hutang yang lumayan besar. Dia benar-benar sudah menerima karma dari perbuatan durhakanya.
Hingga suatu hari,
“Bintang, sebaiknya kita pergi kedokter Nak. Mande lihat kamu lemas sekali. Wajahmu pucat,” ucapku cemas.
“Gak usahlah Mande, paling Bintang cuma kecapekan saja karena beberapa hari ini pekerjaan menumpuk.”
“Iya Uda, penyakit gak boleh dibiarkan,” ucap Upik yang sama khawatirnya denganku.
“Kalau begitu kamu minum obat dulu yah, biar lebih enakan.”
“Bintang gak mau ke dokter dan minum obat Mande. Semua obat itu kan racun. Paling besok Bintang sudah baikan. Mande gak usat terlalu panik. Bintang sehat-sehat saja kok.”
Aku hanya bisa pasrah mendengarnya. Bintang memang alergi kalau sudah berurusan dengan rumah sakit. Tapi keesokan harinya Bintang muntah darah. Aku pun memaksanya kembali untuk berobat kedokter.
“Bintang mau berobat tapi ke sinse aja Mande,” pintanya memohon.
“Baiklah Bintang, kalau memang itu yang kau mau. Aku pun menuruti keinginan Bintang.
Namun setelah 2 hari minum obat dari sinse, sedikitpun kondisi Bintang tak mengalami perubahan. Malah sebaliknya, bertambah parah. Tanpa menunggu lagi, segera kupaksa dia berobat ke dokter. Aku segera membawanya ke rumah sakit Haji Medan. Begitu sampai dirumah sakit, Bintang langsung dirawat inap.Demi melihat kondisinya yang parah dan begitu lemah.
Dokter langsung memeriksa kondisi Bintang. Dan, aku benar-benar tak siap mendengarnya. Hasil diagnosa mengatakan bahwa Bintang mengalami hepatomegarli yaitu pembengkakan hati. Dokter pun menganjurkan supaya Bintang segera di biopsy. Untuk mengetahui apakah ada indikasi kanker atau tidak. Aku menangis di dalam hati melihat kondisinya. Sedih sekali rasanya.
Keesokan harinya ditemani Upik, aku mengambil hasil biopsy Bintang dengan penuh rasa khawatir dan cemas.
“Umur anak ibu kemungkinan tinggal 6 bulan lagi sebab kanker yang dideritanya sudah stadium 4,” jelas dokter dengan wajah serius padaku dan Upik. Dunia disekelilingku terasa berputar-putar. Aku merasa tak mampu lagi berpijak diatas kakiku sendiri.
Ya Allah! Mengapa kau berikan cobaan seberat ini padaku. Apa salah dan dosaku? Kau tahu, aku tak bisa hidup tanpa Bintang anakku. Sanggupkah aku menjalani hidup tanpa orang yang begitu kusayangi? Setelah Abaknya tiada kini Bintang yang akan meninggalkanku untuk selama-lamanya.
“Apa kata dokter tentang kondisi Bintang Mande?” Tanya Bintang yang masih terbaring lemah.
“Kamu hanya perlu banyak istirahat dan minum vitamin Bintang, agar kondisimu lebih fit,” jawabku berbohong. Aku tak ingin Bintang tahu penyakit yang ia derita. Sebuah kanker ganas yang sebentar lagi akan merenggut hidupnya.
“Benarkan Mande, Bintang hanya butuh istirahat saja. Memang akhir-akhir ini Bintang terlalu bekerja keras mengurusi seminar.”
“Mande ingin keluar dulu, kamu istirahat dulu yah Nak,” ucapku sambil mengusap kepalanya. Begitu sampai diluar tangisku pun pecah dipelukan Upik.
“Upik mengerti dengan perasaan Mande. Percayalah Mande, Allah tidak akan mencoba hambanya diluar batas kemampuannya. Upik yakin Allah akan memberikan mukjizat itu pada Uda,” ucap Upik sambil memeluk tubuhku erat. Aku pun menangis sejadi-jadinya dipelukan Upik anak perempuanku.
Hari-demi hari keadaan Bintang semakin menurun drastis. Mulailah tumbuh benjolan-benjolan kecil di tubuhnya. Ada yang tumbuh di ketiak, dan ada yang dibawah lutut. Perut Bintang juga semakin lama semakin membesar. Bintang pun mulai mengeluh sakit diperutnya. Dokter hanya meresepkan obat penghilang rasa sakit untuk Bintang. Menurutnya, penyakit Bintang sudah tak bisa diobati lagi. Bahkan dikemo juga sudah percuma. Bintang hanya boleh mengkomsumsi vitamin. Obat-obatan lain sudah tak boleh diberikan karena sudah tak ada gunanya. Sebagai seorang ibu, hatiku begitu hancur mendengarnya.
Bukan hanya kondisi fisiknya saja yang semakin melemah. Kondisi psikis Bintang juga semakin menurun. Dia semakin sensitive dan mudah marah. Dia tak mau lagi disuntik. Juga sering menolak saat ingin dibersihkan badannya oleh perawat. Dia sering bilang bosan dirumah sakit terus. Yang setiap hari hanya bisa makan obat yang itu-itu saja. Hampir setiap malam dia mengeluh kepanasan. Kami pun berganti-gantian mengipasinya karena Bintang tak bisa tidur kalau tidak dikipasi. Bahkan hampir setiap hari Bintang minta air es. Tak perduli meski tengah malam sekalipun. Kami pun berusaha memenuhi keinginannya itu
Sampai akhirnya Bintang mengalami penurunan dalam kesadarannya. Dia sering tak ingat padaku dan adik-adiknya sendiri. Bagaikan orang yang terkena amnesia. Dia banyak lupa dengan orang-orang terdekatnya. Aku bertambah terpukul melihat keadaannya. Sakit sekali rasanya mendapati Bintang sudah tak bisa memberi respon seperti dulu. Meskipun semuanya karena keadaan, bukan karena kemauan Bintang. Hati ini menangis setiap hari melihat kondisinya yang semakin mengkhawatirkan.

3 bulan kemudian..
Disini ditanah merah, aku ucapkan kata terakhir didepan batu nisan anakku.
“Bintang anakku, sudah banyak air mata Mande yang keluar untukmu. Air mata bahagia saat melahirkan dirimu. Airmata bangga saat menyaksikan keberhasilanmu, dan air mata kesedihan saat menemani hari-hari terakhirmu. Menemanimu melewati hari-hari yang menyakitkan saat sakit kanker yang tak mengenal hati menggerogoti tubuhmu. Ini adalah air mata yang terakhir buatmu Nak. Karena setelah ini, Mande tak akan lagi mengeluarkan air mata untukmu. Mande akan mencoba untuk ikhlas dan sabar menerima kepergian dirimu. Semoga airmata Mande yang terakhir ini akan menjadi air mata surga. Air mata yang kelak akan mengantarkan Mande bertemu denganmu nanti disurga. Amin…Aku pun beranjak pergi dengan membawa harapan hidup yang baru bersama ketiga bintangku Upik, Iqra dan Mukhlis. Yang akan terus menjadi Bintang yang bersinar didalam hidupku. tamat

Terinspirasi dari kisah ibuku yang kisahnya masuk nominasi 20 pemenang diantara 30 ribu peserta dalam kisah 1000 blog tentang ibu bersama ungu dan chocolates.



Keterangan
Mande : ibu
Abak : ayah
Uda : kakak laki-laki
Ambo : aku
Manga : kenapa
Wa-ang : kamu

translasi

meninjau polling pengunjung

!-- Start of StatCounter Code -->

Pengikut